Friday, March 22, 2019

Biologic Agents, Inovasi Alternatif Pengobatan Baru dari Novartis untuk AS dan PsA


Ada yang udah pernah denger penyakit Psoriasis? Penyakit yang menyerang kulit dan membuat penderitanya nggak nyaman dan merasakan sakit. Bahkan pernah ada public figur yang kena dan sampai berobat ke Paris lho.

Nah, ngomongin soal Psoriasis, jadi beberapa waktu lalu aku menghadiri acara talkshow tentang Inovasi Alternatif Pengobatan Baru untuk Ankylosing Spondylitis (AS) dan Psoriatic Arthritis (PsA) yang tentunya ada hubungannya dengan psoriasis.

Sebelumnya aku jelasin dulu ya apa Ankylosing Spondylitis (AS) itu. Jadi, AS merupakan penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh mulai menyerang sel dan jaringan sehat. Respon imun yang abnormal tersebut menyebabkan peradangan (arthritis) pada sendi tulang belakang. Penyakit inilah yang membuat ruas tulang belakang menyatu, sehingga kaku dan tidak lentur serta menyebabkan penderitanya sulit bergerak, menjadi bungkuk dan kesulitan bernapas.


Sampai saat ini, penyebab AS belum diketahui secara pasti lho. Namun, para ahli menduga bahwa penyakit ini mungkin disebabkan oleh faktor keturunan (genetik) dan lingkungan. Namun bukan berarti yang tidak memiliki riwayat AS aman-aman saja. Kita tetap harus menjalankan pola hidup sehat ya.

Berbeda dengan AS, Psoriasis arthritis adalah bentuk arthritis yang merupakan peradangan pada salah satu atau beberapa persendian tubuh. Gejalanya seperti bengkak dan nyeri, selain itu juga sendi yang meradang terasa lebih hangat.

Ankylosing Spondylitis dan Psoriatic Arthritis Bukan Akhir dari Segalanya


Di acara itu, ada dua dokter yang sharing dengan undangan yang hadir, yaitu drg. Rio dan dr. Adhy. Dua dokter hebat itu adalah penderita PsA dan AS.

Ya, walaupun mereka adalah dokter, tetap saja AS dan PsA sulit sekali dihindari, terlebih untuk yang memiliki riwayat penyakit ini. Tapi dari mereka aku jadi makin paham, bahwa setiap kita harus mensyukuri hidup dan menjalaninya dengan baik, termasuk soal menjaga kesehatan.

drg. Rio dan dr. Adhy bercerita tentang pengalaman mereka survive dari penyakit ini dan menganggap diri mereka adalah orang beruntung yang mendapatkan anugerah Tuhan. Itulah, yang menjadikan mereka tetap semangat sampai dengan hari ini.

Semangat dan dukungan orang sekitar tentunya menjadi salah satu faktor yang menekan AS dan PsA. Dan kabar baiknya kini ada inovasi alternatif pengobatan baru untuk AS dan PsA.

Jadi, pada bulan Januari 2019 lalu, Secukinumab telah mendapatkan persetujuan Badan POM untuk mengobati AS dan PsA. Sebelumnya, Secukinumab dinilai efektif mampu membantu pasien Psoriasis untuk mendapatkan kembali kulit yang bersih hingga 90%.

Menurut Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Reumatologi, dr. Rudy Hidayat, SpPD-KR menjelaskan, saat ini, jenis pengobaan yang banyak digunakan untuk menangani penyakit AS maupun PsA di antaranya adalah obat-obatan non-steroid anti-inflamasi (NSAD), obat anti-reumatik (DMARDs) dan yang terbaru adalah agen biologik.

Tersedianya Secukinumab sebagai salah satu pilihan terapi agen biologik tentunya diharapkan dapat membantu menjawab kebutuhan pengobatan pasien AS dan PsA di Indonesia agar bisa mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik.

Selain menggunakan obat, untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan, penderita AS dan PsA juga dapat melakukan terapi fisik. Terapi ini berperan penting dalam perawatan dan membantu menghilangkan rasa sakit sehingga peningkatan kekuatan dan fleksibilitas pasien.

Biologic Agents as Innovative Treatment for Ankylosing Spondylitis and Psoriatic Arthritis


Tahun 2017 lalu, Novartis Indonesia meluncurkan Secukinumab, terobosan pengobatan baru dalam perawatan penyakit psoriasis dan telah masuk dalam Formularium Nasional. Nah, saat ini BPOM telah menyetujui indikasi baru bagi Secukinumab untuk dapat menjadi alternatif pengobatan bagi penyakit AS dan PsA.

Hal tersebut tentunya sejalan dengan komitmen Novartis untuk memperluas akses terhadap pengobatan dan juga meningkatkan sistem kesehatan di Indonesia, termasuk soal kesadaran masyarakat seputar isu kesehatan.

Dalam sambutannya, Mr. Jorge Wagner selaku President Director Novartis Indonesia menjelaskan bahwa Pasien merupakan prioritas utama Novartis. Sebagai perusahaan kesehatan yang inovatif, Novartis berupaya untuk terus-menerus menemukan cara baru untuk meningkatkan kualitas hidup pasien melalui penyediaan obat-obatan yang berkualitas, program edukasi kesehatan serta menjalin kemitraan dengan pihak terkait.


Sebagai wujud komitmennya, Novartis juga memastikan bahwa produknya tersedia baik di dalam maupun di luar JKN, karena Novartis yakin bahwa JKN merupakan sistem kesehatan yang sangat baik yang akan membawa Indonesia menjadi negara yang lebih kuat. Dan Novartis sangat bangga menjadi bagian dari sistem tersebut.

Sebagai masyarakat yang awam akan dunia kedokteran dan obat-obatan, sesungguhnya aku nggak begitu paham seluk beluk tentang AS, PsA dan obat-obatannya. Namun, mendengar ada alternatif pengobatan baru dari Novartis, aku turut bahagia dan bersyukur. Semoga saudara kita yang mengalami AS atau PsA dapat survive dan sembuh dari rasa sakitnya.

2 comments:

  1. siapa artisnya yang dimaksud? belum kebayang penyakit ini seperti apa jadi kayaknya siapa tahu setelah liat artisnya jdi tahu seperti apa penampakan penyakit ini

    ReplyDelete
  2. Waah kalau tulang belakang memang rawan yah..
    Kalau bisa sampe kaku, bungkuk, sulit bernafas.. waduh waduh

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir. semoga bermanfaat ^_^
Jangan lupa tinggalkan komen yaaa ;D