Monday, November 19, 2018

Mengenal Sosok Viara, Gadis Kecil Inspiratif Penyintas Gangguan Ginjal


Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya tumbuh sehat dan aktif. Namun, terkadang kehendak Allah berkata lain. Seperti yang aku temui beberapa waktu lalu, di acara Diskusi Publik ‘Kenali Gangguan Ginjal pada Anak’.

Awalnya tidak ada yang istimewa. Layaknya belajar, aku mendapat informasi baru seputar gangguan ginjal pada anak. Tidak sampai aku bertemu Dek Viara. Gadis kecil bernama Viara yang berusia 14 tahun, ia adalah seorang penyintas ginjal.

Ia begitu kuat, tabah dan semangat menjalani kehidupannya. Padahal, kisah hidupnya begitu istimewa. Viara awalnya didiagnosa usus buntu di usia 7 tahun. Usai menjalani operasi usus buntu, Viara masih sering merasakan sakit dan kembung di bagian perut. Sampai akhirnya ia harus menjalani operasi berikutnya karena pelengketan usus. Operasi berkali-kali telah ia lakukan, hingga akhirnya ususnya terburai karena jahitan terlepas. Viara koma satu bulan dengan usus dibungkus plastik.

Akhirnya, dokter mengambil tindakan dengan menggunakan kulit bagian paha. Tidak berhenti sampai di situ, akhirnya Viara divonis sakit ginjal. Cuci darah adalah salah satu jalan yang harus ia lakukan. Di salah satu rumah sakit di daerah Jawa, ia menjalani cuci darah. Karena alat cuci darah belum lengkap tersedia, Viara cuci darah dengan menggunakan mesin untuk orang dewasa. Ia kerap menjadi tontonan, karena satu-satunya anak-anak yang menjalani cuci darah di sana.

Akhirnya, Viara mendapat bantuan dan direkomendasikan untuk menjalani pengobatan dan cuci darah di Jakarta, tepatnya di RSCM. Alhamdulillah, bagai secercah titik terang bagi Viara, ia menjalani pengobatan dengan baik karena mendapat support dari pemerintah, dokter dan perawat di RSCM.


Ada satu hal yang membuat aku salut dengan Viara, gadis kecil itu selalu bersemangat menjalani kehidupannya. Sakit yang ia derita bukanlah alasan untuk berhenti melanjutkan hidup.

Ia banyak menginsipirasi orang-orang di sekitarnya. Saat di rumah sakit, ia kerap mengisi hari-harinya dengan membuat kerajinan tangan. Kerajinan tangan itu ia tawarkan pada dokter-dokter dan perawat di sana.

Jujur, aku malu. Sangat malu, aku kadang suka mengeluh dan merasa kurang bersyukur. Apalah aku dibandingkan gadis kuat bernama Viara. Tapi saat ini, ada satu hal yang aku sadari yaitu Penyakit Ginjal pada Anak.

Menurutku, orang tua harus mengenali apa saja kemungkinan gejala yang terjadi jika anak mengalami kelainan ginjal. Hal ini berguna, agar semakin cepat deteksi, maka semakin cepat penanganannya.


Tidak bisa dipungkiri memang, ginjal adalah salah satu organ penting dalam tubuh manusia, selain jantung, otak dan hati. Fungsi ginjal amatlah vital karena meliputi detoksifikasi darah, penyaringan limbah dan pembuangan melalui urin, menjaga keseimbangan garam dan mineral dalam darah serta mengatur tekanan darah serta memproduksi sel darah merah.

Nah bayangkan, jika ginjal yang sebegitu vitalnya tiba-tiba mengalami gangguan. Pasti aktivitas di atas tidak dapat berjalan lancar. Umumnya, memang, gangguan ginjal menyerang orang dewasa, namun kini gangguan ginjal juga ditemukan pada anak-anak.
Berdasarkan kronologisnya gangguan ginjal pada anak terbagi dua, yaitu:

  • Sejak lahir; umumnya ditandai dengan adanya kelainan bentuk ginjal dan saluran kemih.
  • Setelah lahir; biasanya ditandai dengan infeksi saluran kemih dan radang ginjal akibat berbagai proses yang bukan infeksi.


For your information, angka gangguan ginjal pada anak bisa dibilang cukup tinggi. Menurut data global, prevalensi gagal ginjal tertinggi terjadi di kawasan Asia yaitu 51 - 329 jiwa per 1 juta populasi anak. Di Eropa 55 - 75 jiwa per 1 juta populasi anak; dan Amerika Latin 42,5 jiwa per 1 juta populasi anak. Sementara itu, data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan pada tahun 2017 terdapat 212 anak dari 19 RS di Indonesia yang mengalami gangguan ginjal dan menjalani cuci darah. Tuh, fakta yang cukup mengagetkan ya?


Yang perlu dipahami adalah gangguan ginjal tidak dapat hilang dengan tindakan pengobatan dan cenderung memburuk dari waktu ke waktu. Jika gejala gangguan ginjal pada anak tidak terdeteksi sejak dini dan akan mengarah pada gagal ginjal yang perlu diobati dengan metode tranplantasi ginjal atau perawatan penyaringan darah.

Umumnya tanda dan gejala gangguan ginjal adalah:
  • Mual dan muntah
  • Hilangnya nafsu makan
  • Perasaan lemah dan lesu
  • Sesak nafas
  • Sakit perut
  • Masalah mulut
  • Frekuensi buang air meningkat terutama di malam hari
  • Mati rasa, kesemutan, terbakar kaki dan tangan terasa panas
  • Kram dan kejang otot
  • Gangguan tidur
  • Kulit gatal
  • Menurunnya ketajaman mental
  • Tekanan darah tinggi yang sulit dikontrol
  • Nyeri pada dada karena penumpukan cairan di sekitar jantung
  • Pembengkakan ada pergelangan kaki dan tangan


Dengan mengetahui gejala-gejala seperti di atas, setidaknya memberikan awarness pada para orang tua, agar jika tanda-tanda itu terjadi, anak dapat segera ditangani dengan baik oleh dokter, sehingga tidak bertambah parah.


Meskipun gagal ginjal tidak selalu dapat dicegah, beberapa langkah berikut ini dapat diterapkan untuk menekan kemungkinan terjadinya gangguan ginjal pada anak. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan:

  1. Menangani penyakit yang mendasari. Jika anak memiliki kondisi kesehatan jangka panjang yang menjadi penyebab gangguan ginjal, seperti; diabetes dan hipertensi, maka orang tua harus memastikan kondisi kesehatan tersebut terkontrol, baik dengan menjalani gaya hidup sehat maupun konsumsi obat-obatan teratur.
  2. Menghindari rokok. Merokok meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke, yang dikaitkan dengan risiko gangguan ginjal yang lebih tinggi.
  3. Diet sehat. Mengonsumsi gizi seimbang dan konsumsi air putih secukupnya tiap hari dapat menurunkan risiko gangguan ginjal dengan mengontrol tekanan darah dan kadar kolesterol dalam tubuh.
  4. Melakukan aktivitas fisik secara rutin. Aktivitas fisik menjaga tekanan darah tetap stabil dan menurukan risiko gangguan ginjal.


Dengan mengenali tanda gangguan ginjal pada anak, dan melakukan berbagai pencegahan di atas, aku sih yakin ke depannya angka gangguan ginjal atau gagal ginjal pada anak di Indonesia akan semakin menurun. Bertemu Viara bukan hanya membuat aku semakin menyadari makna kehidupan, tetapi juga membuat aku mengerti bahwa gangguan ginjal pada anak bukanlah hal yang sepele. Terimakasih Viara ^_^

No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah mampir. semoga bermanfaat ^_^
Jangan lupa tinggalkan komen yaaa ;D