Wednesday, December 26, 2018

Kini, Perempuan Indonesia Wajib Melek Finansial Literasi!

ceritanya lagi interview kak Agatha Mei soal Finansial Literasi untuk perempuan ^_^

Dalam rumah tangga, suami itu ibarat menteri tenaga kerja dan istri ibarat menteri keuangan. keduanya tentu haruslah bersinergi agar tercapai keluarga yang sejahtera. Namun, sebagai menteri keuangan, seorang istri tentu dituntut untuk pandai mengelolanya. Sebesar apapun pendapatan kalau sang istri yang berperan sebagai menteri keuangan tidak pandai mengaturnya ya pasti akan kurang juga. 

Kalau soal pandai mengatur keuangan, aku harus berkaca diri dalam-dalam sih. Masih banyak yang harus dipelajari dan diterapkan dalam mengatur keuangan keluarga. Makanya nih, beberapa bulan ini aku lagi getol banget belajar finansial literasi. Mumpung masih muda, masih bisa berkarya dan berkarier ya kan?

Beberapa waktu lalu, aku bersama teman-teman blogger lainnya sedikit belajar tentang finansial keuangan yang diadakan Prudential. Bertempat di Gedung Dharma Wanita Pusat, tanggal 11 Desember lalu, Pelatihan Finansial Literasi yang diadakan oleh Prudential dihadiri banyak wanita hebat. Mereka terlihat sangat antusias, terbukti pelatihannya terbagi hingga dua sesi. Kegiatan ini merupakan sebuah inisiatif untuk masa depan yang lebih baik dan berfokus pada program unggulan Community Investment Prudential Indonesia di bidang edukasi.

Sebagian Besar Orang Indonesia Buta Soal Keuangan


Beberapa artikel yang aku baca memang menyebutkan rata-rata orang Indonesia masih buta soal keuangan. Makanya nggak heran jika berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2016 oleh OJK kurang dari 30% orang Indonesia yang melek keuangan. Artinya, tingkat pemahaman masyarakat Indonesia terhadap berbagai produk dan jasa keuangan masih cukup rendah.

Melalui survei tersebut juga terungkap bahwa tingkat literasi keuangan perempuan (25,5%) lebih rendah dari pria (33,2%). Nah, ini nih yang harusnya disadari banyak perempuan karena lebih berisiko terdampak berbagai isu sosial seperti kejutan finansial tak terduga dan kesenjangan sosial. Ini merupakan tantangan yang harus dapat diatasi oleh semua pihak karena pentingnya peranan perempuan dalam pengelolaan keuangan keluarga.


Saat diskusi langsung, Presiden Director Prudential Indonesia, Jens Reish mengungkapkan bahwa Prudential percaya pada tingginya potensi perempuan Indonesia terhadap kemajuan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang. Program Pelatihan Literasi Keuangan untuk Perempuan merupakan wujud keuangan komitmen Prudential Indonesia untuk memberikan kontribusi berkelanjutan kepada masyarakat yang sejalan dengan peraturan OJK No. 76/2016 tentang Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan di Sektor Jasa Keuangan bagi konsumen atau masyarakat.

Hal senada juga disampaikan oleh Titi Eko Rahayu, Staf Ahli Menteri Bidang Pengentasan Kemiskinan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia,

“Program ini sejalan dengan komitmen PPPA Republik Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan secara mandiri melalui program Pengembangan Industri Rumahan. Ke depannya, saya berharap dengan adanya kegiatan Pelatihan Literasi Keuangan untuk Perempuan yang didukung oleh Kementerian PPPA, makin banyak perempuan yang dapat lebih mandiri dari sisi ekonomi mempersiapkan masa depan yang lebih baik bagi keluarga tanpa harus mengganggu peran lainnya sebagai seorang ibu rumah tangga.”

Serunya Pelatihan Finansial Literasi Untuk Perempuan oleh Prudential

Buku catatan Finansial Literasi yang aku dapatkan dari Prudential. lengkap banget lhoo

Aku sendiri sempat mengikuti pelatihan literasi yang diadakan kemarin, walau tidak sampai akhir tapi setidaknya memberikan insight baru seputar mengatur keuangan keluarga. Hal yang paling suka dari pelatihan ini adalah para peserta mendapatkan pelatihan dasar mengenai pengelolaan keuangan dasar secara komprehensif dari para fasilitator yang kompeten dan berpengalaman yang merupakan karyawan dari Prudential Indonesia atau disebut juga PRUvoluteers.

Para fasilitator yang semuanya berasal dari internal Prudential memberikan edukasi kepada peserta mengenai jenis lembaga keuangan (konvensional dan syariah) dan berbagai instrumen keuangan seperti tabungan, asuransi, pinjaman, atau dana pensiun sebagai solusi proaktif untuk merancang masa depan keuangan yang terencana dan minim risiko.


saat pelatihan literasi keuangan (source by Amelia Subarkah)

Dan ternyata juga, rangkaian program ini telah dimulai sejak awal Oktober di Manado, lalu berlanjut ke Ambon, Sorong, Malang dan ditutup di Jakarta pekan kemarin. Dari lima kota tersebut, kurang lebih sekitar 2.500 perempuan dari berbagai kalangan dan latar belakang telah berpartisipasi dalam Pelatihan Literasi Keuangan oleh Prudential Indonesia. Salut ya, makin banyak deh perempuan yang melek finansial literasi.

Sebenernya pemilihan kota-kota pelatihan dilakukan dengan melihat indeks literasi di bawah rata-rata nasional (29,66%) seperti Manado (Sulawesi Utara dengan indeks 28,7%) Ambon (Maluku dengan indeks 26,2%), Sorong (Papua Barat dengan Indeks 19,3%).

Nini Sumohandoyo, Corporate Communications & Sharia Director Prudential Indonesia menegaskan komitmen Prudential Indonesia dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia dengan perempuan sebagai salah satu fokus utama. Ibu Nini juga menjelaskan bagaimana perempuan memegang peranan penting dalam berbagai keputusan keuangan, baik dalam rumah tangga maupun bisnis.

“Prudential Indonesia merasa bangga dapat turut meningkatkan literasi keuangan pada perempuan, mengingat potensi besar mereka untuk berkontribusi terhadap perekonomian keluarga dan masyarakat Indonesia. Kami harap rangkaian kegiatan Pelatihan Literasi Keuangan untuk Perempuan ini dapat menginspirasi perempuan Indonesia untuk lebih percaya diri dalam mengelola keuangan mereka.”

Salut deh, secara total sejak pertama kali dijalankan tahun 2009 lalu, program ini telah berhasil menjangkau lebih dari 27.000 perempuan di 24 kota di seluruh Indonesia. Pencapaian ini tidak lepas dari sinergi dengan berbagai kementerian yaitu Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Permberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Kelautan dan Perikanan serta kemitraan dengan berbagai komunitas, antara lain komunitas istri nelayan, komunitas pedagang, UKM, PKK, mahasiswa, guru, dan para ibu rumah tangga.


beginilah perempuan, bermacam ekspresi kalau sudah ngomongin soal keuangan

Nah, jangan khawatir untuk yang daerahnya belum terselenggara, karena kontribusi Prudential Indonesia tentunya tidak berhenti sampai di sini. Hingga tahun 2022 nanti, Prudential ingin menjangkau lebih banyak perempuan di lebih banyak kota, terutama di Indonesia bagian Timur.

Pulang dari acara kemarin, aku introspeksi diri, sejauh mana sih aku menata keuangan keluarga dan mempersiapkan investasi untuk masa depan. Terimakasih Prudential sudah mengingatkan aku untuk sadar dalam mempersiapkan masa depan. Semoga makin banyak juga perempuan yang mendapatkan manfaat dari Pelatihan Finansial Literasi yang diadakan. Salam Finansial Literasi! ^_^

39 comments:

  1. kenapa ekspresiku yang paling hu hu hu ... teganya kamu, Sis.
    Itu pasti ekspresi ketika fee lama cair. Hahaha


    btw, setuju ya perempuan harus pintar mengelola keuangan. Ga harus saat udah berkeluarga. Yang single pun kudu melek literasi keuangan.

    ReplyDelete
  2. wkwkwkwkw, mba Helena gregetan karena fee nya 3 bulan belum dibayar, diemail gak di balas-balas, hahahaha

    Keren deh Prudential Indonesia peduli banget ama wanita , emang nih wanita wajib banget melek literasi keuangan, banyak banget masalah yang timbu bermula dari buruknya keuangan :D

    ReplyDelete
  3. Acaranya bagus banget ya mbk. Lumayan dapet ilmu tentang literasi keuangan. Pingin banget ikut workshopnya

    ReplyDelete
  4. Saya yang gak ikut acara Pudential pun juga jadio ikut diingatkan dengan membaca postingan ini. Diingatkan supaya terus melek finansial. Biar persentase perempuan yang semakin paham literasi keuangan semakin tinggi

    ReplyDelete
  5. Sebagai perempuan memang harus pintar mengatur keuangan ya, Mbak. Pokoknya jangan sampai besar pasak daripada tiang.

    ReplyDelete
  6. Wajib banget mba Nov, kita sebagai perempuan harus punya kemampuan mengatur keuangan. Hehehhe ... kalo nggak jebol dong ya nyisihinnya untuk apapun.
    Aku mau deh ikutan acara ini kalo di kotaku ada Mba

    ReplyDelete
  7. Cakep deh program prudential ini, edukasi perempuan tentang keuangan. Penting banget agar para perempuan makin berwawasan tentang tata kelola keuangan.

    ReplyDelete
  8. aduh, ibu2 kalau udah berbicara pasti banyak yang dibahas. tapi kali ini kelihatan beda ya. pelatihan keuangan emang perlu buat nambah pemahaman tentang kelola uang. semua demi masa depan keluarga lho.

    ReplyDelete
  9. Keren nih prudential, banyak bikin acara seru yg mendidik. Perempuan sbg mentri keuangan dalam keluarga memang perlu banget dibekali ilmu finansial yg tepat, biar savings lebih banyak buat pendidikan & masa depan anak2nya :)

    ReplyDelete
  10. Wah, ternyata program Pelatihan Mengelola Keuangan yang diselenggarakan Prudential Indonesia akan terus dilaksanakan hingga tahun 2022 ya? Ini keren banget nih. Semoga semakin banyak perempuan yang melek keuangan.

    ReplyDelete
  11. Keren nih Prudential, tau aja kalo perempuan emang harus banget bisa ngatur keuangan. Biar gak jebol :D

    ReplyDelete
  12. Harus dicontoh nih prudential..kita sebagai perempuan memang wajib upgrade ilmu terus

    ReplyDelete
  13. Aku berharap ke depan acara pengenalan literasi keuangan keluarga semakin sering diadakan. Biar kita makin melek keuangan :)

    ReplyDelete
  14. Ternyata memang banyak yang tidak memahami keuangan dengan baik ya.. bagus banget kalau ada yang bisa berikan pelatihan tentang hal ini

    ReplyDelete
  15. Aminn aminn semoga makin banyaknya perempuan yang ikut pelatihan literasi keuangan ini jadi mereka bisa lebih mandiri secara financial.

    ReplyDelete
  16. Literasi aja udah susah apalg literasi keuangan haddeeuuh padti mumet deh.

    ReplyDelete
  17. Semakin banyak edukasi semacam ini yang digagas oleh mereka yang bergerak di bidang swasta ya, Mbak. Karena.pada dasarnya untuk membangun negeri ini kita memang harus saling bersinergi. Nggak hanya njagake pemerintah mulu.

    Tentang finansial literasi, di sekolah, aku mengajak anak didikku untuk menabung. Jadi, di sekolah kami, khususnya kelasku, menyediakan celengan gitu di kelas. Setiap pagi kupersilahkan mereka untuk mengisinya. 500 dmei 500 nanti pas akhir tahun ada yang sampai dapat 200 ribuan. Lumayan banget.

    ReplyDelete
  18. Pas baca bagian "prudential Indonesia merasa bangga dapat turut meningkatkan literasi keuangan pada perempuan, mengingat potensi besar mereka untuk berkontribusi terhadap perekonomian keluarga..." aku langsung terwow deh dengan kepedulian Prudential melihat dari sisi perempuan.

    ReplyDelete
  19. Wow, kalau dua-duanya menteri, siapa ya presidennya? Hihihi.. Iya sih, posisi ibu memang vital ya dalam keluarga. Salah satu soal pengaturan keuangan.

    ReplyDelete
  20. Setuju banget kalau perempuan harus melek keuangan Mbak. Tidak hanya untuk suami, tapi bakal bermanfaat juga untuk dirinya sebagai pribadi dan anak juga.... Pokoknya buat keluarga ya akhirnya, seperti juga yang Mbak bilang :)

    ReplyDelete
  21. Mantap ya acaranya saya suka nih mudah2an ada ke Bandung deh acara ini hehe...

    ReplyDelete
  22. Selama ini keuangan keluarga kami dikelola bareng2 tapi untuk urusan pembelanjaan aku yang pegang kendali. Jadi bener juga sih perempuan harus melek literasi keuangan

    ReplyDelete
  23. Jika perempuan melek literasi keuangan pastinya akan lenjh mampu mengatur keuangan keluarga mungkin bahkan bisa mengelola bisnis sendiri juga, dan pasrinya kebih mandiri, jadi pengen belajar literasi keuangan juga nih

    ReplyDelete
  24. Senengnyaaa bisa ikutan acara sekece ini mbk. Semoga acara yg digagas prudential ini nyampek di daerah tempat tinggal aku. Jadi aku bisa ikutan dan belajr tentang literasi keuangan. Aamiin

    ReplyDelete
  25. Aku pun mulai berintrospeksi diri supaya bisa mengatur keuangan lebih baik lagi dan keluarga bisa terjamin ya di masa akan datang apalagi pengeluaran cukup besar buat biaya hidup dan lain-lain.

    ReplyDelete
  26. Penting bngt ya perempuan bljar literasi keuangan bust dipraktekin di keluarga,, krn mereka ngatur keuangan ya

    ReplyDelete
  27. Harusnya acara begini (literasi keuangan untuk perempuan) diadakan rutin yaa...karena aku ngerasa banget siih...pas abis ada acara, langsung semangat niih...ngamalin ilmunya.

    Tapi beberapa bulan kemudian...
    Eaaa...melempem lagi.


    Apa ini cuma aku yaa...?

    ReplyDelete
  28. Semoga semakin sering diadakan.
    Aku yg belum menikah aja tertarik dengan pembahasannya :)

    ReplyDelete
  29. Pelatihan finasial literasi ini sangat dibutuhkan oleh kebanyakan para wanita di Indonesia, terutama di pelosok-pelosok daerah. Salut buat Prudential, semoga pelatihan semacam ini merata ke seluruh pelosok negeri.

    ReplyDelete
  30. Bener banget. Sebagai orang yang punya peran pemegang keuangan rumah tangga, perempuan wajib punya wawasan literasi keuangan. Supaya bisa ngatur keuangan yang pada akhirnya membuat keluarga lebih sejahtera secara ekonomi, ya.

    ReplyDelete
  31. Suka sama visi literasi keuangan ini:

    "... makin banyak perempuan yang dapat lebih mandiri dari sisi ekonomi mempersiapkan masa depan yang lebih baik bagi keluarga tanpa harus mengganggu peran lainnya sebagai seorang ibu rumah tangga.”

    Kata kuncinya, menjadikan perempuan mandiri!
    Sukak!

    ReplyDelete
  32. Bagus banget ya program pelatihan literasi keuangan ini. Prudential aware banget untuk makin meningkatkan tingkat melek digital bagi kaum perempuan. Disadari ataupun tidak, peranan perempuan dalam hal keuangan memang penting banget ya. Sebagai pengelola keuangan rumah tangga, pengetahuan tentang keuangan ini menjadi hal yang tak bisa ditawar-tawar lagi.

    ReplyDelete
  33. Pelatihan semacam ini emang penting banget ya mbak buat perempuan. Soalnya kebanyakan perempuan lha yg mengatur keuangan rumah tangga. Jd supaya bsia lebih bijak lg utk mengatur keuangan keluarga dan bisa tahu mana yg dibeli krn butuh atau krn pengen aja.

    ReplyDelete
  34. Seru banget ya ikut pelatihan seperti ini bareng teman2, selain dapat banyak manfaat juga bisa saling sharing

    ReplyDelete
  35. kegiatan seperti ini bermanfaat banget ya untuk perempuan seperti kita, yang memegang peranan penting dalam mengatur keuangan di keluarga.

    ReplyDelete
  36. Aku juga jd ikut intropeksi Mba, banyak bgt salah dlm hal pengelolaan keuangan. Bagus sering2 nih ikut event begini, aku diajak doong biar pinteeerrr :)

    ReplyDelete
  37. Mungkin aku yang termasuk 30% ya hahaha...
    Karena jujur aku buta soal produk keuangan maupun investasi, selama ini cuma ngandelin tabungan aja. Fikirku yang penting rajin nabung :D
    Pengen banget ikutan kalau ada pelatihan keuangan gitu hihihi...

    ReplyDelete
  38. pengelolaan keuangan ini krusial banget dan harusnya sejak remaja belajar beginian dimulai dari cara mengelola uang saku. Sebab uang kan alat tukar yang kita gunakan sehari-hari. Kalau sampai manajemennya salah kaprah, rugi di kita. Apalagi sekarang zaman makin berkembang pesat dan menuntut manusianya lebih cerdas lietrasi (khususnya keuangan yang sering dianggap abai karena alibi kita biasanya yang penting cukup buat makan dan kebutuhan sehari-hari, udah gitu aja). Tapi kan perlu ada investasi, tabungan hari tua, pendidikan anak, dll.

    Coba ini acaraya adakan lagi, aku ketinggalan info huhu

    ReplyDelete
  39. Kegiatan keren, semoga semakin banyak wanita Indonesia yang ikut serta dalam kegiatan semacam ini. Biar mereka semakin cerdas finansial..

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir. semoga bermanfaat ^_^
Jangan lupa tinggalkan komen yaaa ;D