Tuesday, March 27, 2018

Cegah Tuberkulosis dengan TOSS TB


Lima belas tahun lebih, aku menjadi saksi bagaimana perjuangan sahabatku mengurus ibunya yang menderita TB. Berbagai pengobatan telah dijalani, bolak bali ke rumah sakit pun sudah tak terhitung lagi berapa kali.

Badan ibunya semakin kurus, kondisi fisiknya kian hari kian memburuk, bahkan paru-parunya pun sebagian sudah diangkat. Namun aku tahu betul, semangat pantang menyerah dari sahabatku dan keluarganya untuk kesembuhan Ibunda tercinta selalu ada.

Kini, Ibundanya telah tiada, namun ada satu hal yang membekas dalam pikiranku. Bahwa TB atau Tuberkulosis adalah sesuatu yang menjadi tanggung jawab kita semua, agar jangan sampai ada lagi yang menderita akibat TB.

Beberapa waktu lalu, dalam memperingati Hari TB Sedunia, aku bersama teman-teman blogger berdiskusi seputar TB, bagaimana penanganannya, dan apa dampaknya bagi kita semua.

Indonesia Darurat Tuberkulosis

Indonesia masuk dalam kategori negara dengan TB tinggi. Berdasarkan data WHO tahun 2017, ada sekitar 1 juta orang Indonesia yang mengidap Tuberkulosis. 28,4% kasus TB tersebut belum terjangkau dan terdeteksi dan 36,2% kasus lainnya sudah diobati namun belum dilaporkan.

Penyebabnya mungkin adalah salah persepsi dan anggapan bahwa TB hanya menyerang masyarakat miskin dengan lingkungan kumuh, atau kaum marjinal. Padahal faktanya, siapa pun dengan latar belakang apa pun dapat terjangkit TB.

Tidak perlu jauh-jauh, contohnya mantan Presiden kita, B. J. Habibie yang pernah terserang TB, saat usianya masih muda, hingga akhirnya harus dirawat di salah satu rumah sakit di Jerman.

Bukan hanya itu saja, Jendral Sudirman, sang pahlawan kita, juga harus berjuang melawan penyakitnya kala berusaha merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah.

Tokoh-tokoh tersebut, sejatinya membuktikan bahwa TB tidak memandang apa dan siapa kita. Yang harus kita lakukan adalah waspada dan paham tentang seluk beluk TB.

sumber: hellosehat.com

Gejala Tuberkulosis

  1. Batuk berdahak lebih dari 2 minggu (kadang berdarah)
  2. Penurunan nafsu makan
  3. Mudah lelah/tidak bergairah
  4. Demam tinggi lebih dari 1 bulan
  5. Berkeringat banyak pada malam hari
  6. Penurunan berat badan


Jika gejala-gejala tersebut sering kita alami, atau sanak saudara kita alami, ada baiknya untuk segera periksakan diri ke dokter. Dan nggak perlu khawatir harus menunggu lama, karena melalui teknologi terbaru Tes Cepat Molekuler, hasil TB dapat diketahui hanya dalam waktu 1,5 jam saja.

Faktor Penyebabnya

Tuberkulosis disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang menyebar di udara melalui semburan titik-titik air liur dari batuk pengidap TB aktif. Dan ada beberapa orang yang berkemungkinan besar terjangkit TB yaitu:

  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pengidap HIV/AIDS, diabetes, atau orang yang sedang menjalani kemoterapi.
  • Orang yang mengalami malnutrisi atau kekurangan gizi.
  • Perokok.
  • Pecandu narkoba.
  • Orang yang sering berhubungan dengan pengidap TB aktif, misalnya petugas medis atau keluarga pengidap.


Bagaimana Penanganannya?

TB merupakan penyakit yang tergolong serius, tapi dapat disembuhkan jika diobati dengan benar. Langkah pengobatan yang dibutuhkan adalah dengan mengonsumsi beberapa jenis antibiotik dalam jangka waktu tertentu.

Dan yang paling disyukuri adalah obat TB disediakan gratis oleh pemerintah. Cukup datangi Puskesmas atau Rumah sakit terkait. Hal ini sebagai langkah nyata pemerintah dalam menekan angka TB di Indonesia.

Cegah Tuberkulosis dengan TOSS TB

sumber: depkes.go.id

Bukan hanya menyediakan obat TB gratis, pemerintah juga melakukan langkah nyata sebagai gerakan stop Tuberkulosis, yaitu TOSS TB.

TOSS TB seolah menjadi warning untuk kita semua bahwa siapa pun dengan latar belakang apa pun dapat terserang TB. dan dengan melakukan TOSS TB, secara tidak langsung kita akan melindungi diri kita dan keluarga dari TB.

TOSS TB
     Temukan
         Obati
             Sampai Sembuh

Temukan
Gejala TB seperti yang sudah dipaparkan di atas, memang sering kali dianggap sepele. Padahal kalau kita mau sedikit lebih aware dengan gejala tersebut dan segera memeriksakannya ke dokter maka angka penularannya tentu dapat ditekan. Untuk itu pentingnya Temukan gejala TB di lingkungan sekitar kita.

Obati
Jika kita atau keluarga positif terserang TB, tenang dan jangan panik. Harapan sembuh masih terbuka lebar. Caranya, segera obati dan lakukan apa yang disarankan dokter.

Pengobatan TB Sensitif Obat berlangsung selama 6-8 bulan dan terbagi dalam dua tahap, yaitu tahap awal, setiap hari 2-3 bulan pertama serta tahap lanjutan, 3 kali seminggu di 4-5 bulan berikutnya.

Sampai Sembuh
Satu hal yang menjadi faktor utama kesembuhan TB adalah konsistensi dalam melakukan pengobatan. Pengobatan TB harus dilakukan sampai tuntas agar sembuh dan tidak menularkannya pada orang lain. Jika pengobatan yang dilakukan tidak tuntas makan Obat Anti TBC (OAT) biasa tidak dapat membunuh kuman sehingga pasien tidak bisa disembuhkan dan pengobatannya akan menjadi lebih lama dan biaya pengobatannya bisa mencapai 200 kali lipat.


Aku percaya. Ke depannya Indonesia akan terbebas dari TB, kuncinya adalah laksanakan TOSS TB bersama-sama. Yuk kita mulai ^_^



2 comments:

  1. Amiin Indonesia bebas tbc. Harapan kita semua, semoga ini dpt terlaksana sebelum 2030 Karena elemen masyarakat, pemerintah, dinas Kesehatan dan Who bersatu memberantas tbc

    ReplyDelete
  2. Sis, ibunya sahabatmu yang kamu ceritakan itu ya. Paru-paru diangkat sebagian? Semoga awareness masyarakat meningkat bahwa TB harus tuntas diobati.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir. semoga bermanfaat ^_^
Jangan lupa tinggalkan komen yaaa ;D