Friday, March 31, 2017

Hotel Aston Marina Ancol Turut Serta Selamatkan Bumi Melalui Earth Hour 2017


Selamatkan Bumi???

Dua kata yang mungkin tidak familiar di telinga banyak orang. Alasannya: lho, memang bumi kenapa kok harus diselamatkan? Perasaaan semuanya baik-baik aja kok.

Please deh, sekarang saatnya buka mata dan telinga. Bumi kita ini lagi tidak baik-baik aja lho. Buktinya beberapa tahun belakangan ini cuaca makin tidak bersahabat. Kadang hujan, Kadang juga panas banget. Terlebih lagi, sekarang ini musim udah nggak setia sama jadwalnya. Waktunya musim hujan eh yang dateng malah kemarau, dan giliran masanya musim kemarau malah hujan yang dateng terus.

Penyebabnya, tidak lain dan tidak bukan adalah kurangnya awarness kita terhadap kondisi bumi, seperti; efek rumah kaca, gas buang industri serta asap kendaraan, kerusakan hutan dan borosnya pemakaian listrik. 

Borosnya pemakaian listrik???
Mungkin beberapa dari kita ada yang tidak mengerti kenapa borosnya pemakaian listrik bisa menjadi penyebab kerusakan bumi. Hal itu karena sebagian besar energi listrik dihasilkan dari pembakaran batu bara, yang efeknya adalah melepas karbon dioksida. For your information, karbon dioksida adalah pemicu polusi udara yang berpengaruh besar terhadap pemanasan global. Jadi, bisa disimpulkan, jika kita memboros-boroskan listrik berarti kita sudah ikut berkontribusi pada pemanasan global yang notabene merusak bumi.

Wah... jangan sampe deh...

Thursday, March 23, 2017

Detergen Halal? Ya, Cuma Total Almeera, karena #HALALituharusTOTAL

Halal. Satu kata yang menjadi keharusan bagi setiap muslim dalam memilih produk. Awalnya, saya kira hanya makanan saja yang harus berlabel halal tapi ternyata, semua produk yang kita gunakan sehari-hari haruslah juga bersertifikat halal.


#HALALituharusTOTAL

Alhamdulillah, saya menjadi salah satu dari blogger perwakilan Wajah Bunda Indonesia, yang beruntung diundang menghadiri peluncuran detergen halal pertama di Indonesia, Total Almeera. Acara tersebut sekaligus menjawab pertanyaan yang menggelayut di benak saya selama ini. Akhirnya saya menyadari kesalahan dan kekeliruan saya tentang produk halal. 


Kenapa demikian?? 
Jujur, awalnya saya tidak begitu saja percaya dengan apa yang dijabarkan pada acara lauching. Namun, sebagai seorang mahasiswa pascasarjana yang terbiasa dengan riset dan penelitian, saya tertantang untuk meneliti sendiri. Bener ga sih sebegitu pentingnya kita menggunakan detergen halal. Kenapa kok detergen aja harus ada halalnya segala? Mungkin aja semua detergen itu halal tapi belum urus sertifikat halal MUI.


Dan betapa kagetnya saya, setelah membaca banyak literatur tentang produk yang memiliki kandungan tidak halal. Ada satu artikel, yang merupakan hasil riset dari seorang ilmuwan Belanda bernama Christein Meindertsma yang telah menghabiskan waktu selama 3 tahun lamanya untuk meneliti tentang kemana perginya bagian-bagian tubuh babi setelah dari rumah jagal. 

"Saya sangat terkejut ketika saya mulai mengetahui betapa luar biasa dan bervariasinya kegunaan dari seekor babi. Sepertinya pada masa sekarang ini, babi tidak lagi sekadar dipandang sebagai hewan, tapi lebih sebagai bahan baku mentah industri dengan jenis pemanfaatan berbeda yang jumlahnya tidak terbayangkan.", Ungkap Christein.
And you know what?? 

Ternyata ada 158 jenis produk yang memanfaatkan bagian tubuh babi sebagai komposisi pembuatannya. Dan salah satunya adalah detergen.


Saturday, March 4, 2017

HONESTBEE: Belanja Mudah, Ga Pake Macet, Ga Pake Ribet


Belanja adalah satu kegiatan yang pastinya dilakukan setiap orang dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Tahu nggak sih, kalo belanja juga menjadi salah satu agenda penting pelepas penat dan stress. Banyak penelitian yang menunjukkan kalau belanja alias shopping, mampu menurunkan tingkat stress sampai 30%. Sebagai seorang blogger, privat teacher dan juga mahasiswa pascasarjana, saya butuh banget yang namanya ‘me time’ untuk melepas segala beban pekerjaan. Dan shopping adalah me time paling juara namun sederhana yang rutin saya lakukan. Tapi belakangan ini me time saya kok makin ga asyik ya? Rutinitas belanja yang setiap bulan saya lakukan bukannya menjadi ajang me time dan melepas lelah malah justru bikin saya tambah stress.

Macet bin Ribet bikin Belanja Jadi Nggak Banget

Padatnya jadwal kegiatan saya, dari hari senin sampai sabtu bahkan terkadang minggu, membuat saya harus mencuri-curi waktu untuk sekedar jalan-jalan ke mall dan berbelanja kebutuhan. Tapi waktu yang sedikit itu justru terkuras karena macetttt. Daerah rumah saya di komplek taman wisma asri Bekasi ga pernah lepas dari yang namanya macett. Apalagi pas weekend, baru keluar komplek aja, macetnya mengular sampai 6 km menuju ke beberapa pusat perbelanjaan yang terkonsentrasi di Jalan K.H. Noer Ali. Asliii bukannya happy malah bikin cranky T_T

Bayangin aja, jarak yang cuma 6 km itu, kalo macet menghabiskan waktu 1-1,5 jam ditempuh pakai mobil. Perjalanan pulang pergi aja udah makan waktu 2-3 jam sendiri T_T. Waktu saya yang sedikit jadi ga bisa dimanfaatkan betul betul untuk pilih mana barang-barang yang berkualitas dan tentunya juga pas di kantong. 

Alhasil waktu yang sedikit dan udah dipotong macet itu, yang menyebabkan saya jadi asal pilih barang saat belanja. Pernah banget waktu belanja yang terburu-buru itu, bikin saya salah ambil barang yang mau dibeli. Yang ga prioritas malah dibeli, ehh.. yang prioritas malah ga kebeli sama sekali. Kadang saking buru-burunya sampai ga sempet liat tanggal kadaluarsa. Akhirnya barang yang diniatin untuk stock beberapa bulan, malah harus buru-buru diabisin karena mepet waktu expired. 

Sampe ngebayangin di zaman yang serba canggih sekarang ini, enak kali ya kalo punya semacam layanan online yang terkoneksi langsung dengan pusat perbelanjaan atau supermarket besar. Tinggal klik klik order, barang langsung diantar, kapanpun dan di manapun kita minta.

dan Alhamdulillah doa saya terjawab sudah.

Wednesday, March 1, 2017

Karena Bahagia Bukan Tentang Kemampuan Tapi Kemauan


Bicara tentang kebahagiaan, siapa sih yang tidak ingin bahagia di dunia ini? Pasti tidak ada. Kenapa? Karena saya yakin bahwa tujuan hidup setiap orang pasti ingin mendapatkan kebahagiaan.


Kebahagiaan adalah hal yang paling dicari oleh manusia. Semua yang diinginkan manusia pasti berujung pada keinginan untuk bahagia. Contohnya: sepasang kekasih ingin menikah, karena dengan menikah mereka akan bahagia. Pengusaha ingin untung, karena dengan untung ia akan bahagia. Atlet ingin meraih juara, karena degan meraih juara ia akan bahagia. Banyak orang yang ingin sukses dan kaya, karena dengan sukses dan kaya akan bahagia. Bahkan kita semua ingin masuk surga, karena di surga ada kebahagiaan.

Hal tersebut menunjukkan bahwa sesungguhnya kebahagiaanlah yang dicari setiap orang. Bukan pasangan, keuntungan, kekayaan, atau kesuksesaan. Pertanyaannya adalah bagaimana mungkin kita bahagia jika tolak ukur kebahagiaan yang kita gunakan tidak tepat?