Saturday, September 23, 2017

Cara Cerdas Ibu Muda Atur Keuangan Keluarga


Keuangan yang sehat awal keharmonisan keluarga

Terdengar klise ya? tapi nyatanya fakta inilah yang saya rasakan dan banyak kita temui di lapangan.

Banyak pernikahan yang berantakan karena uang. Penghasilan yang tidak memadai atau pengeluaran yang tidak terkontrol dapat menyebabkan pernikahan hancur. Sering kali sang istri ditunjuk sebagai biang keladi dari permasalahan ini dengan alasan 'tidak pandai mengelola keuangan keluarga'.

Duh, kok serem amat ya saya ngomongnya. Tapi memang demikian lho dears. Kalau boleh flash back, dulu saya menikah di usia 19 tahun. Usia yang terbilang sangat muda. Demikian juga dengan suami, yang hanya terpaut selisih 3 tahun dengan saya. 

Tapi, bermodalkan Bismillah dan komitmen tinggi untuk terus berusaha dan berjuang bersama, kami memberanikan diri untuk menikah. Ternyata eh ternyata, menikah tidak seindah drama-drama korea. Banyak hal yang harus disesuaikan dengan pasangan, termasuk masalah keuangan. 

Di usia 20 tahun, saya mengandung. Kondisi fisik yang lemah, membuat saya resign dari pekerjaan saya. Dan keuangan keluarga hanya ditopang dari penghasilan suami saja. Masalah baru kini muncul, karena kondisi saya yang harus bedrest, sehingga nggak bisa mengerjakan perkerjaan rumah, makan harus beli, cucian harus laundry, dan ke klinik tak pernah alfa 2 minggu sekali. Semua itu membuat keuangan keluarga babak belur dan sering kali memicu pertengkaran saya dan suami *upps.

Akhirnya saya sadar, masalah ini jika dibiarkan terus menerus akan semakin besar bahkan berujung perpisahan. Sambil menunggu kelahiran anak pertama, saya belajar tentang finacial planning dari buku dan internet. Saya juga membuat list apa yang harus saya lakukan untuk lepas dari kondisi tidak mengenakan itu. 

Alhamdulillah, kini semuanya jauh lebih baik. Di usia saya yang ke-29 tahun, saya bisa melanjutkan kuliah S2 saya, sambil menyekolahkan kedua anak saya. Mau tahu apa rahasianya???

Nih berikut saya kasih Cara Cerdas Ibu Muda Atur Keuangan Keluarga:

1. Petakan pengeluaran sesuai kebutuhan
Agar tidak terjebak dalam perilaku konsumtif, langkah yang harus dilakukan adalah memetakan setiap kebutuhan kita dalam skala prioritas.

sumber: belajar.kemendikbud.go.id

Kebutuhan Primer
Kebutuhan yang harus dipenuhi guna mempertahankan kelangsungan hidup. 
Nah, kebutuhan primer ini meliputi; cicilan-cicilan, makanan, obat, transportasi, pulsa, dll.

Kebutuhan Sekunder 
Kebutuhan yang ini sifatnya pelengkap setelah kebutuhan primer terpenuhi, seperti; pergi ke salon, nonton bioskop, makan di restoran dan pergi piknik.

Kebutuhan Tersier
Kebutuhan yang ini berkaitan dengan gaya hidup dan kemewahan, seperti; perhiasan, barang-barang branded, dll. 

Setelah kita memetakan semua kebutuhan kita, pasti akan lebih mudah menentukan mana yang harus didahulukan dan mana yang tidak. Tentu saja prioritaskan yang primer, baru kemudian sekunder. Untuk kebutuhan tersier, baiknya kesampingkan dulu.

2. Membuat catatan pemasukan dan pengeluaran setiap bulan.

Banyak orang yang over bujeting dalam memenuhi kebutuhannya karena tidak menuliskan pengeluaran dan pemasukannya secara benar. Sebenarnya proses mencatat pemasukan dan pengeluaran dapat dilakukan secara sederhana, tidak perlu sampai kursus akuntasi atau segala macamnya dulu. 

Catatan itu bisa kita tuliskan di buku agenda, atau lebih praktis menggunakan microsoft excel. 
Caranya sangat mudah, buat kolom pemasukan dan pengeluaran kemudian isi dengan nominal yang sudah kita anggarkan. Hal tersebut memudahkan kita menyeimbangkan arus masuk dan keluar. 

ini catatan pemasukan dan pengeluaran yang saya buat
mudah kan?

3. Cerdas menggunakan aplikasi perbankan.
Saat ini kita banyak diuntungkan dengan berbagai macam aplikasi yang memudahkan kita bertransaksi secara real time. Internet banking, sms bangking, token, sangat memudahkan kita saat ini. Tapi jangan lupa kalau kemudahan itu kadang menjebak kita berperilaku konsumtif. Kuncinya adalah bijak menggunakannya dan ingat alokasi dana yang sudah kita tetapkan di awal ya.

sumber: bisnisjasa.id

4. Bijak menggunakan kartu kredit.
Kartu kredit, kartu yang seperti punya dua sisi. Jika kita pandai memanfaatkannya tentu akan sangat menguntungkan, tapi jika kita tidak cerdas menggunakannya maka kita akan terjebak dalam hutang yang nggak ada habisnya. Teman saya bahkan terang-terangan menyebut kartu kredit itu kartu setan, karena setiap dia membawanya ke pusat perbelanjaan, tagihan pasti membengkak. 

Caranya adalah hanya gunakan saat dibutuhkan, atau gunakan untuk membeli sesuatu yang sudah kita anggarkan dan kebetulan ada promo dengan menggunakan kartu kredit tersebut dan hindari menarik uang dari kartu kredit. 

sumber: fispol.com

5. Menabung
Setuju nggak, kalau saya bilang langkah awal kesuksesan mengatur keuangan keluarga adalah menabung? 

Sedari kecil kita udah diajarin menabung lho. Bahkan di buku IPS anak saya, ada pembahasan menabung, sedikit-sedikit lama lama jadi bukit. Langkah mudahnya adalah anggarakan nominal tabungan di awal. Lalu masukkan ke rekening berbeda atau gampangnya gunakan autodebet. Bagi yang berwirausaha dan penghasilannya tunai setiap hari, sisihkan saja lembaran hasil usahanya di kaleng atau kotak penyimpanan. 

Alhamdulillah, sejak kecil saya sudah mengajarkan anak saya untuk menabung sedikit demi sedikit uang jajan dan pemberian kakek neneknya. Walau tak seberapa tapi saya percaya semangat menabung yang ditanamkan sejak kecil akan berdampak ketika besar.

Celengan, kedua anak saya,
yang dino punya Raisha dan yang spiderman punya Syauqi


6. Berasuransi
No one knows what will happen tomorrow, iya nggak sih? dan asuransi adalah salah satu bentuk ikhtiar kita menghadapi masa depan. 

Dulu, saya termasuk orang yang tidak mementingkan asuransi, bagi saya menabung saja cukup. Tapi semakin kesini, saya semakin teredukasi akan manfaat dari asuransi. Dan beruntungnya saya beberapa waktu lalu, dapat menghadiri acara financial planning bersama SinarMas MSIG Life dengan tema "Smart Mom Protect Your Family Smile". Dari acara itu, saya semakin melek akan finansial literasi.

Para pembicara dalam acara tersebut
Dears, tahu nggak, kalau ternyata, orang Indonesia yang punya polis asuransi hanya dibawah 10%. Oh My God, jadi 90% nya belum sadar akan pentingnya asuransi. Padahal di luar negeri, hampir semua orang punya polis asuransi lho. Hal ini diakibatkan butanya masyarakat Indonesia akan literasi keuangan. 

Bahkan menurut Aakar Abyasa Fidzuno, Pakar Edukasi Keuangan, saking rendahnya kesadaran asuransi di Indonesia, menggerakkan pemerintah untuk memberikan edukasi dan OJK menargetkan tingkat literasi keuangan Indonesia naik 2% setiap tahunnya.
Karena materinya yang bagus banget, saya catat semua dalam agenda biar tidak lupa

Sebegitu pentingkah asuransi? Bagi saya YA, karena melindungi dan mengantisipasi resiko-resiko yang terjadi di masa mendatang itu penting. Terlebih bagi ibu muda seperti saya. Harapan saya adalah kesejahteraan, masa depan, dan pendidikan anak dapat terpenuhi dengan baik with or without me. Dengan adanya proteksi pada asuransi, saya merasa lebih terjamin dalam menghadapi masa depan.

Saat ini banyak produk asuransi yang ditawarkan, untuk itu kita harus jeli mencermati mana yang sesuai kebutuhan kita dan menyediakan banyak manfaat yang kita butuhkan. Dan asuransi Sinarmas MSIG Life yang membuat saya jatuh hati. Alasannya adalah Sinarmas MSIG Life menawarkan sesuatu yang berbeda dengan perusahan lainnya, seperti:

1. Tersedia Kalkulator Finansial
Hal ini memudahkan kita menghitung perencanaan dana pendidikan, pensiun sampai proteksi penghasilan. Bahkan lengkap dengan diagramnya.

kalkulator finansial yang tersedia di www.sinarmasmsig.co.id

2. Tersedia Solusi Produk Tahapan Kehidupan
Sinarmas MSIG Life menyediakan solusi produk tahapan kehidupan, mulai dari 
lajang - menikah - menikah memiliki bayi - menikah memiliki anak -  menjelang pensiun - pensiun.

Dengan adanya tahapan tersebut, memudahkan kita memilih produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Solusi Produk Tahapan Kehidupan yang tersedia di www.sinarmasmsig.co.id

3. Layanan Online 
Cepat, praktis, dan efisien sudah menjadi tagline masyarakat saat ini. Menyadari akan hal itu, Sinarmas MSIG Life menyediakan layanan online yang dapat diakses calon nasabah, nasabah, dan agen. Jadi, nggak perlu repot-repot bermacet macet ria di jalan raya atau membuang waktu percuma, karena membeli polis dan proses klaim dapat dilakukan dengan sentuhan jari saja. 

layanan online yang tersedia di www.sinarmasmsig.co.id

Sinarmas MSIG Life
Facebook: Sinarmas MSIG Life
Twitter: @sinarmasMSIG
Instagram: @sinarmasmsiglife

#YukAturUangmu and #SmileWithMe

Gimana dears, cara cerdas ibu muda atur keuangan di atas mudah dilakukan, kan? Mulai sekarang, Yuk Atur Uangmu and be a smart mom to protect your family smile, yang setuju sama saya komen dibawah yaaa ^_^ 








64 comments:

  1. Ulasannya detail...smg menginspirasi byk orang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Pak Thurneysen Simanjutak,

      Terimakasih pak, smoga tulisannya bermanfaat ya. Aamiin aamiin semoga banyak yg terinspirasi.

      Delete
  2. wah ada kalkulator finansial, coba ah,,, mantab ini buat itung pengeluaran sehari-hari

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Ike Yuliastuti,

      Iyaa ada lho mba, betul sekali jadi memudahkan kita yaa

      Delete
  3. Tips yang sangat bermanfaat nih, makasih banyak mba. salam kenal yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Pak Munir Sunaryo,

      Terimakasih apresiasinya pak, smoga bermanfaat untuk bapak ya. Salam kenal juga

      Delete
  4. Setuju,, catat pemasukan dan pengeluaran, nabung lalu jangan lupa berasuransi. itu penting banget yaaa. makasih cara cerdasnya mba,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Ibu Urip Lestari,

      Betul bu, catat arus pemasukan dan pengeluaran lalu nabung dan asuransi. Sama sama bu

      Delete
  5. Baru tahu kalo sinarmas MSIG Life itu segitu lengkapnya, tadi pas baca lansung meluncur ke websitenya. okelah jadi pertimbangan untuk beli polis di sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai wahyu pambhudi,

      Wah langsung meluncur ke webnya ya, betul banget disana lengkap lho.

      Delete
  6. Ibu muda banyak talenta, uhuy 😀😀😀
    Mau yang muda atau tua, sebagai perempuan harus pintar kelola uang biar keluarga bisa aman kondisi keuangannya. Tips yg keren bunsay.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Bunda Anisa Deasty Malela,

      Terimakasih apresiasinya bunda, betul banget bun, perempuan harus pandai kelola uang ya. Belajar selagi muda, biar tua nggak mneyesal hehe

      Delete
  7. Serem y gara2 uang rumah tangga jadi berantakan, butyh kesadaran untuk mulai menggunakan asuransi sejak dini y. Boleh di coba ni

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Bunda Novitalevi,

      Iyaa serem ya bun, tp memang banyak lho kita temui di lapangan seperti itu. Yuk sadar sedari dini akan pentingnya atur keuangan keluarga.

      Delete
  8. Nomer 6 dong sdh aku lakukan sejak dari awal nikah 😍😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Amanda Ratih

      Wahh kamu istri yang cerdas yaa mba, salut deh 😊

      Delete
  9. Terkadang pgn bgt bikin kalkulasi yg jls antara pemasukan dan pengeluaran to kdg gak bs continue.. terima kasih ya say atas masukannya jd terinspirasi lg nih 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Ria Buchari,

      Betul mba, buatnya yg sederhana aja, seperti yang saya buat. Insya allah nggak ribet kok

      Delete
  10. Dulu aku pernah tuh melakukan poin ke 2 dalam mengatur keuangan, karena basic ku accounting jd aku coba terapkan di dlm keuangan rumah tangga, karena wktu itu suami msh ada usaha studio music. Rmang betul sih keuanganku jadi teratur, dan suami tau dipake kemana aja uangnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Melysa Luthiasari,

      Wah punya usaha ya, penting banget lho catatan keuangan. Karena itu membantu kita mengecek kmana pemasukan kita dihabiskan.

      Delete
  11. Bener2 ngerasain manfaat asuransi pas udah punya polis,awalnya buka polis jg krn ada promo jalan2 ke luar negeri.. skrg mikir kalo ga menang pun gapapa,krn punya tabungan yg ga bisa seenaknya diambil,yaa dimana lagi kalo bukan di asuransi 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Anggia Lazuardiah,

      Wahh salut deh anak muda seperti kamu udah sadar asuransi. Moga makin banyak anak muda sepertimu yang sadar finasial literasi ya 😊

      Delete
  12. Makasih tipsnya yak, Iya emang penting banget tuh kelola keuangan mah biar gak gede pengeluaran ketimbang pemasukan heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mba Tia marty,

      Sama sama mba, betul sekali. Jangan sampe pengeluaran kita jauh lebih besar dari pemasukan yaa

      Delete
  13. Aku pun masih belajar mengatur keuangan seperti info ka novi diatas tuh, bikin catatan pengeluaran masuk dan keluar , eh iyaa sama celengan kayaa anaknyaa. Dari dulu aku paling takut sm yg namanya asuransi tau ka, tapi ternyata asuransi sinarmas oke jugaa yaa kak... mau coba mendalami akh mengenai asuransi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai kak endah marina,

      Akupun masih terus belajar kak. Aku percaya seperti kata pepatah alah bisa karena biasa. Nah, karena pengalaman yg cukup sulit itu deh pelan pelan mulai belajar. Yuk dalami dulu.

      Delete
  14. Wuidiih dirimu ternyata nikah muda ya. Keren lah, nikah di usia semuda itu dan akhirnya mampu mengelola keuangan dengan baik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Maya Siswandi,

      Iya mba aku menikah muda. Alhamdulillah, ini juga masih terus belajar mba 😊

      Delete
  15. Alhamdulillah ya mba Novita bisa tetap sekolah dan keuangan keluarga bisa aman. Soalnya kalau tak bisa mengatur keuangan keluarga kasian juga anak anak ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mba Rach Alida,

      Alhamdulillah, alhamdulillah mba,betul itu yg aku sadari banget mba. Karena itu belajar ttg finansial planning itu penting bgt mba

      Delete
  16. Memang harus pintar mengatur keuangan terutama untuk keluarga muda. Masalah ekonomi itu selalu menjadi penyebab utama perceraian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mba Leyla Hana,

      Betul mbaa. Nah itu dia menurur data sih aku dengar bwgitu mba. Makanya pr banget untuk calon ibu yaa

      Delete
  17. Betul banget sebagai ibu yang masih muda harus bisa mengatur keuangan dengan baik. Karena kita mempunyai tanggung jawab besar buat keluarga. Aku banget ini mengatur keuangan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai kak Tika samosir,

      Iya setiap ibu sebenernya dituntut untuk bisa mengelola keuangan keluarga dgn baik ya ka. Aku juga masih terus belajar nih ka

      Delete
  18. Kami sekeluarga sudah ikut asuransi link sejak 2010.
    Punya asuransi itu seperti nemu uang di saku celana, tak terduga dan bikin bahagia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mba Rosanna simajutak,

      Wah sudah lama yaa ikut asuransi. Betul banget. Seperti simpanan masa depan ya kak

      Delete
  19. Yup setuju, asuransi memang harus masuk ke pengeluaran bulanan karena kita nggak pernah tau kapan butuhnya kan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai kak Putri,

      Betul kak. Jadi anggaaran setiap bulan ya kak. Karena skrg bukan cuma proteksi tapi juga investasi

      Delete
  20. Nomer 3 Dan 4 lewat. Nomer 6 aku belum punyà nig. Masih maju mundur. Hehee. TFS mbak. Jadi nambah ilmu baru dari merk asuransi yg berbeda.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mba anesa nisa,

      Sama sama mba, semoga informasinya bermanfaat ya mba

      Delete
  21. aq juga buat catatan pengeluaran tiap bulan, supaya keuangan ga amburadul

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mba Stefanny Fausiek,

      Betul mba catatan itu mempermudah kita mengatur keuangan yaa

      Delete
  22. Tipsnya bermanfaat banget Kaka, baru tau ternyta Ka Novi nikah muda hehe. Wih makin salut saya, masih lanjutin sampe S2 lagi. Saya tahu banget kuliah sambil mengurus rumah tangga (suami, anak dan beberes rumah) itu tak mudah :)

    Btw aku udah nerapin poin 2, walaupun kadang kurang konsisten haha. Karena ini bisa jadi acuan buat kita over budget nda kita dalam sebulan?
    Jadi ibu muda emang kudu cerdas dan bijak mengelola kekuangan yo agar rumah tangga adem damai sejatera hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mba melinda,

      Iyaa aku menikah muda hihihi
      Betul banget, kuliah dan jadi ibu plus kerja juga itu betul nggak mudah, tapi kalau dijalani insya allah indah

      Akupun masih terus belajar mba. Yuk belajar bareng kelola keuangan

      Delete
  23. Mbaa keren banget nih ulasannya. Penting buat dicatet! Thanks for sharing yaa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mba marga apsari,

      Sama sama mba, semoga bermanfaat ya mba 😊

      Delete
  24. Asuransi yg kadang luput ya mba. Padahal ga kalah penting ituh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mas Unggulcenter,

      Betul mas kadang asuransi suka luput atau bahkan ga dianggap penting

      Delete
  25. Pas baca postingan ini aku langsung fokus sama kalkulator finansialnya dan langsung meluncur ke TKP. Bagi aku poin nomor 2 soal mencatat keuangan itu adalah yang paling sulit soalnya suka nggak konsisten. Kalau soal kartu kredit aku nggak pusing karena nggak punya kartu kredit. Hihihi. Dan setuju banget sebagai emak mesti kudu wajib tahu gimana mengelola keuangan di keluarga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mba atistya arifin,

      Iya mab emang kalkulator finansialnya bermanfaat bangetm
      Jadi ibu kudu pinter atur keuangan ya mba

      Delete
  26. Yang boros menggunakan kartu kredit si pasangan nih. Gimana ya agar si pasangan juga bisa kelola keuangan? Kalau terlalu dikekang juga kasihan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mba pusupa,

      Salah satu caranya adalah menetapakn semua anggaran dalam skala prioritas, jadi kalau semisal mau membeli sesuatu dgn kartu kredit inget lagi anggaran yg udh kita buat. Dan baiknya sih sering sering diingetin mba hehe

      Delete
  27. Menjadi seorang ibu memang cerdas dalam mengelola keuangan ya. Supaya selalu bahagia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mba liswanti,

      Iyaa harus cerdas atur keuangan ya mba. Biar bahagia dunia akhirat 😊

      Delete
  28. wow good insight. Dirimu sepertinya punya potensi jadi financial consultant/planner :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai kak Idfi pancani,

      Terimakasih ka, aamiin aamiin. Semoga terwujud ya ka 😊

      Delete
  29. Bener tuh mba. Urusan uang emang bisa jadi sumber pertengkaran suami istri. Padahal tau gak sih klo para istri itu sampe jungkir balik juga ngatur keuangan. Suami sih enak aja. Kadang tinggal ngasih aja trus gak mau tau kurang atau cukupnya. Hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Wian,

      Iya menurut yg aku baca sih demikian mba, masalah ekonomi menjadi salah satu faktor utama pertengkaran bahkan perceraian. Bisa dibilang itu dia tanggung jawabnya, istri dituntut cerdas mengatur keuangan walau kadang sampai jungkir balik 😊

      Delete
  30. Mencatat pemasukan dan pengeluaran ini yang masih angin-anginan mbak, kalau telat sehari bawaan jadi malas lanjutin krn mesti lupa seharian kemarin buat apa aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Ivonie Zahra,

      Mending catatnya diawal bulan mba, jadi itu semacam pos pos yg kita anggarkan. Kalo aku awal bulan aku catat di excel, kalau harian ada semacam buku kas gede, nah aku catatnya disitu hehe

      Delete
  31. Tipsnya membantu sekali, kalo aku lg rem belanja online niy hehehe...

    ReplyDelete
  32. Kadang aku masih gk bisa bedain mana kebutuhan primer am sekunder, tegoda sm diskon2 pdhal blm tentu butuh produkny

    ReplyDelete
  33. Mbak Novita, terima kasih atas ulasannya ya. Masalah keuangan keluarga emang gampang-gampang susah. Salah perhitungan dan cara menggunakannya bisa berabe, terutama bagi seorang pekerja freelance seperti saya, apalagi suami sekarang juga freelance-an. Pembahasan mengenai memetakan pengeluaran itu yang paling penting buat saya sekarang, soalnya kadang-kadang di beberapa pos saya boros banget.

    ReplyDelete
  34. jalan masih panjang agar masyarakat Indonesia melek proteksi. Tfs mbak :)

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir. semoga bermanfaat ^_^
Jangan lupa tinggalkan komen yaaa ;D