Friday, September 14, 2018

5 Hal Seru yang Bikin Kamu Wajib ke IIBF 2018


A house without books like a room without windows ~ Horace Mann

Rumah tanpa buku, ibarat rumah tanpa jendela. Bahkan menurutku bagai manusia tanpa kepala. Di setiap rumah wajib hukumnya ada buku, baik itu buku bacaan, buku resep, buku tabungan, atau paling tidak ya buku nikah orang tua ya nggak?

Di rumahku sendiri, jumlah buku yang ada nggak kehitung lagi. Bisa dibilang satu kamar besar isinya buku semua. Rak bukuku sudah nggak cukup lagi untuk menampungnya. Alhasil sebagian buku yang lain disimpan dalam kardus.

Ya, memang secinta itu aku sama buku. Makanya jujur, setiap ada book fair aku super excited banget. Book fair ibarat surga buat aku. Di mana aku bisa cari dan hunting segala macam buku. Dan terimakasih Tuhan, tahun ini aku berkesempatan hadir dalam opening Indonesia Internasional Book Fair 2018 yang diselenggarakan di JCC Senayan.

Opening Indonesia Internasional Book Fair 2018


Di awal acara, hadirin disuguhi dengan tarian daerah yang memukau, setelah itu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa. Kami semua khusuk dan khidmat mengikuti jalannya acara.


Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Penyelanggara IIBF 2018, Ibu Amalia B Safitri, dalam sambutanya beliau mengucapkan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah membantu acara ini dan juga mengharapkan dukungan penuh dari pemerintah, agar kelak IIBF bisa lebih mendunia dan menjadi pameran buku terbesar se Asia Tenggara.

Bapak Triawan Munaf memberikan sambutan

Senada dengan hal itu, Bapak Triawan Munaf selaku Ketua Bekraf dalam sambutannya mengharapkan pameran IIBF dapat menjadi upaya memajukan budaya literasi di Indonesia.

Dalam opening IIBF 2018, menurutku ada satu hal yang sangat spesial, yaitu diberikannya penghargaan kepada 2 penulis idolaku. Penghargaan Book of The Year diberikan kepada Dewi Lestari melalui karyanya yang berjudul Aroma Karsa, sedangkan Best Writer Award diberikan kepada Prof. Rhenald Kasali.

Prof. Rhenald Kasali memberikan pidato singkat

Keduanya adalah penulis idolaku. Buku-buku Dewi Lestari dan Prof. Rhenald Kasali tak pernah alfa aku baca. Bahkan skripsi dan tesisku terinspirasi dari salah satu karya Prof. Rhenald Kasali. Ahh, rasanya bahagia bisa bertemu dan bercengkrama langsung dengan mereka.

Dewi Lestari dan Prof. Rhenald Kasali menerima penghargaan

5 Hal Seru yang Bikin Kamu Wajib ke IIBF 2018


Setelah acara opening selesai, aku memutuskan untuk keliling sebentar area IIBF. Menurutku ada 5 hal seru yang bikin kamu wajib dateng kesini, yaitu:

1. Gratis dan Terbuka untuk Umum

Di IIBF 2018 ini, Ikapi menargetkan lebih banyak pengujung yang dapat hadir. Untuk itu, panita membuka secara gratis ajang IIBF, tujuannya adalah untuk mendekatkan masyarakat pada buku serta meningkatkan minat baca.

Selain gratis ajang ini juga terbuka untuk umum, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang tua, semuanya free. Di pembukaan kemarin, JCC senayan mulai dipenuhi dengan para pecinta buku. Bisa dibilang, hampir semua pengujung pulang dengan oleh-oleh buku di kantong belanjaannya.

2. Adanya ‘Zona Kalap’ Buku


Salah satu yang membedakan IIBF tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya adalah Zona Kalap Buku. Di Zona Kalap, 500 penerbit akan memamerkan 7.000 lebih judul buku berbahasa Indonesia dan buku impor dengan potongan harga hingga 80%. Buku-buku tersebut terdiri dari berbagai genre, mulai dari fiksi, novel, non fiksi, buku anak dan buku religius.


Program ini dirancang semata-mata untuk memuaskan keinginan dan membuat daya tarik pengunjung IIBF untuk membeli buku, karena terdapat diskon yang cukup besar mulai dari 50-80%.

3. Adanya Hadiah Ibadah Haji


Begitu masuk Plenarry Hall aku seolah disambut oleh orang-orang Arab dengan pakaian khas. Stand besar berornamen Timur Tengah dengan jajaran kitab rapih terlihat. Dan yang lebih spesial lagi, secara khusus Kedutaan Besar (Kedubes) Kerajaan Arab Saudi memberikan hadiah utama berupa paket ibadah Haji yang difasilitasi langsung oleh Kedubes Arab Saudi. Kurang lebih ada 16 paket ibadah Haji yang dibagikan kepada pengunjung.

4. Digelar Beragam Acara Literasi


Siapa bilang book fair isinya cuma pameran buku? IIBF 2018 ini bukan hanya berisi pameran buku lho. Tapi juga akan diisi 100 acara yang berkaitan dengan literasi, pendidikan dan kebudayaan, mulai dari lomba untuk sekolah, lomba untuk pelajar, seminar, talkshow, peluncuran buku dan temu penulis.

Digelar dengan tema Creative Work Towards the Culture Literacy, IIBF 2018 melibatkan subsektor terkait dengan buku dan literasi seperti komik, film, kuliner, dan musik.

5. Ajang Penjualan Buku dan Lisensi


Besar harapan agar IIBF ini bukan hanya ajang penjualan buku secara langsung dari penerbit ke pembaca, tapi juga diharapkan menjadi market hub perbukuan internasional bagi penulis yg ini menulis naskah global. Bisa dibilang, IBBF merupakan ajang para penulis, penerbit dan pembaca bertemu dalam satu momen.

Rasanya nggak cukup sehari muter-muter dan kelilingin IIBF, karena banyak banget acara seru dan buku berkualitas yang dibanderol dengan harga murah tentunya. Untuk kamu pecinta buku, menurutku wajib banget sih dateng ke IIBF, karena kamu akan ngerasaain surga itu dekat dan nyata hehehe ^_^


1 comment:

  1. good literasi... laporan kunjungan yg sangat mengundang. Thanks mbak novitania

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir. semoga bermanfaat ^_^
Jangan lupa tinggalkan komen yaaa ;D