Thursday, July 30, 2015

Sebab Aku Hanyalah Perempuan Biasa

Aku bukanlah seorang model Victoria Secret yg body nya aduhai membahana, bukan syahrini dgn gaun-gaun yg ulala, bukan pula Raisa yg suaranya buat kamu terpesona, atau putri salju yg kata cermin ajaib tercantik sedunia. Tapi percayalah, aku perempuan biasa yg sedang berusaha meningkatkan kualitas diri dgn sebaik-baik cara, karena aku tak mau kamu kecewa jika melihatku yg tak ada apa-apanya.

Thursday, July 9, 2015

Ya Allah, kenapa harus aku??

Apa kabarnya sahabat? Gimana puasanya? Smoga tetep semangat ya dear...

Sahabat novitania,, kali ini saya ingin bercerita tentang sebuah kisah yang dapat menjadi pembelajaran untuk kita semua, sila disimak yaa...


Arthur Ashe, seorang pemain wimbledon legendaris sekarat karena penyakit AIDS yang berasal dari darah yang terinfeksi virus ketika operasi jantung pada tahun 1983.

Dia menerima banyak skali surat dr para penggemarnya, salah satu dr mereka bertanya:
"Mengapa Tuhan memilih anda untuk mendapatkan penyakit yg buruk seperti ini? "

Dengan bijak, Arthur Ashe menjawab:
Lima puluh juta anak mulai bermain tenis,
Lima juta dari mereka belajar bagaimana bermain tenis,
Kemudian, lima ratus ribu dari mereka belajar secara profesional,
Lima puluh ribunya bertanding dalam turnamen,
Limaribu dari mereka mencapai grand slam,
Hanya lima puluh yg mencapai wimbledon,
Empat diantaranya mampu masuk semifinal,
Lalu hanya dua yg mencapai semifinal,
Dan ketika saya yang menggenggam pialanya, saya tak pernah bertanya kepada Tuhan, "kenapa (harus) saya Tuhan?"

Tuesday, July 7, 2015

Surat Cinta dari Muslimah Indonesia untuk Muslimah Palestina

Kami di sini berbahagia. Menyambut indahnya ramadhan dengan suka cita. Namun, sejenak kami lupa bahwa engkau berjuang melewati nestapa duka.
Kami di sini tersenyum penuh canda. Melihat tanyangan telivisi yang menyajikan goyangan aneka nama. Membuat kami terlena bahwa engkau tengah berjuang untuk menegakkan satu kata “FREEDOM PALESTINA”
Kami di sini begitu mempesona, dengan tampilan jilbab aneka warna. Tanpa kami tahu bahwa engkau, saudariku, begitu mulia mengenakan kaffan putih pertanda syahidah.

Bersabarlah wahai hati

Hati...
Bersabarlah bila dibenci
Bersabarlah bila dicaci,
Bersabarlah bila tak dihargai,
Bersabarlah bila dikhianati,

Hati...
Hikmah Allah itu tersembunyi,
Sangat sukar untuk dicari,
Tapi pasti kau temui,
Walau mungkin di akhirat nanti,

Monday, June 29, 2015

Lantas, Aku Bisa Apa.. Jika tidak dengan berdoa

Aku bisa apa...
Selain berusaha bersabar di saat Allah belum menjawab doa-doaku yang kesekian kali..

Aku bisa apa..
Selain berusaha enjoy dalam menghadapi permasalahan di saat Allah mengujiku dengan rasa gundah dalam diri..

Aku bisa apa..
Selain berusaha menjalani aktivitas yang ada di saat Allah mengujiku dengan berbagai konflik ribuan kali..

Wednesday, June 24, 2015

Sebab Waktu Bukanlah Penyembuh Luka


Kadang, 
Allah hadirkan beberapa orang ke dalam hidup kita guna memberikan pelajaran besar.

Kadang, 
keberadaan mereka yang padahal cuma sementara dan terhitung sebentar itu, menorehkan luka yang cukup dalam. Mungkin terlalu dalam. Bahkan tak jarang meninggalkan ruam di relung hati yang paling dalam atau trauma berkepanjangan.

Saturday, June 20, 2015

Menabur Benih Kebaikan: The Untold Story of Alexander Flemming and Winston Churchill



Suatu hari seorang petani Scotlandia mendengar jeritan minta tolong yang datang dari semak belukar dekat rumahnya. Segera ia berlari ke arah datangnya suara. Dan betapa kagetnya ia ketika mendapati seorang anak laki-laki sedang berjuang keluar dari lumpur hidup yang hampir menenggelamkan tubuh anak lelaki itu.

Dengan sigap sang petani menolong anak itu keluar dari hisapan lumpur hidup. Keesokan harinya Ayah anak itu berkunjung ke rumah sang petani. Ayah si anak sangat berterimakasih kepada sang petani. Dan menawarkan sejumlah hadiah sebagai balas jasa karena telah menolong anaknya.

Dengan halus sang petani menolak tawaran Ayah dari anak yang ia tolong, yang notabene adalah seorang saudagar kaya. Sementara mereka berbicara, Saudagar kaya itu melihat putra sang petani sedang berdiri dekat pintu.

Monday, April 13, 2015

Mari Berdoa Seperti Garputala


Dulu saat pelajaran fisika di SMP, ada sebuah percobaan yang membuat saya begitu terpukau dan akhirnya membuat saya jatuh cinta pada pelajaran fisika. Sebuah percobaan menarik tentang garputala. 


Dua buah garputala (A dan B) saling dihadapkan. Salah satu teman saya diminta memukul garputala A. Sementara saya diperintahkan pak guru mengamati apa yang terjadi pada garputala B. Saat itu, saya sangat takjub. Bagaimana tidak, dua garputala yang terpisah beberapa cm saling menggetarkan. Garputala A yang dipukul akan bergetar, sekaligus menggetarkan garputala B. Dan yang lebih mengesankan, saat jumlah garputala ditambah. Bunyinya saling menguat dan terdengar lebih keras. 

Friday, March 20, 2015

Titik Buta Manusia

Semua pesepakbola profesional pasti memiliki pelatih. Bahkan, pemain sepakbola sehebat Cristiano Ronaldo sekalipun juga memiliki pelatih. padahal jika dibandingkan Ronaldo jauh lebih hebat dari Carlo Ancelotti. Gak percaya?? Coba aja suruh mereka berduel, saya jamin Ronaldo yang akan menang.

Mungkin kita bertanya-tanya, Kenapa atlet sehebat Cristiano Ronaldo butuh pelatih kalau jelas-jelas dia lebih hebat dari pelatihnya?

Kita harus tahu bahwa Ronaldo butuh pelatih bukan karena pelatihnya (Ancelotti) lebih hebat, namun karena Ronaldo butuh seseorang untuk melihat hal-hal yang tidak dapat ia lihat. Begitu juga dengan kita. Banyak hal-hal yang tidak dapat kita lihat dengan penglihatan kita.


Hal yang tidak dapat kita lihat dengan penglihatan sendiri itulah yang disebut dengan "BLIND SPOT" atau "TITIK BUTA".

Apa itu "Blind Spot"?

Thursday, March 19, 2015

Ketika yang 'Maha' Justru Tak Berdaya Guna

Sebagai seorang mahasiswa tingkat akhir yang sudah lebih dari tiga tahun duduk di bangku kuliahan, sampai sekarang ada sebuah pertanyaan dalam benak saya yang belum juga terjawab . Kenapa kok pelajar perguruan tinggi disebut ’’mahasiswa’’?
Hmmm,, yaaa, mungkin karena mahasiswa adalah ’’pelajar level tertinggi’’ di jalur pendidikan normal. Di atas TK, SD, SMP, dan SMA.

Tuesday, March 17, 2015

Aku Mencintaimu Sahabat Syurgaku

Senja yang temaram dan gerimis yang singgah membasahi bumi seolah tak berarti, saat kutatap sahabat syurgaku sedang tertunduk khusu membaca kitab suci. Sesaat kutatap punggung yang hebat itu, aku merasakan sesuatu yang tak biasa, entah mengapa gambaran masa laluku seolah melekat dalam dirinya.

Wajahnya telihat sembab, hatiku berduka. Allah ada apa dengannya? siapakah yang tega melukainya?
Selepas Maghrib, ia bercerita tentang kisah hidupnya, tentang masalah yang menderanya. aku hanya bisa memeluknya, mendekap erat tubuhnya dan menghapus airmatanya. Senja itu menjadi saksi di mana airmataku dan airmatanya bersatu.

Jika Aku Jatuh Cinta

Ya Allah…
Jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu

Ya Rabbana…
Jika aku jatuh hati,
izinkan aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Lembutkan Hati Kami, Rabbi

Kami tahu kerasnya batu
Yang jika disirami lembutnya air akan luruh
Bertahun-tahun, berpuluh-puluh tahun bahkan beratus-ratus tahun
Tapi hati kami bukanlah batu
Bahkan mampu keras melebihi batu kali
Yang jika disirami beribu nasihat
Tak kan luruh meski zaman terus berganti

Lepas Hijab Bukan Solusi Permasalahan

Dear Novitanians,, repost artikel lagi nih... ini adalah artikel saya yang dimuat di Dakwatuna,, alhamdulillah dapet 3000an liker... kaget dan ga nyangka begitu denger berita Marshanda lepas jilbab,, dan artikel ini adalah luapan kegundahan saya... Allah.. allah .. allah semoga saya tetap istiqiomah berhijab,, walau masalah apapun menimpa saya.. 




Hampir sepekan sudah media masa ramai memberitakan perihal masalah keluarga yang tengah dialami seorang artis muda yang juga merupakan motivator bernama Marshanda. Perceraian, perebutan hak asuh, dan konflik dengan sang ibunda nampaknya menjadi penyebab artis cantik itu memutuskan melepas hijab yang telah hampir empat tahun menutupi auratnya.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pembelajaran bagi kita semua, khususnya para muslimah berhijab. Bagaimana jika kita didera masalah yang begitu pelik? Atau bagaimana jika kita berada dalam kondisi terpuruk? Apakah kita akan seperti marshanda yang lantas membuka hijabnya? Astagfirullahaladzim, semoga tidak.

Sunday, March 15, 2015

Belajar Komitmen dari Tukang Batu

Alkisah, ada seorang tukang batu yang tengah sibuk memecah batu, ketika raja dan serombongan pejabat istana lengkap dengan kereta kudanya melintas penuh wibawa. Tukang batu yang nampak kelelahan itu mulai berandai-andai, betapa nikmatnya menjadi raja. Jalan-jalan kesana kemari dengan kereta kuda yang penuh dengan wibawa.
“Duar”.  Tuhan mengabulkan keinginannya. Berubahlah ia menjadi raja. Ditengah pekerjaannya, ia dituntut untuk melakukan perjalanan jauh yang melelahkan. Terik matahari mulai membakar kulitnya.  Ia pun berpikir betapa enaknya jadi matahari yang begitu leluasa mengatur panas kesana kemari.
“Duar”.  Tuhan kembali mengabulkan permohonannya. Berubahlah ia menjadi matahari. Tak berapa lama ia menyinari, datanglah awan yang menutupi pancaran sinarnya.  Ia pun mendengar sorak sorai orang-orang menyambut awan sebagai pertanda turunnya hujan. Dan ia kembali berandai, sungguh nikmat jika ia menjadi awan. Seketika itu Tuhan mengabulkan permintaannya.

Kemana Tujuan Hidupmu?

Saat kamu menaiki taksi, sang supir pasti bertanya, “Anda mau kemana?”  lalu apa jawabanmu? Apakah kamu akan menyebutkan arah dan tempat yang kamu tuju? Ataukah lantas menjawab, “Terserah pak supir, suka-suka bapak mau bawa saya kemana”.

Begitu juga dengan hidup. Ketika suatu hari kamu ditanya “kemana tujuan hidupmu?” . Lalu apa jawabanmu? Pertanyaan yang sesungguhnya mudah tapi seringkali sulit untuk dijawab. Tak ayal jika pertanyaan ini kadang seperti meninju seseorang yang tak mengerti tujuan hidupnya, tapi juga bak lentera penyemangat bagi orang yang memahami betul untuk apa ia hidup.