Friday, February 17, 2017

STOP! Iklan Rokok Langgar Undang-undang Penyiaran

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat siksa
tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok, di pabrik pekerja merokok, di kantor pegawai
merokok, di kabinet menteri merokok, di reses parlemen anggota DPR merokok, di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
 di perahu nelayan penjaring ikan merokok, di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na'im sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok, di ruang kepala
sekolah ada guru merokok, di kampus mahasiswa merokok, di ruang kuliah
dosen merokok, di rapat POMG orang tua murid merokok, di perpustakaan
kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok, tapi
tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,
***
Secuplik puisi berjudul 'Tuhan Sembilan Senti' karya Taufik Ismail, jelas menggambarkan betapa Indonesia menjadi surga bagi para perokok. Bahkan rokok telah menjelma menjadi tuhan baru yang menguasai manusia, mulai dari orang dewasa hingga remaja. 

Berbicara tentang remaja, menurut survei sosial ekonomi nasional, 70% remaja berusia 19 tahun ke atas telah menjadi pecandu rokok. 

Kenapa demikian?? Penyebabnya adalah konsepsi rokok yang salah pada pemikiran remaja.