Friday, October 19, 2018

SMK ORA et LABORA Siap Cetak Prestasi dengan Gedung Baru




Ayahku seorang teknisi listrik di Jepara, Kak. Karena aku ingin tahu lebih dalam tentang pembangkit listrik makanya aku pilih SMK ORA et LABORA”, ungkap Dek Nisa saat kutanya alasannya kenapa melanjutkan studinya di jurusan Pembangkit Listrik SMK ORA et LABORA.

Menjejakkan kaki, di SMK ORA et LABORA yang kerap disingkat SMK OL membuat aku berdecak kagum. Bagaimana tidak, bidang kelistrikan yang menurutku belum terlalu populer di hati millenial ternyata begitu banyak peminatnya. For your information, SMK OL ini merupakan Sekolah Menengah Kejuruan dengan spesialisasi pembangkit tenaga listrik yang pertama di Indonesia.

Di sana, aku menemui Dek Nisa-Dek Nisa lainnya yang memiliki keingintahuan dan passion yang besar di bidang listrik. Aneh? Tentu tidak dong. Listrik saat ini menjadi sesuatu yang sangat penting. Mengingat Industri 4.0 yang dijalankan pemerintah yang hampir semuanya berkaitan dengan listrik.

Kebutuhan yang besar namun belum diiringi dengan ketersediaan SDM yang mumpuni adalah salah satu alasan Yayasan ORA et LABORA bersama PT. Saratoga Investama Sedaya Tbk. (Saratoga) meresmikan gedung Sekolah Menengah Kejuruan dengan kompetensi keahlian teknik pembangkit listrik. Peresmian gedung sekolah ini juga sekaligus memperingati Hari Listrik Nasional ke-73 yang diselenggarakan setiap tanggal 27 Oktober.


 

Saat ini, SMK OL telah memasuki angkatan kedua di mana Saratoga turut berperan aktif sebagai pendonor dan melibatkan anak usaha atau mitra investasi untuk ikut serta menjadi pendorong dengan mengirim siswa terutama dari daerah di mana operasional usaha berada. 

Saratoga juga mengirim eksekutif untuk mengurus SMK OL dan secara aktif memberi masukan terhadap kurikulum berdasarkan kebutuhan industri melalui Komite Eksekutif SMK OL yang anggotanya dari para profesional termasuk Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI).


Bukan hanya siswa-siswi yang hebat, di sana aku juga bertemu dengan para praktisi di bidang pembangkit listrik yang terlibat langsung dalam pemantauan proses pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan harapan dapat membantu Pemerintah dalam mengatasi permasalahan kurangnya tenaga profesional di bidang kelistrikan. Sekaligus menjadi benchmark dalam ilmu kelistrikan khususnya keahlian teknik pembangkit listrik di Indonesia.

Berkeliling SMK ORA et LABORA rasanya aku semakin bersyukur. Melihat perkembangan pendidikan Indonesia yang makin hari semakin maju. Terlihat dari komitmen SMK ORA et LABORA yang memastikan sumber daya pengajarnya merupakan pengajar yang unggul dan berkualitas.

Hal itu dibuktikan dengan latar belakang pendidikan Kepala Sekolah yang mengeyam pendidikan S3 di Jepang, dan berkerja sama dengan Swiss German University (SGU). Bukan hanya itu saja, SMK ORA et LABORA juga bekerja sama dengan Central Industrial Technology Enterprise (CITE) , sebuah lembaga berbasis industri dan berorientasi sosial yang teruji di bidangnya.

Sebagai seorang yang aktif di dunia pendidikan, aku melihat sebuah perbedaan yang terasa sekali, jika dibandingkan dengan SMK yang lain. SMK OL ini memiliki masa pendidikan 4 tahun. Dimana 3 tahun belajar seperti biasa di sekolah dan mengikuti Ujian Nasional, baru satu tahun terakhir diisi dengan praktek magang untuk menguji keterampilan siswa agar siap terjun ke dunia kerja.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan ORA et LABORA, Sandi Rahaju mengatakan bahwa nilai tambah yang diberikan oleh SMK OL ini adalah bekerja sama dengan mitra strategis perusahan investasi Saratoga dan anak usahanya yakni Adaro Power, industri pembangkit tenaga listrik seperti Paiton Energi, sehingga siswa-siswi SMK OL dapat mengaplikasikan teori yang diperoleh secara langsung ke dunia kerja.


Sebagai bukti nyata, di launching kemarin PT. Adaro Power menyerahkan endowment fund senilai Rp. 1.000.000.000,- yang akan dipergunakan sebaik-baiknya demi keberlangsungan SMK ORA et LABORA.

Memang SMK ORA et LABORA tidak main-main soal kualitas, terbukti dari peralatan penunjang yang dipergunakan dalam proses kegiatan belajar mengajar. Alat prakteknya di datangkan langsung dari Jerman dan Amerika yang dibuat mendekati keadaan asli di lapangan. Hal itu bertujuan agar siswa-siswi SMK OL dapat memahami dan menguasai kondisi realistis yang terjadi di industri terutama sektor pembangkit tenaga listrik.



Aku percaya ke depannya SMK ORA et LABORA akan terus mencetak prestasi gemilang dan menghasilkan tenaga-tenaga profesional yang dibutuhkan dalam pembangunan sektor ketenagalistrikan. Semua prestasi itu tentunya tidak lepas dari dukungan pemerintah terkait kemudahan izin operasional SMK OL serta dukungan industri pembangkit tenaga listrik, dan perusahaan-perusahaan dalam menyediakan infrastruktur yang memadai.

Aku juga berharap ke depannya, komitmen yang telah diwujudkan SMK OL dapat ditiru oleh SMK-SMK lainnya sehingga pendidikan Indonesia dapat semakin maju dan terdepan.

10 comments:

  1. Salut dengan SMK Ora et Labora yang bisa cetak generasi unggulan di bidang kelistrikan ya. Kayak gini nih yang harus dukungan

    ReplyDelete
  2. Wah....keren ya...baru pertama nih yg ada jurusan Pembangkit tenaga listrik, cuma ada di SMK Ora Et Labora ini

    ReplyDelete
  3. Semakin maju ya mba. Moga jadi SDM yg berkualitas. Butuh banyak soalnya ya mba ..tenaga ahli listrik

    ReplyDelete
  4. Salut dengan ide membangun sekolah kejuruan yang jelas sasarannya untuk kemajuan bangsa..semoga banyak generasi kita yang berminat ya.

    ReplyDelete
  5. Lapangan pekerjaan terbentang luas di bidang pembangkit tenaga listrik utk lulusan SMK Ora et Labora nih

    ReplyDelete
  6. Duuhhh mantab banget ya spesialisasi nya... Kira kira SMK ORA Et LABORA ini bakal buka cabang di kota lain ga sih kak...?

    ReplyDelete
  7. Kepala sekolahnya kmrn kyknya masih muda banget ya mbak? Malah komen kepseknya hehe.
    Ini sekolah bagus di Indonesia,nanti aku rekomendasikan anak2 tetanggu di Sby sekolah di sini jg ah :D

    ReplyDelete
  8. Yg terlihat kmrn juga fasiltasnya bagus dan lengkap.

    ReplyDelete
  9. Untung ada SMK Ora et Labora yah.. ga ngebayangin kalo proyek 35000 megawatt udah berjalan, siapa yg bakalan handle kalo bukan lulusan SMK bidah keahlian listrik ^^

    ReplyDelete
  10. gedung barunya bagus ya mbak, peralatan prsktikumnya lengkap ya keren

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir. semoga bermanfaat ^_^
Jangan lupa tinggalkan komen yaaa ;D