Wednesday, June 24, 2015

Sebab Waktu Bukanlah Penyembuh Luka


Kadang, 
Allah hadirkan beberapa orang ke dalam hidup kita guna memberikan pelajaran besar.

Kadang, 
keberadaan mereka yang padahal cuma sementara dan terhitung sebentar itu, menorehkan luka yang cukup dalam. Mungkin terlalu dalam. Bahkan tak jarang meninggalkan ruam di relung hati yang paling dalam atau trauma berkepanjangan.


Pilihan hidup manusia cuma ada dua.
Menjadi masa lalu atau masa depan seseorang. Takdirlah yang bekerja pada fase ini. Acapkali kepergian orang itu membekaskan jejak hitam dan memar pada hati yang tak lagi sehat. Sehingga harus benar-benar menghapuskan segala memori tentangnya. Tentang keberadaan dia dalam hari-hari kita.

Tak mudah memang..
Seringkali, air mata yang mengering pada buku diary menjadi saksi bisu pelajaran hidup.

Acapkali, tinta hitam yang tertulis di atas kertas putih tentang betapa sakitnya hati, menjadi sejarah kelam masa silam.

Kita mencoba melupakan semua.
Agar masa depan dapat sedikit lebih terang. Pikiran dangkal ini mengira bahwa WAKTU adalah obat dari segala kepahitan yang dirasa.

Salah!!!

Setelah aku mengenal Rabbku..
Setelah aku berusaha menjadi hamba yang lebih berserah kepadaNya. Baru aku tahu. Baru aku sadar, bahwa DIA adalah obat dari segala.

Rabbku adalah jawaban dari semua.
Penyembuh terbaik dari luka hati bukanlah seberapa panjang waktu belajar ilmu ikhlas. Bukan pula seberapa lama menjadi murid kehidupan dunia. Namun, banyak-banyak mengingat Allah-lah sebagai pencipta dari bumi yang maha luas.

Because the best self healing is not the TIME but the word of ALLAH...

No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah mampir. semoga bermanfaat ^_^
Jangan lupa tinggalkan komen yaaa ;D