Saturday, November 24, 2018

Film Animasi Karya Anak Bangsa Nggak Kalah Keren dari Jepang Lho

Fim Animasi Karya Anak Bangsa

Setuju nggak kalau aku bilang industri kreatif dan perfilman Indonesia harus berbenah? Hal itu bukan tanpa alasan, mengingat saat ini banyak tontonan yang tidak menjadi tuntunan untuk anak-anak. Agak miris gitu, kalau lihat anak-anak menonton sinetron yang lekat dengan romansa pacaran dan cinta-cintaan. Aku takut mereka dewasa sebelum waktunya.

Beda ya sama zaman kita kecil dulu, film animasi luar biasa banyak. Dorameon, Captain Tsubatsa, Chibi Marukochan, Kobochan, Detective Conan dan masih banyak lagi. Jujur lho, tontonan itu membekas banget di aku. Bahkan sampai sekarang aku masih suka nonton, walau harus streaming.

Kalau dilihat lagi, sebenarnya anak-anak sekarang juga sama kaya kita dulu, suka film animasi juga. Cuma memang sayangnya, film animasi saat ini tidak sebanyak dulu. Padahal kalau kita bicara soal proyeksi bisnis, film animasi itu nggak boleh dipandang sebelah mata lho.

Industri kreatif seperti film animasi layak medapat fokus dari pemerintah karena apresiasi masyarakat yang besar. Beruntungnya adalah pemerintah mensupport penuh dan memberikan perhatian pada sektor industri kreatif dan film animasi karya anak bangsa.

Peresmian Creative Room dan Launching Film Animasi Karya Anak Bangsa 'Nano Milenial Force'

Fim Animasi Karya Anak Bangsa

Ngomongin soal film animasi karya anak bangsa, beberapa waktu lalu aku hadir di acara peresmian Creative Room dan launching film Animasi karya anak bangsa “Nano Milenial Force” yang ada di BBPLK Bekasi.

Kementerian Tenaga Kerja menyadari bahwa Industri animasi merupakan salah satu industri yang berkontribusi besar pada PDB nasional Indonesia. Industri animasi saat ini banyak diminati oleh kalangan anak-anak muda terutama anak-anak yang memiliki bakat dan minat di bidang industri ini. Geliat insdustri animasi di tanah air terus menguat. Indikasinya bisa dilihat dari semakin banyaknya produksi animasi yang dibuat anak bangsa, baik untuk kepentingan komersial, sosial maupun pribadi.

Film-film animasi Indonesia pun memiliki kualitas yang baik dan dapat diterima dengan baik di masyarakat seperti film Battle of Surabaya, Petualangan Singa Pemberani Atlantis, Si Unyil dan lain sebagainya. Film-film tersebut tidak hanya memiliki special effect ataupun animasi yang berkualitas, namun juga memiliki kekuatan dari segi cerita yang baik. Hal ini tentu didukung oleh sumber daya manusia atau animator-animator yang kreatif dan memiliki skill yang mumpuni untuk menelurkan karya-karya yang berkualitas. Banyak animator-animator Indonesia yang handal dan terlibat dalam project-project animasi internasional.

Menyadari akan hal itu, pemerintah memfasilitasi generasi muda yang tertarik di bidang film animasi untuk mengembangkan bakat dan hobinya melalui pelatihan yang diselenggarakan di BBPLK Bekasi. Maksud dilaksanakan pelatihan adalah untuk penyiapan penyerapan tenaga kerja di bidang animasi.

Pelatihan yang dilakukan oleh BBPLK Bekasi diharapkan dapat meningkatkan kemampuan/skill animator dan apat terserap ke industri dengan bekerja di studio-studio maupun perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam bidang animasi. Menurut Asosiasi Industri Animasi dan Kreatif Indonesia (AINAKI) diperlukan sekitar 3.000 tenaga kerja per tahun di bidang animasi tetapi saat ini baru mencapai 1.500 tenaga kerja per tahun.

Fim Animasi Karya Anak Bangsa

Hasilnya jangan ditanya, kemarin aku sempet menyaksikan trailer Film Animasi karya siswa-siswi BBPLK Bekasi yaitu Nano Milenial Force. Ceritanya unik, pesannya juga dapat tersampaikan dengan baik. Menurutku sih, anak-anak pasti suka.

Jujur, sebagai warga Bekasi, hadir di acara kemarin bikin aku merasa bangga. Nggak nyangka ternyata Bekasi juga nggak kalah maju dengan kota besar lainnya. Aku berharap ke depannya Creative Room BBPLK Bekasi dapat dimanfaatkan dengan baik, sehingga lahir generasi muda yang siap terjun memajukan sektor animasi Indonesia.

Btw, film animasi karya anak bangsa Nano Milenial Force udah bisa kamu saksikan di Youtube lho. Kalau udah nonton, jangan lupa komen di bawah ya ^_^

Sinopsis NANO MILLENIAL FORCE 


Tiga peserta magang asal Indonesia, masing-masing Nano, Yoko, dan Aris, tersesat. Dan mereka belum ditemukan, mereka tersesat ketika sedang berjalan-jalan di tempat wisata Kuil Kiyomizu dera di Kyoto.

Bangunan yang masuk dalam Warisan Dunia UNESCO ini merupakan bangunan kayu tertua. Menyimpan banyak misteri, sehingga wajar jika tiga peserta magang dari Indonesia itu tersesat.

Dalam ketersesatan itulah mereka bertemu dengan Hanida, sosok pengayom. Mereka diajarkan untuk bersikap profesionalisme, disiplin, tahan uji, dan kemandirian.

“Petualangan” dalam ketersesatan ini punya makna besar bagi perjalanan Nano dan kawan kawan, yang akhirnya mereka bisa menjadi pengusaha sukses. Bekal magang dan pelatihannya di BBPLK telah membawanya lepas dari belenggu yang hanya sebagai pekerja.






No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah mampir. semoga bermanfaat ^_^
Jangan lupa tinggalkan komen yaaa ;D