Thursday, March 19, 2015

Ketika yang 'Maha' Justru Tak Berdaya Guna

Sebagai seorang mahasiswa tingkat akhir yang sudah lebih dari tiga tahun duduk di bangku kuliahan, sampai sekarang ada sebuah pertanyaan dalam benak saya yang belum juga terjawab . Kenapa kok pelajar perguruan tinggi disebut ’’mahasiswa’’?
Hmmm,, yaaa, mungkin karena mahasiswa adalah ’’pelajar level tertinggi’’ di jalur pendidikan normal. Di atas TK, SD, SMP, dan SMA.
Ketika saya minta wejangan ke  Mbah Google dengan iseng-iseng mengetik ’’arti mahasiswa’’, tidak ada jawaban yang benar-benar konkret. Pada dasarnya bilang sama: Bahwa mahasiswa adalah istilah untuk pelajar yang paling tinggi levelnya.
Dalam hati saya, berat lho beban nama ’’maha’’ di depan kata ’’siswa’’ . Kalau mahaguru mungkin oke, karena 'dia' guru yang lebih hebat dari yang lain.
Tapi siswa, level apa pun, kan tetap harus belajar. Kalau harus belajar, kok disebut ’’maha’’?
Dan yang buat saya lebih heran lagi, kenapa kok di luar negeri tidak ada yang memakai kata ’’maha’’ atau setara ’’maha’’ untuk menyebut para pelajar perguruan tinggi?
Di Barat, misalnya, semua level disebut student. Ada high school student untuk anak SMA dan ada college student untuk pelajar perguruan tinggi.  Tidak ada ’’mahastudent’’.
Dan hal yang paling buat saya miris, adalah banyak mahasiswa yang justru tak berdaya guna. Jangankan berdaya dan berguna, Tidak menjadi beban saja sudah luar biasa. Banyak mahasiswa yang jusru meminta-minta di jalan raya. Entah tujuannya apa? kemanusiaan atau solidaritas untuk sesama, tapi bagi saya tetap saja meminta-minta.
Mahasiswa, sesuai dengan esensi maknanya -pelajar level tertinggi- , harusnya memberikan kontribusi yang levelnya lebih tinggi dari anak SD, SMP atau bahkan SMA. Sorry to say, saya hampir tidak pernah melihat anak SD sampai SMA meminta sumbangan di jalan raya. 
Bukankah seorang mahasiswa harusnya memiliki produktivitas dan kreatifitas yang tinggi, saya lebih setuju jika mahasiswa mengaplikasikan kreativitas mereka kedalam bentuk lain untuk menggalang dana dibanding sekedar meminta-minta di perempatan jalan raya. Misalnya dengan menggerakkan sektor ekonomi mikro dengan berjualan makanan, minuman, kerajinan tangan, dll. Inilah mahasiswa sesungguhnya.
hmm,,, maaf sebelumnya,,
tulisan ini bukan untuk mendeskreditkan mahasiswa, tapi berusaha menggali kembali apa arti mahasiswa sejatinya :D

3 comments:

  1. Selamat melepas gelar "mahasiswa"
    Selamat memiliki gelar sarjana yaa....
    Semoga gelarnya bermanfaat dan berkah.
    Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya alloh.. baru liat komen bapak.. udh lama ga buka web.. hehe maaf ya pak

      makasih banyak atas bimbingannya slama ini. sy ga mungkin punya gelar sarjana klo ga karena bapak hehe.. skali lagi makasih ya pak...

      mohon doanya pak,, mudah mudahan gelarnya bs nambah kaya bapak hihihi.

      makasih pak.. mudah mudahan bapak senantiasa sehat dan sukses :)

      Delete
  2. Selamat melepas gelar "mahasiswa"
    Selamat memiliki gelar sarjana yaa....
    Semoga gelarnya bermanfaat dan berkah.
    Aamiin

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir. semoga bermanfaat ^_^
Jangan lupa tinggalkan komen yaaa ;D