Saturday, August 4, 2018

Torch Relay Asian Games 2018 Sukses Digelar


YES! Finally kirab obor alias torch relay Asian Games 2018 sukses digelar. Api yang diambil dari India tiba di Lanud TNI AU Adisutjipto, Yogyakarta hari Selasa kemarin. Yang membuat berkesan adalah api obor dari India itu dibawa pebulutangkis peraih medali emas Olimpiade 1992, Susy Susanti.

Atlet bulu tangkis favoritku itu disambut langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubowoo X, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Madya TNI Yuyu Sutisna dan Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018, Erick Tohir.

Api obor tersebut kemudian akan diinapkan di Museum Dirgantara pada Selasa malam. Keesokan harinya, akan dibawa ke Candi Prambanan. Di sana, api tersebut digabungkan dengan api abadi dari Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah.

Menurut informasi yang aku dapat dari Panitia Pelaksana Asian Games 2018, INASGOC, setelah dari Prambanan, api akan dibawa ke Pagelaran Keraton Yogyakarta. Kemudian diinapkan semalam.

Baru pada keesokan hari Kamis (19/7/2018), api obor Asian Games dikirab berkeliling Kota Yogya. Selesai kirab di Tugu Yogyakarta, api akan diserahkan ke INASGOC. Api kemudian dibawa ke Solo, Jawa Tengah.

Kirab obor Asian Games 2018 pada Kamis pagi akan dimulai dari Pagelaran Keraton Yogyakarta, selanjutnya menuju Titik Nol Kilometer, mengarah ke RS PKU Muhammadiyah. Kirab kemudian mengarah ke Jalan Bhayangkara-Teteg-Jalan Malioboro-Titik Nol-Jalan Senopati-Perempatan Gondomanan-Pojok Benteng Kulon-Ngabean-Ngampilan-Pingit-Tugu Yogyakarta.

Nah, sebelumnya kamu sudah tahu belom sih bagaimana asal usul terjadinya api abadi Mrapen?

Asal Usul Api Abadi Mrapen


Api Abadi Mrapen merupakan fenomena geologi, berupa api yang menyala di atas tanah sebagai akibat dari terbakarnya gas alam yang muncul ke permukaan bumi.

Mrapen sendiri adalah dukuh di mana api abadi ini berada. Penamaannya berasal dari kata 'prapen' yang artinya perapian. Di kalangan masyarakat setempat, api ini dikenal dengan Kyai Mrapi/Nyai Mrapi.

Hikayat mengenai Kawasan Api Abadi Mrapen dapat ditarik sejak masa runtuhnya Kerajaan Majapahit tahun 1478 M. Saat itu, Majapahit takluk atas Kesultanan Demak Bintoro. Sebagai kerajaan penakluk, Demak Bintoro berkehendak untuk memindahkan benda-benda milik kerajaan Majapahit ke Demak. Perpindahan ini dipimpin oleh Sunan Kalijaga.

Melihat banyak rombongan yang merasa lapar, haus, dan lelah, Sunan Kalijaga memutuskan untuk beristirahat dahulu dalam perjalanan pulang ke Kesultanan Demak. Ia kemudian melihat anggota rombongan yang membawa bahan makanan mentah, kesulitan menghidupkan api untuk memasak dan mendapatkan air di sekitar lokasi.

Sebenarnya ada dua versi pandangan cerita tentang terjadinya Api Abadi Mrapen ini. Pertama, Sunan Kalijaga menancapkan tongkat ke tanah. Saat dicabut, gesekan antara tongkat dan kondisi tanah yang mengandung gas alam berhasil memantikkan api.

Kedua, keberadaan api memang sudah ada. Namun karena terbias sinar matahari, Sunan Kalijaga menunjukkan keberadaan api tersebut dengan menggesek-gesekkan tongkatnya agar lebih terlihat oleh rombongan.
Api Abadi Mrapen juga menjadi lokasi produksi beberapa senjata Kesultanan Demak Bintoro yang dibuat oleh Empu Supo. Antara lain Kyai Sengkelat, Kyai Nogosiluman luk 13, dan Kyai Nogowelang luk 13.

Konser Megah Torch Relay Asian Games 2018 Digelar di Candi Prambanan


Andai aku tinggal di Yogyakarta, malam ini pasti aku sudah ada di Candi Prambanan deh. Melihat betapa megah dan meriahnya konser Torch Relay Asian Games 2018. Berbagai pengisi acara berkontribusi di dalamnya, mulai dari musisi terkenal, penari profesional, sampai orchestra terbaik Indonesia.

Aku ngebayanginnya cuma bisa berdecak kagum. Bagaimana enggak coba, Konser torch relay ini akan mengolaborasikan lagu dengan tarian budaya Indonesia dan beberapa negara Asia peserta Asian Games dengan diiringi Andi Rianto dengan Magenta Orchestra.

Nggak cukup sampai di situ, Creative Directornya, Dito Sulistiasi akan memberikan efek-efek visual dengan teknik video mapping dalam konser ini. Kebayang nggak sih? Latar Candi Prambanan yang disinari lampu-lampu, pasti konsernya makin istimewa, ya kan?

Untuk mengobati kegalauan aku, nggak bisa menyaksikan konser torch relay secara langsung, ya sudah aku setel TVRI saja, karena konser torch relaynya disiarkan secara langsung.

BTW, kamu antusias nggak nyambut Asian Games 2018 ini? Aku antusias banget, sampe ingin ngoleksi maskotnya yang lucu-lucu. Kamu gitu juga nggak? cerita di kolom komentar dong ^_^


2 comments:

  1. Kita harus bangga memang karena kita menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Ayo mari kita dukung.

    ReplyDelete
  2. Antusias dong kak. Bangga pun karena negara kita dipercaya jadi tuan rumah ajang sebesar ini ^^

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir. semoga bermanfaat ^_^
Jangan lupa tinggalkan komen yaaa ;D