Wednesday, May 16, 2018

Jatuh Cinta pada Bonanza Beef Bakso


Banyak orang yang bilang bakso itu cuma punya dua kemungkinan: enak atau enak banget. Padahal nggak begitu ya. Walau bakso adalah makanan favoritku, nyatanya dua hal ini tidak selalu aku temui. Pernah satu kali aku makan bakso di depan tempat wisata Monas. Karena sudah keburu lapar, akhirnya makanlah aku di salah satu kedai bakso di pelataran luar Monas.

Tanpa ekspektasi macam-macam, aku pesan semangkuk bakso dan ternyata begitu tiba, aku kaget luar biasa. Bakso yang dipesan tidak enak rasanya dan susah dibelah. Belum lagi ada drama baksonya loncat dari mangkok.

Dalam hatiku, pasti ada yang nggak beres dengan bakso ini. Memang dilihat sekilas baksonya terlihat putih bersih, berbeda dengan bakso biasanya yang kecoklatan. Bukan sampai di situ saja, ketika membayar aku juga dibuat kaget dengan harganya yang mahal. Dari situ aku trauma makan bakso di tempat sembarangan.

Lain lagi dengan cerita temanku. Ia sering kali makan di salah satu kedai bakso. Sepertinya kedai itu merupakan kedai bakso favoritnya. Sampai suatu ketika, kedai baksonya digerebek karena menggunakan daging tikus. Dari situ ia kehilangan nafsu makan. Setiap melihat bakso yang terbayang adalah daging tikus yang tak sengaja ia makan. Hal itu cukup membuatnya trauma pada bakso.

Belajar dari pengalaman di atas aku nggak mau sembarangan pilih bakso. Sebisa mungkin aku pilih bakso berkualitas yang terjamin kesehatan dan kehalalannya, yaitu bakso Bonanza.

Jatuh Cinta pada Bonaza Beef Bakso


Beberapa waktu lalu, aku mendapat kesempatan dari Mom Blogger Community, menghadiri Launching Bakso Bonanza. Aku dan 49 blogger yang lain bukan hanya diajak mencicipi lezatnya bakso Bonanza tapi juga jadi tahu bagaimana proses pembuatan dan kualitasnya.

Beberapa isue maraknya penggunaan formalin (pengawet yang memungkinkan umur simpan yang cukup panjang tanpa harus menggunakan alat pendingin) di beberapa produk bakso serta penggunaan campuran daging selain daging sapi, seperti daging celeng atau tikus pada bakso sapi, membuat kepercayaan masyarakat menurun untuk mengonsumsi bakso.

Banyak masyarakat yang akhirnya memilih meninggalkan bakso demi keamanan dan kehalalan makanan yang mereka konsumsi. Padahal bakso merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari budaya kuliner Indonesia.

Dengan keinginan untuk berkontribusi mengembalikan citra bakso kepada semua kalangan, termasuk masyarakat menengah ke atas, maka GGF (Great Giant Foods) melaunching produk baru yaitu Bonanza Beef Bakso sebagai salah satu makanan Indonesia yang menghangatkan, sehat dan mudah dalam penyajiannya.

Great Giant Foods adalah group di bawah naungan Gunung Sewu yang bergerak di bidang perkebunan, peternakan, pengolahan buah-buahan dan animal protein. Dengan menerapkan sustainable integrated farming and production, GGF memiliki visi dapat memberikan alternatif produk terbaik konsumen dari aspek: food safety, food traceability dan reliable source.

Menghadirkan dua narasumber yang keren-keren. Bonanza Beef Bakso berharap di new product launching yang dilakukan menjelang bulan Ramadhan kali ini dapat menjadi alternatif menu sahur, menu buka puasa dan menu lebaran. Karena mengandung protein yang tinggi, menghangatkan dan mudah dalam proses penyajian serta aman dan enak.

Ibu Dayu Ariasintawati dan Ibu Emilia A. Achmadi
(source: @Melyluthia)

Ibu Dayu Ariasintawati, selaku Managing Director PT. Great Giant Livestock (GGL) memberikan penjelasan terkait ‘Folosofi Bakso’ pada blogger yang hadir.

"Kami ingin memberikan konsumen alternatif bakso, makanan yang mudah di masak sendiri dan disajikan secara segar dari daging sapi asli tanpa tambahan zat pengawet, karena masyarakat Indonesia berhak mendapatkan pilihan makanan yang baik dan berkualitas".
Bonanza Beef Bakso mengandung 84% daging sapi asli berkualitas dan diproses secara halal dan aman. Daging sapi yang digunakan dalam Bonanza Beef Bakso berasal dari peternakan sapi sendiri yang dirawat dengan menerapkan ‘Good Farming Practise’ yang menjamin Kesejahteraan Hewan (Animal Welfare), Keamanan Pangan (Food Safety) dan diproses secara halal dan ‘Good Manufacturing Practise’.

Bakso Bonaza Penuhi Kebutuhan Protein Hewani Masyarakat Indonesia

Emilia A. Achmadi, selaku Ahli Gizi juga mengungkapkan hal senada. 

"Saat ini kebutuhan nutrisi yang berasal dari daging sapi bagi masyarakat Indonesia masih terbilang tinggi. Sebab berdasarkan keterangan Menteri perdagangan, Enggartiasto Lukito tahun 2017, konsumsi daging sapi Indonesia masih cukup rendah yakni 2,9 kg/kapita per tahun".

Salah satu penyebabnya adalah banyak kekhawatiran terkait isu pencampuran daging sapi dan juga penggunaan bahwa pengawet. Padahal mengonsumsi protein hewani secara teratur akan menjadikan tubuh kita memperoleh asupan pangan nutrisi secara berimbang.


Bonanza hadir sebagai salah satu solusi agar masyarakat Indonesia semakin meningkatkan konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia. produk bonanza tersedia dalam satu kantung ukuran 500 gram berisi 30 butir bakso yang dijual dengan harga eceran 85.000 rupiah per bungkus.

Bakso Bonanza juga bisa didapatkan di sejumlah ritel modern yang ada di Jakarta Tangerang, Bekasi, Bandung, khususnya di Superindo, Ranch Market, Farmers Market, Papaya, Lulu Market, Market City dan akan segera hadir di Hero.


Nah, gimana dears, kamu suka bakso nggak? sudah cobain bakso Bonanza belum? Share di kolom komen dong ^_^

4 comments:

  1. Kalo baksonya segede gitu aku juga mau bunda haha 😍
    Aku udh cobain bakso ini. Emng enak bgt,

    ReplyDelete
  2. mbakkk bagi baksonya lah hihihi.. emang enak nih bakso bonanza, berasa banget daging sapinya

    ReplyDelete
  3. Baksonya ga bikin eneg & khawatir.. Berasa pula dagingnya.. Baru kali ini sy brani nyetok byk.. 😁

    ReplyDelete
  4. Yuhuuu bakso bonanzanya endes deh pokoknya

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir. semoga bermanfaat ^_^
Jangan lupa tinggalkan komen yaaa ;D