Saturday, October 28, 2017

Kenali dan Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Sadanis


Satu dari delapan wanita berisiko terserang kanker payudara.

Shock dan kaget banget waktu tahu fakta itu di acara Forum Diskusi Philips Indonesia. Data tersebut bukan rekayasa lho dears, tapi hasil survei dari Riskesdas 2013. Makanya nggak heran kalau di Indonesia, kanker payudara merupakan pembunuh nomor satu pada wanita. Jadi, satu dari delapan wanita memiliki sel kanker payudara yang akan berkembang di sepanjang hidupnya.

Data lanjutan yang disebutkan oleh Rumah Sakit Kanker Dharmais, sebanyak 60% - 70% penderita yang mencari perawatan telah berada pada stadium akhir. At leats, bisa dikatakan terlambat melakukan perawatan dan makin sulit untuk disembuhkan. Nah, hal ini disebabkan masyarakat yang ogah atau enggan melakukan pemeriksaan ke klinik dikarenakan takut jika hasilnya positif terjangkit kanker. Padahal, justru semakin dini tumor didiagnosa, semakin besar pula kesempatan hidupnya.

Saya sendiri appreciate banget, nggak nyangka Philips Indonesia mengadakan Forum Diskusi bertema Kanker Payudara. Dan ini betul-betul menjadi informasi baru untuk saya. Di acara kemarin saya juga bertemu dengan narasumber keren dan survivor cancer, yaitu;

dari kanan ke kiri: dr. Samuel - dr. Lily - Linda Gumelar - Suryo Suwignjo

 Dr. dr. Samuel J. Haryono, Sp. B (K), Dokter Spesialis Bedah Onkologi
 Dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati, MM., Direktur P2PTM Kemenkes RI
 Linda Gumelar, Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI)
 Graece Tanus, Penyitas Kanker payudara yang telah bebas kanker selama 7 tahun terakhir
 Suryo Suwignjo, Presiden Direktur Philips Indonesia

Kenali Penyebab Kanker Payudara
Everything happens has a reason. Betul nggak? Nggak mungkin dong seseorang ujug-ujug kena kanker, pasti ada sesuatu yang memicunya. Hal tersebut yang tentunya harus kita antisipasi dears.

sumber: @P2PTMKemenkesRI

Kata dr. Samuel, penyebab kanker payudara itu ada beberapa, diantaranya ada gaya hidup, faktor genetik, usia senja dan riwayat kesehatan organ reproduksi.

Gaya hidup ini sering kali menjadi pemicu berkembangnya sel kanker. Rokok dan alkohol adalah salah satunya. Makan makanan pabrikan atau junk food juga harus dihindari ya dears. Kemudian juga jangan takut untuk rajin-rajin ke dokter obgyn untuk memeriksakan kesehatan organ reproduksi kita.


Deteksi Dini Kanker Payudara
Ada dua cara yang dapat dilakukan dalam mendeteksi kanker payudara.

sumber: @P2PTMKemenkesRI

Yang pertama ada SADARI, Pemeriksaan Payudara Sendiri. Hal ini tidak memerlukan alat. Hanya cukup dengan tangan saja. Caranya periksa area payudara kita apakah ada benjolan atau nyeri di sekitar area payudara.

sumber: @P2PTMKemenkesRI

Yang kedua, ada SADANIS, Pemeriksaan Payudara Secara Klinis untuk mengetahui apakah ada perkembangan sel kanker dalam payudara kita. Nah, sadanis ini jika dilakukan sedari dini, dan jika diketahui ternyata ada sel kanker dalam payudara kita, maka dokter akan dengan cepat mengambil tindakan sehingga tidak cepat menyebar. Bahkan dr. Samuel mengatakan orang dengan kanker stadium awal (1) harapan hidupnya tidak jauh berbeda dengan orang pada umumnya 92-98% artinya masih bisa ditangani dengan cepat.

sumber: @P2PTMKemenkesRI

Sudah banyak alat canggih dan kemajuan teknologi yang memudahkan kita mendeteksi adanya kanker payudara, di antaranya;
 Pemeriksaan klinis oleh dokter dapat mendeteksi sampai 85% kanker payudara
 Mammografi dapat mendeteksi sampai 90% kanker payudara
 BIOPSI dapat mendeteksi sampai 90% kanker payudara
 Kombinasi ketiganya dapat mendeteksi 99,5% kanker payudara

Kanker Payudara Bukanlah Akhir dari Segalanya


Di kesempatan kemarin, saya juga sempat berbincang dengan salah satu penyitas kanker atau survivor cancer, Ibu Graece Tanus. Beliau banyak bercerita pada undangan yang hadir, tentang awal mula ia mengetahui ada benjolan di area payudaranya. Tak banyak buang waktu, ia segera memeriksakan diri ke dokter. Awalnya dunia terasa runtuh baginya, lalu ia bilang pada Tuhan, ia belum mau mati. 

Ia melihat banyak sekali keluarga yang menyemangatinya untuk sembuh dan berjuang bersamanya melawan kanker payudara ini. Ia juga sempat down karena merasakan sakitnya kemoterapi, dan ingin ke klinik alternatif saja. Tapi kemudian hal itu ditepisnya. Ia lebih percaya pada Tuhan, dan minta agar kemo berikutnya, sakit yang ia rasa dapat diatasi. Dan doanya terkabul. Kemo-kemo berikutnya sakit yang ia rasa hanya sedikit saja. Cerita bu Graece benar-benar membuat saya terharu. Sebegitu berat dan kerasnya perjuangan seorang survivor cancer.

Mamografi Philips MicroDose
Sebuah studi terhadap mamografi MicroDose (dosis sinar X rendah) Philips tahun 2014 mengenai, “Pemeriksaan mamografi digital dengan teknik menghitung energi elektromagnetik atau photon-counting; dapatkah sebuah kinerja diagnostik direalisasikan pada mean glandular dose (MGD) rendah?”, memperlihatkan bahwa sistem MicroDose Philips memungkinkan pendeteksian small invasive cancers dan DCIS melewati yang diharapkan dan sesuai dengan acuan sistem di Eropa

Mamografi Philips MicroDose ini merupakan inovasi dari Philips yang patut diapresiasi dalam memudahkan deteksi dini kanker payudara, sekaligus menjawab permasalahan yang ada mengenai keterbatasan alat dan sarana.


Saya hanya berharap semoga makin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya SADANIS sehingga terhindari dari risiko kematian akibat Kanker Payudara. Yuk, lakukan SADANIS ^_^

No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah mampir. semoga bermanfaat ^_^
Jangan lupa tinggalkan komen yaaa ;D