Thursday, June 7, 2018

Hormati Perbedaan, Jaga Perdamaian


Jadikan perbedaan sebagai irama hidup yang mengindahkan, bukan sebab yang menimbulkan perpecahan dan permusuhan

Perbedaan adalah energi yang menciptakan warna-warni kehidupan. Dinamika kehidupan akan tercipta dengan adanya perbedaan. Sebaliknya, kehidupan hanya akan berjalan monoton tanpa adanya perbedaan. Di sinilah salah satu letak hikmah dari perbedaan.

Allah menciptakan kita berbeda-beda agar kita mampu saling mengenal, saling belajar, dan mengelola perbedaan tersebut agar membawa kebaikan bagi kehidupan bersama. Perbedaan menjadi bahan baku yang harus bisa dimanfaatkan untuk memunculkan gagasan-gagasan penting untuk membangun kehidupan bersama yang lebih baik.

Hakikat perbedaan itu makin saya rasakan, saat saya menghadiri acara Buka Puasa bersama yang digelar oleh Polda Metro Jaya. Bertempat di Gedung Promoter, saya dan teman-teman dari Kelas Blogger merasakan betul bagaimana perbedaan itu justru menyatukan kita semua.

Walaupun acaranya adalah buka puasa bersama, tapi para pemuka lintas agama turut hadir dan memberikan support satu sama lain. Bahkan mereka memberikan deklarasi yang menyatakan kebersamaan. Satu hal yang terasa indah dan patut dicontoh oleh kita semua.


Bukan hanya itu, hal lain yang membuat saya terharu adalah sambutan dari Wakapolda Brigjen Pol. Purwadi Arianto yang mewakili Kapolda Irjen Pol. Idham Azis, sungguh menenangkan jiwa,

“Rekan-rekan media dan undangan yang hadir hari ini, saya sangat berharap bisa terjalin persaudaraan yang erat dan dapat terus mendukung kinerja Polri khususnya Polda Metro Jaya dalam mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban di masyarakat. Para tokoh Lintas Agama baik dari Agama Islam, agama Kristen, agama Katolik, Hindu dan Budha yang hadir dalam acara ini, kami sangat berterima kasih atas wujud toleransi dan kepedulian dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa bahwa kita adalah satu, kita bersaudara dan kita adalah Indonesia.”

Mengelola Perbedaan menjadi Sebuah Keberagaman
Syarat utama agar umat manusia bisa mengelola perbedaan adalah penerimaan dan penghormatan terhadap perbedaan itu sendiri. Kesadaran menghormati perbedaan, bisa kita gali salah satunya dengan merenungi asal-usul umat manusia. Jika dirunut dari awal, semua manusia berasal dari asal-usul yang sama, yakni keturunan Nabi Adam.

Penyair Kuswaidi Syafi’ie dalam bukunya Diusir dari Surga (2017), memberi narasi yang indah dan reflektif tentang perjalanan dan hikmah penciptaan Nabi Adam yang sarat nilai-nilai kemanusiaan dan penghargaan atas keragaman umat manusia;

“Nabi Adam ibarat pohon raksasa yang tangguh dan sakti dengan cabang-cabang yang sangat banyak beragam, ranting-ranting yang tak terhingga, juga buah-buahan yang sangat beraneka macam pula. Di antara mereka tidak saja berbeda, tapi lebih dari itu juga berseberangan dan bertentangan.”

Ungkapan tersebut menggambarkan betapa pada dasarnya seluruh umat manusia merupakan satu saudara yang berasal dari Nabi Adam. Jadi, sudah seharusnya umat manusia saling menghargai satu sama lain karena berasal dari nenek moyang yang sama.


Persoalannya, dewasa ini kita seakan gampang bertikai hanya karena perbedaan. Perbedaan primordial seperti suku, agama, ras, dan golongan, yang sebenarnya sudah menjadi kehendak Allah, kini tiba-tiba menjadi persoalan karena ditunggangi berbagai kepentingan, baik kepentingan politik, ekonomi, sosial-budaya, dan sebagainya.

Belum lagi perbedaan pemikiran dari keragaman karakter dan pengalaman hidup setiap orang, juga sering kali menjadi persoalan dan menciptakan pertikaian, bahkan kekerasan, karena menguatnya sikap egois yang tak mau menghargai pemikiran dan pendapat yang berbeda.

Di momen Ramadan ini, rasanya amat tepat menjadi momentum kita untuk menjaga NKRI dan saling menghormati perbedaan. Seperti apa yang pernah disampaikan Gusdur dalam pidatonya, “Marilah kita bangun bangsa dan kita hindarkan pertikaian yang sering terjadi dalam sejarah. Inilah esensi kesejarahan kita, yang tidak boleh kita lupakan sama sekali.”

Citizen Journalism dan Social Media Competition: Bersatu dalam Menjaga NKRI

Dalam kesempatan kemarin, Polda Metro Jaya juga mengajak rekan media dan warga net untuk berpartisipasi mengisi konten media sosial yang kreatif dan positif serta memiliki nilai edukatif untuk masyarakat. Salah satunya dengan mengikuti lomba social media bertema Bersatu dalam Menjaga NKRI.


Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka mewujudkan keamanan dan ketertiban di masyarakat. Dengan menyajikan konten positif di media sosial diharapkan dapat menangkal segala bentuk hoax dan ujaran kebencian yang kini sudah sangat masif.

Hadiah yang ditawarkan tidak tanggung-tanggung loh. Mulai dari motor, kamera, laptop bahkan jalan-jalan dengan helikopter. Tertarik??? Yuk ikut social media competition-nya ^_^

3 comments:

  1. Yes..kita harus saling menghormati tanpa memandang perbedaan ya mak..

    ReplyDelete
  2. Novita yang selalu cantik dan ceria, beneran suka diingatkan untuk toleransi antar umat beragama!

    ReplyDelete
  3. Senang sekali melihat keakraban yang terjalin di acara ini, semoga masyarakat Indonesia semakin cerdas dalam membuat konten apapun di media sosial.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir. semoga bermanfaat ^_^
Jangan lupa tinggalkan komen yaaa ;D