Sunday, August 5, 2018

Ubah Sampah Jadi Emas? Emang Bisa???



Mengubah sampah jadi emas???
Memang bisa ya? Itulah kali pertama yang terucap saat aku menginjakkan kaki di daerah Tarumajaya, Desa Jati Asih, Bekasi, tempat peresmian Bank Sampah dan Taman Desa dengan tema “The Gade Clean & Gold”.

Program yang digagas bank sampah ini, mengubah sampah rumah tangga menjadi tabungan emas. Dengan adanya program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat setempat. Jadi, masyarakat bisa menjual sampah rumah tangganya dan hasil penjualannya bisa disimpan dalam bentuk tabungan emas Pegadaian.


Menurutku, program ini adalah terobosan yang brilian. Selain bisa menambah penghasilan berupa tabungan emas, program ini tentunya membawa manfaat ganda, seperti mengubah pola hidup masyarakat dengan memperhatikan sampah rumah tangganya, selain itu juga membuat lingkungan sekitar menjadi lebih bersih.

Direktur Utama Pegadaian, Bapak Sunarso dalam sambutannya mengatakan harapannya,

“Kita berharap, kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah secara sembarangan akan meningkat. Sehingga, program Sampah Menjadi Emas yang kita canangkan bersama-sama pemerintah, dapat mencapai hasil yang maksimal".

Ia menambahkan, bahwa kegiatan bank sampah ini merupakan salah satu perwujudan dari Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Karena itu, Pegadaian, akan terus mencanangkan program Pegadaian Bersih-bersih. Yakni, Program Bersih Lingkungan, Bersih Administrasi dan Bersih Hati, sebagai bentuk kepedulian sosial Pegadaian kepada masyarakat.

Pak Sunarso juga menekankan, tujuan utama pendirian Bank Sampah adalah untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan hidup masyarakat, mengurangi dampak sampah lingkungan, sekaligus meningkatkan sumber penghidupan.


Diresmikannya Bank Sampah ini merupakan salah satu perwujudan dari program CSR (Corporate Social Responsibility) Pegadaian yang bertajuk Pegadaian Bersih-bersih, yang terdiri dari Program Bersih Administrasi, Bersih Hati, dan Bersih Lingkungan, sebagai bentuk kepedulian sosial Pegadaian kepada masyarakat.

Mengusung nama “The Gade” Pegadaian sukses menyentuh ranah anak muda. Nama yang terdengar keren dan dekat dengan millenial. Terlebih The Gade Coffee & Gold sudah banyak tersebar di kota-kota di Indonesia sebagai gerai pegadaian sekaligus cafe yang instagramble. Di sana aku juga sempet coba cappucino The Gade Coffee dan ternyata rasanya memang beneran enak.


Desa Setia Asih Perwujudan Bank Sampah Pegadaian
Ketika tiba di lokasi acara, jujur aku sempet heran, kenapa dari sekian banyak tempat di Bekasi yang terpilih, justru Desa Setia Asih. Ternyata alasannya adalah karena Desa Setia Asih merupakan salah satu desa Binaan Pegadaian yang dijalankan melalui program CSR Pegadaian. Dan dengan kerja sama ini, diharapkan masyarakat akan lebih tertarik terhadap produk-produk Pegadaian dan menjadi nasabah loyalnya.

Oleh sebab itu, program Bank Sampah ini juga dinamakan The Gade Clean & Gold, harapannya desa binaan jadi bersih dan nyaman juga kekinian, sebagai kerja nyata Pegadaian dekat dengan masyarakat.

Di launching kemarin, Pegadaian juga memberikan bantuan dana sarana dan prasarana senilai total Rp. 599,78 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai pembangunan bank sampah dan taman desa. Total bantuan yang telah diberikan Pegadaian sejak tahun 2016 adalah sejumlah Rp. 146.375.000 untuk pembangunan kandang bebek, mushola, pelatihan membatik, pelatihan membuat dodol, pelatihan aqua ponik, dan pelatihan pengelolaan sampah.

Sementara itu, Hari Santoso, Koordinator Bank Sampah Desa Setia Asih menjelaskan, respons masyarakat terhadap pembentukan bank sampah ini, mereka antusias sekali. Bahkan, Pak Hari menyebutkan, bahwa saat ini masyarakat sudah aktif membentuk kelompok yang bergerak di bidang pengelolaan sampah, baik untuk pembentukan posko bank sampah di setiap RW, hingga kegiatan pemilahan sampah.

“Setiap harinya, kita berhasil mengumpulkan 3 kwintal sampah dari 15 pul pengepul di sejumlah desa. Warga yang datang ke sini, dapat membukukan sampahnya, yang nantinya bisa ditabung ke tabungan emas pegadaian. Dengan konversi, 0,01 gram, seharga Rp5.800,” jelasnya.

Wah, nggak lama lagi, kita akan melihat Desa Setia Asih menjadi Desa yang bersih, indah juga sejahtera. Bagaimana nggak coba, sampah mereka akan berubah menjadi tabungan emas.

Duh, jadi kepengen berpartisipasi deh, aku sih berharap ke depannya lingkungan rumahku juga dapat merasakan program The Gade ini. Ke depannya Program seperti yang Pegadaian lakukan di Desa Setia Asih ini akan dilakukan di Desa-desa lain di Indonesia.


Menurutmu, bagaimana sih program mengubah sampah jadi emas ini? Share di kolom komentar ya ^_^

1 comment:

  1. keren kegiatan CSR pegadaian terlebih ide kasih namanya yang memang kekinian sesuai banget buat anak2 muda ya mba

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir. semoga bermanfaat ^_^
Jangan lupa tinggalkan komen yaaa ;D