Thursday, April 26, 2018

Halodoc Bantu Para Ibu Hindari Kesalahan Pola Asuh Gizi pada Anak


“Ih, dedeknya lucu banget sih, bun. Sehat dan montok. Jadi, gemas deh!”. Ungkapan-ungkapan seperti itu seolah menjadi sebuah stigma di masyarakat bahwa anak yang montok alias gendut adalah anak yang sehat. Padahal faktanya, anak yang gendut belum tentu sehat, dan anak yang kurus (tidak gendut) bukan berarti tidak sehat.

Stigma yang salah seperti inilah yang harus diluruskan. Tentunya agar tidak terjadi pola asuh gizi yang salah pada anak. Nah, beruntungnya saya, menjadi bagian dari Mom Blogger Community, dapat hadir di acara yang terselenggara berkat dukungan dari Halodoc.

Bertempat di Dailycious Serpong, kami para mom blogger yang hadir diajak untuk mereview kembali sudah benarkah pola asuh gizi pada anak selama ini? Karena semua ibu tentu ingin memenuhi kebutuhan gizi buah hatinya dengan memberikan segala yang terbaik bukan? Namun, sering kali ibu tidak menyadari kalau ternyata pola pengasuhan gizi yang dijalaninya selama ini keliru.

Mom Bloggers Community dan tim Halodoc berfoto bersama
source: @Halodoc 

Pola asuh gizi yang keliru tentunya mengakibatkan si kecil tidak mendapatkan gizi secara maksimal dari asupan makanan yang diberikan ibu. Terlebih di zaman sekarang, pola asuh gizi yang serba instan tentunya akan membawa dampak negatif pada anak.
Akibat dari kesalahan pola asuh gizi pun tentunya tidak main-main, si kecil bisa sakit dan tidak berkembang secara optimal.

MC dan dr. Herlina, Sp. A,
source: @Halodoc

Menurut dr. Herlina, Sp. A, selaku Dokter RS Ciputra Citra Garden dan tim medis dari Halodoc, ada 5 kesalahan pola asuh gizi yang sering terjadi, yaitu:

1. Memaksa anak untuk makan

Saat si kecil enggan untuk makan, jangan paksa si kecil mengonsumsi makanannya. Hal ini hanya akan membuatnya merasa ‘terpaksa’ dan justru semakin tidak menyukai kegiatan ini. Sebaliknya, biarkan sejenak ketika ia menolak dan minta kembali setelah beberapa waktu. 

Namun ingat, untuk membiasakan jam makan agar tidak berubah. Singkirkan makanan jika jam makan berakhir, sehingga anak tahu bahwa kalau ia tidak makan di jam tersebut maka ia harus menunggu di jam berikutnya.

2. MPASI sebelum 6 bulan

Kini masih ada ibu yang memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) kepada si kecil bahkan ketika usianya belum masuk 6 bulan. Padahal, seperti namanya, MPASI hanya pendamping sedangkan ‘makanan pokok’ untuk si kecil tetaplah air susu ibu. 

Sampai usia 6 bulan, anak sebaiknya diberi ASI eksklusif dan bukan MPASI. Karena pada usia di bawah 6 bulan, sistem pencernaannya belum sempurna, sehingga pemberian MPASI justru bisa menimbulkan reaksi atau gangguan pencernaan seperti konstipasi atau timbulnya gas.

3. Makanan tidak sesuai usia

Camilan untuk anak dan untuk orang dewasa tentu berbeda. Meskipun camilan yang diberikan adalah buah atau jus, tetap saja harus sesuai porsinya. Misalnya memberi jus buah pada balita, disarankan hanya maksimal setengah gelas jus 100% buah dalam sehari. 

Lebih dari itu hanya akan menambah gula dan berakibat anak tidak merasa lapar pada waktu makan. Camilan dengan nutrisi seimbang yang disarankan dokter adalah buah-buahan, sayur-sayuran, protein, gandum utuh, atau produk susu.

4. Pemakaian DOT terlalu lama

Pemakaian dot yang terlalu lama pada anak dapat berpengaruh buruk pada pembentukan struktur rahang dan gigi si kecil. Kebiasaan meminum susu dari dot bisa mengakibatkan bentuk rahang atas terlalu maju atau justru rahang bawah yang terlalu mundur. 

Mengurangi penggunaan dot baiknya setelah anak berusia lebih dari 6 bulan, kemudian menghentikan sama sekali penggunaannya selama beberapa bulan sesudahnya.

5. Banyak makanan manis

Pemberian makanan yang manis untuk si kecil merupakan kebiasaan yang kurang baik, karena menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO)) kebutuhan gula harian untuk anak tidak boleh lebih dari 10% dari total energi yang dikonsumsi. 

Hal ini untuk menghindari kelebihan energi dalam tubuh anak. Untuk anak usia 1-3 tahun, 10% sama nilainya dengan 4-5 sendok teh gula. Sedangkan untuk anak usia 4-6 taun, 10 % sama artinya dengan 5-8 sendok teh gula.

Pemberian makanan manis terlalu banyak, bisa menyebabkan gigi rusak, obesitas, dan anak kehilangan nafsu makan. Menurut ahli medis, anak tidak perlu mengonsumsi makanan atau minuman manis lainnya untuk menjalankan pola makan sehat.

MC - dr. Herlina - Blessy 

Kelima kesalahan pola asuh gizi pada anak tersebut, tentunya dipicu oleh beberapa penyebab. Menurut Blessy, Manager Offline Marketing Halodoc, Ada 3 Faktor penyebab Kesalahan Pola Asuh Gizi pada Anak yang sering dilakukan oleh Ibu:

  1. Kesalahan informasi atau ajaran orang tua yang bertentangan dengan sisi medis.
  2. Sering kali menerapkan pola asuh yang dianggap benar tanpa konsultasi pada dokter terlebih dahulu
  3. Sering membandingkan perkembangan si kecil dengan yang lain.


Faktor penyebab tersebut haruslah diantisipasi agar ke depannya tidak terjadi lagi kesalahan-kesalahan pola asuh yang sering dilakukan ibu. Langkah awal yang bisa dilakukan para ibu adalah konsultasi dengan dokter spesialis anak.

Zaman sekarang para ibu seolah dipermudah untuk konsultasi dengan dokter. Kalau dulu harus bikin janji dengan dokter, datang ke rumah sakit, ambil nomor antrian dan menunggu cukup lama. kini, semuanya dapat ibu lakukan di rumah hanya dengan sentuhan jemari.

source: @Halodoc

HALODOC Membantu Para Ibu Hindari Kesalahan Pola Asuh Gizi Pada Anak

Untuk menghindari kesalahan-kesalahan pola asuh gizi pada anak dan mencapai tumbuh kembang optimal, para ibu bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis anak melalui aplikasi Halodoc, mulai dari ngobrol langsung dengan dokter melalui voice call, video call, dan chat. Dokter spesialis anak di Halodoc akan siap memberikan saran dan menjawab pertanyaan ibu. Jadi, para ibu tidak perlu bersusah payah hanya untuk sekedar berkonsultasi dengan dokter.

Blessy, Manager Marketing Offline Halodoc
"Halodoc bukan sekedar aplikasi untuk menjalankan fungsi kuratif atau penyembuhan tapi juga peduli terhadap sisi preventif kesehatan. Salah satu tujuan Halodoc adalah untuk membuat masyarakat Indonesia memiliki pengentahuan lebih luas tentang kesehatan dan tentunya menjadi lebih mudah menghubungi dokter". papar Blessy.

Selain itu, para ibu juga bisa memanfaatkan fitur Pharmacy Delivery, fitur layanan apotek antar 24 jam untuk membeli kebutuhan medis yang dibutuhkan dan pesanan akan diantar dalam satu jam, tanpa biaya ongkir lho.

Ada juga fitur Labs, yaitu layanan pengecekan kesehatan yang bekerja sama dengan Prodia. Fitur ini memungkinkan petugas lab untuk datang ke rumah atau kantor dan melakukan pengecekan kesehatan seperti cek darah, ataupun urine. 

Saat ini fitur Labs dapat dimanfaatkan oleh pengguna di sekitar Jakarta Pusat dan Selatan. Namun, untuk pengguna di luar area itu tidak perlu bersedih, sebab Halodoc terus melalukan inovasi agar kemudahan dalam mendapatkan kesehatan dapat semakin dinikmati oleh masyarakat luas.

saya dan mba uchi gaishan sedang berbincang tentang fitur keren Halodoc 

Promo Menarik di Ulang Tahun HALODOC yang Kedua

Di ulang tahun yang kedua, Halodoc mengajak para ibu untuk lebih aware lagi terhadap pengasuhan gizi yang tepat pada anak. Melalui kampanye #KataDokterHalodoc ibu diajak untuk #SehatLebihMudah dengan berbagai layanan kesehatan dan berbagai kemudahan yang ditawarkan Halodoc.

source: @halodoc

Bukan hanya itu saja, di ulang tahun yang kedua Halodoc memberikan promo menarik yang bisa dinikmati keluarga, seperti: diskon 25% pembelian obat dan vitamin melalui Halodoc.

For more information:

Instagram: @halodoc

55 comments:

  1. Mengerti cara mengasuh anak itu penting banger, tapi tidak ada sekolahnya, jadi mengikuti atau membaca hal-hal seperti ini manfaatnya besar banget. Terimakasih ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai KAk Dwina Yusuf,

      betul kak, makanya penting untuk ibu selalu upgrade ilmu parenting dan jangan ragu untuk berkonsultasi apapun pada dokter anak ya kak

      Delete
  2. Wah bisa video call an sama dokter ya? Keren ini. Konsultasi gini kan selama ini harus bayar dan buat dokter tertentu tarifnya cukup lumayan juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai Kak Okti Li,

      iya kak bisa banget. udah gitu ready selama 24 jam loh. yuk download Halodoc

      Delete
  3. Suka banget dengan kehadiran startup bidang kesehatan seperti HaloDoc ini. Jadi kalau ada hal-hal yang ingin ditanyakan bisa langsung ke pakarnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Kak Fenni Bungsu,

      sama kak. akupun merasa bersyukur. kita bisa dengan mudah menghubungi dokter nggak perlu ribet dan keluar banyak uang.

      Delete
  4. Di gadget saya ada aplikasi Halodoc juga, dan ini memang sangat membantu. Thanks ya sharingnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Kak Tian Lustiana,

      betul kak, aplikasi ini bermanfaat dan solutif banget ya kak, terutama untuk para ibu yang ingin berkonsultasi dengan dokter anak

      Delete
  5. Waaah keren bangat ya HALODOC ini karena bisa menjadi acuan untuk membantu para Ibu agar bisa hindari kesalahan pola asuh gizi bagi anak-anaknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Kak Awan,

      betul kak, Halodoc membantu para ibu agar menghidari kesalahan dalam pola suh gizi pada anak yang sering kali tanpa sadar dilakukan

      Delete
  6. wahhh, ternyata terlalu lama pake dot gak bagus yaa Mba? Anakku pake dot sampe usia 4 tahun, hiks :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Kak Irawati Hamid,

      menurut dr. Herlina, itu termasu salah satu kesalahan dalam pola asuh gizi pada anak loh kak

      Delete
  7. Aplikasi keren ya halodoc ini...Bermanfaat banget buat kita2 ada fitur video call segala :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Kak Ida,

      jadi lebih mudah untuk berkonsultasi pada dokter ya kak. nggak perlu ribet antri dirumah sakit lagi

      Delete
  8. Dulu aku suka memaksa haidar untuk makan apabila dia tidak mau makan tapi sekarang sudah tidak lagi. Terima kasih sharingnya kakak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Kak SAdewi,

      ndak boleh kak, baiknya jangan dipaksa dan jadikan momen makan bersama momen untuk mempererat bonding dengan anak

      Delete
  9. Salam Mbak Bro N

    Hahaha, untuk makan itu setuju banget sih Mbak Bro.
    Kalo liat ponakan dipaksa orangtuanya. Suka gemes sih.
    Tapi apa daya dia Emaknya sendiri.

    Kalo udah punya dasar kuat kayak gini kan.
    Jadi ngerti harus ngapain.

    Mauliate
    Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Kekitaan,

      betul kak, kadang suka gemes ya. makanya sebisa mungkin kita jangan sampai ikutan kaya merek. baiknya sih diskusikan apapun dengan dokter ya kak

      Delete
  10. Buibu millenials bih beruntung banget ya dapet banyak jemudahan di jaman ini. Salah satunya seperti aplikasi Halo Doc ini. Pas banget untuk mendampingi buibu mudah yang bingung seputar masalah kesehatan anaknya yaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Kak Adriana,

      betul kak, berbagai kemudahan bisa didapatkan bu ibu millenias skrang, agak beda sama zaman dulu ya kak.

      Delete
  11. Kesalahan2 itu yang biasanya dilakukan sama ibu. Gimana ya,kadang suka gemes kalau anak ngga mau makan. Jadi makannya mesti agak dipaksa gitu, daripada ngga makan. Ternyata kaya gitu salah yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Kak Risalah Husna,

      nah itu kak, biasanya kesalahan kesalahan dilakukan sama ibu yang berujung pada tidak optimalnya tumbuh kembang anak. baiknya sih konsultasikan ke dokter kalau terjadi sesuatu

      Delete
  12. Informatif bgt ini de infonya, terima kasih ya aq jd dpt info baru :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Kak Ria Buchari,

      wah terimakasih kak, semoga bermanfaat ya kak

      Delete
  13. Alhamdulillah..
    Sangat bermanfaat untuk istri dan anak-anak.

    Terimakasih bunda cantik....
    Lanjutkan !!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Kak Firman,

      terimakasih kak, semoga bermanfaat ya kak. keep reading

      Delete
  14. Penasaran banget ama diskonnya yang wow banget. Mau ah ada halodoc yang lengkap dan informatif :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Kak Alida,

      iya kak banyak promonya nih dalam rangka ulang tahun halodoc yang kedua.

      Delete
  15. Serasa memiliki dokter pribadi ya kalau ada aplikasi ini. Makanya penting banget ortu terutama yg ada anak kecil di rumah pengen. Jd bisa nanya2 dulu kalau ada masalah, trus baru menegakkan diagnosa ke dokter kalau gak yakin TFS

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Kak April Hamsa,

      betul banget kak, apapun bisa ditanyakan, bisa lewat chat, telp atau video call.
      semoga artikelnya bermanfaat ya kak ^_^

      Delete
  16. Banyak kelebihannya ya halodoc ini. Berharal banget ni, moga aja yang fitur lab bisa makin meluas di banyak tempat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Kak Ika Maya,

      banyak banget kak. aamiin aamiin, insya allah makin meluas kak, karena Halodoc terus berupaya memberikan yang terbaik untuk masyarakat

      Delete
  17. Aku ngalamin banget tu anak susah makan , stress rasanya. Harus sabar dan banyak berdoa supaya anak doyan makan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Kak Ria Bilqis,

      pasti stress ya kak, nah baiknya konsultasikan ke dokter agar menemukan solusi yang terbaik kak

      Delete
  18. Halodoc bikin kesehatan jadi lebih mudah ya kita rasakan. Kalau bingun atau apa pun tinggal klik aja ya aplikasinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Bunda Erysha,

      betul banget kak, halodoc mempermudah kita konsultasi pada dokter

      Delete
  19. Wah ibu2 jadi makin pinter nih ada aplikasi ini. Coba dulu udah ada pas aku masih punya bayi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai Kak Leyla Hana,

      iya banget kak, jadi makin pinter ya kak, aku juga ngarepin begitu hehe

      Delete
  20. infonya bagus2 dari acara ini, sumbernya terpercaya pula. bener2 apps yang berguna, terlebih bagi para orangtua baru yg pastinya penuh kerahuan, kekhawatiran, ketidaktauan. drpd browsing2 sendiri bisa berujung ke info hoax mending pake halodoc ini ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Kak Sonya,

      wah terimakasih kak, semoga bermanfaat ya, dan semoga nggak ada lagi kesalahan pola asuh gizi pada anak

      Delete
  21. Sekarang lebih mudah mendapatkan info kesehatan apalg bisa konsultasi sama dokter sblm pergi k rmh sakit

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Kak Utie,

      betul banget kak, buibu zaman now jadi lebih mudah mendapatkan informasi yang terpercaya ya kak

      Delete
    2. Hai Kak Utie,

      betul banget kak, buibu zaman now jadi lebih mudah mendapatkan informasi yang terpercaya ya kak

      Delete
  22. Replies
    1. Hai Kak Tira,

      sama sama kak, semoga bermanfaat ya kak

      Delete
  23. Sudah coba Halodoc, beli obat di apotik mudah tanpa ribet terus konsultasi dulu sebelum eksekusi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Kak Anisa,

      wah kak anisa sudah coba ya, betul kak, memang banyak promo dan kemudahan dalam halodoc

      Delete
  24. Aplikasi ini sangat membantu masyarakat mencari solusi kesehatan ya. Bisa nanya-nanya langsung smaa dokternya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai kak Nurul,

      betul banget kak. membantu mansyarakat agar mudah meghubung dokter ya kak

      Delete
  25. Jadi setelah enam bulan, pemakaian dot harus mulai dihentikan perlahan-lahan ya mbak? Baru tahu nih. Kalau terbiasa menggunakan dot sampai umur lima tahun misalnya, ternyata berpengaruh buruh ke rahang. Noted mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Kak ANindita,

      menurut dokter spesialis anak begitu kak. memang pemakaian dot yang terlalu lama tidak baik untuk pertumbuhan rahang dan giginya

      Delete
  26. Ada fitur pharmacy delivery, membantu banget ini untuk ibu-ibu yang kerepotan kalau anaknya sakit. Bisa konsultasi juga sebelumnya. Wuidih, nanti langsung minta saudara install aplikasi ini ah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Kak Misu Pinku,

      nah fitur ini yang keren banget kak, solutif dan membantu buibu yang kerepotan kalo anak sakit apalagi kalau udah malam

      Delete
  27. Penting banget ini, apalagi emak kayak aku yang punya anak balita. Kadang butuh info cepat dari ahlinya. Moga jadi solusi buat keluarga ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Kak Mildaini,

      aamiin aamiin, moga artikelnya bermanfaat kak. memang zaman skrang kita harus melek teknologi salah satunya dengan aplikasi HAlodoc ini

      Delete

Terimakasih sudah mampir. semoga bermanfaat ^_^
Jangan lupa tinggalkan komen yaaa ;D