Saturday, November 17, 2018

Yang Muda Yang Berempati

source by @pt_transjakarta

Jika kamu pengguna transportasi umum seperti bus Transjakarta pasti sudah sering deh melihat beberapa tempat duduk yang di atasnya tertempel sticker bergambar orang hamil, orang membawa balita, lansia dan disabilitas. Tempat duduk itu adalah Tempat Duduk Prioritas (TDP) sebagai bentuk dari pelayanan kenyamanan transportasi umum yang dapat dinikmati oleh orang-orang yang diprioritaskan seperti yang ada di gambar sticker. Tentunya bertujuan agar mereka dapat menikmati perjalanan menggunakan transportasi umum dengan nyaman dan tanpa rasa khawatir.

Namun mirisnya, TDP sering disalahgunakan oleh orang-orang muda yang kehilangan rasa empatinya kepada pengguna prioritas. Karena letaknya yang dekat dengan pintu, tak ayal kursi TDP justru menjadi rebutan para penumpang. Banyak juga kejadian di mana, ada yang pura-pura tidur atau bahkan cuek saat ada orang tua, ibu membawa anak atau ibu hamil.

Para petugas sudah sangat sering sekali mengingatkan peraturan yang ada di dalam bus tentang tempat duduk prioritas yang harusnya digunakan oleh orang yang semestinya. Namun, Jakarta memang kadang kurang ramah pada para penumpang prioritas, masih ada saja orang yang kehilangan rasa empati dan mengutamakan egonya dan menganggap peringatan petugas seperti hembusan angin yang berlalu.

Bicara soal empati di kendaraan umum, banyak kasus yang terjadi seputar hilangnya empati untuk penumpang prioritas. Contohnya, di KRL jurusan Tangerang, seorang penumpang pernah hampir dipukul oleh seorang bapak (yang terlihat belum lansia) karena memintanya untuk berdiri dan memberikan kursi prioritas yang Ia tempati kepada ibu-ibu yang sedang hamil muda. Ironisnya, saat diminta banget, si Bapak malah langsung memarahi penumpang yang membangunnya dengan alasan, Ia juga lelah. Hfftt…

Belum lagi kasus yang belum lama terjadi, seorang anak muda yang memposting kekesalannya di sosial media lantara ia tidak terima karena diminta bangun dari kursi yang ia duduki untuk diberikan kepada ibu hamil. Ia bahkan mengata-ngatai anak dalam kandungan ibu hamil itu. Duh, mendengar beritanya aku sedih, miris dan marah. Segitu beratnya kah memberikan kursi untuk mereka yang lebih membutuhkan?

Kamu mungkin sering mengalami kejadian serupa kan? Kalau berdesak-desakan memang sesuatu yang lumrah di kendaraan umum terutama saat jam sibuk. Namun, kondisi ini tidak terjadi di Jakarta saja. Bahkan kota-kota besar dunia yang sudah sangat maju transportasinya, seperti Tokyo, Singapura bahkan New York, masih mengalami kepadatan kendaraan umum saat jam-jam tertentu.

source by @pt_transjakarta

Namun, beralih ke kendaraan umum saat ini menjadi pilihan mutlak bagi warga Jabodetabek yang terus berkembang. Kendaraan pribadi adalah sumber utama kemacetan Ibukota. Kita lihat, setiap tahun selalu ada penambahan jalan baru, infrastruktur secara masif mulai dibenahi, masyarakat pun perlahan tapi pasti mulai beralih ke kendaraan umum. Di Jabodetabek, Pemerintah melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan terus berupaya mengurangi kemacetan.

Yan perlu digarisbawahi adalah jangan hanya berharap pemerintah saja yang membereskan kemacetan, sedangkan kita sendiri tidak ikut berkontribusi. Memang, naik kendaraan umum tidak mungkin senyaman kendaraan pribadi (apalagi disupirin) tapi naik bus itu manfaat sosialnya banyak banget. Membantu mengurangi macet, mengurangi polusi dan membuat hidup kita pun makin berkualitas.

source by @pt_transjakarta

Kalau dulu kemapanan itu tersimbol dengan mengendarai mobil pribadi. Sekarang tidak lagi. Zaman sudah semakin berubah. Kini sejatinya “mapan” adalah mereka yang mau naik kendaraan umum.

Tentu saja, di kendaraan umum kita harus tetap punya tata krama. Salah satunya dengan memberikan kursi kepaa penumpang prioritas. Jangan sampai seperti cerita “rebutan” kursi yang aku ceritakan tadi ya. Selain itu, masih banyak contoh-contoh lain yang harus kita bangun dari diri kita. Kendaraan umum sejatinya adalah milik kita bersama, makanya kenyamanannya juga menjadi tanggung jawab bersama. Ayo Naik Bus!

No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah mampir. semoga bermanfaat ^_^
Jangan lupa tinggalkan komen yaaa ;D