Sunday, May 5, 2019

Sehat dan Berkah Selama Ramadhan dengan Halodoc


Marhaban ya Ramadhan....
Alhamdulillah bahagia rasanya masih bisa menyambut bulan yang mulia dan penuh berkah. Menjelang ramadhan pasti semua umat muslim sibuk bersiap dan berbenah. Aku dan keluarga pun begitu. Mulai dari merapikan rumah, menyusun agenda kerja, sampai mempersiapkan menu sahur dan berbuka.

Ya, aku memang mengantisipasi perubahan pola makan selama ramadhan. Jangan sampai perubahan itu menurunkan stamina atau malah membuat sakit. Aku percaya sejatinya puasa itu menyehatkan, yang membuat sakit adalah perliaku kita yang tidak teratur.

Sakit saat ramadhan memang beberapa kali aku alami. Duh, kalau diingat rasanya nggak enak banget deh. Selain karena nggak bisa maksimal beribadah di bulan Ramadhan, aku juga terpaksa bolak-balik ke rumah sakit. Malah pernah lho, kami batal mudik hanya karena aku sakit parah. Beruntung tepat sehari sebelum lebaran aku pulih. Jadi, kami bisa menikmati lebaran bersama walau bukan di kampung halaman.

Nah, belajar dari pengalaman, aku nggak mau dong sakit lagi ketika Ramadhan. Makanya sebisa mungkin aku lakukan persiapan matang agar saat ramadhan tiba bisa beribadah secara maksimal.

Namun, ada satu hal yang selalu aku alami saat ramadhan, yaitu susah buang air besar, hiks. Sumpah deh, rasanya nggak enak banget. padahal aku sudah perbanyak minum air putih, makan buah dan sayur saat sahur dan berbuka, kok tetep aja susah buang air.


Dalam rangka mencari jawaban dari permasalahanku setiap ramadhan itu, aku datang ke acara “Sehat Itu Berkah” yang digelar oleh Halodoc. Super excited ikutin acaranya, mengingat bintang tamunya keren-keren, dan materi yang dipaparkan juga bermanfaat banget untukku.

Di awal acara, dr. Jovita mengajak undangan yang hadir untuk mengetahui, apa aja sih mitos puasa itu:
  • Makan dengan porsi berlebih saat sahur agar merasa kenyang seharian
  • Tidak memperhatikan komposisi dan nutrisi pada saat sahur dan berbuka justru menjadi kunci ketahanan tubuh saat berpuasa
  • Makan sedikit saat sahur dan berbuka dapat berpengaruh terhadap berat badan
  • Melewatkan makan sahur yang berimbas nafsu makan lebih besar saat berbuka puasa sehingga porsi makan lebih banyak


Memahami kondisi kesehatan masyarakat Indonesia yang sering termakan mitos di atas, maka Halodoc berkomitmen untuk menyediakan akses kesehatan yang mudah dan nyaman digunakan. Layanan yang bersifat preventif dan kuratif ini dimaksudkan untuk mendukung masyarakat agar tetap fokus dan bugar dalam menjalankan ibadah puasa selama ramadhan.

Dalam sesi talkshow, ibu Felicia Kawilarang, selaku Vice President Marketing Communications Halodoc mengatakan, layanan kesehatan berbasis online yang telah hadir selama tiga tahun belakangan ini, membuta Halodoc mencatat keluhan kesehatan masyarakat saat berpuasa yang dikonsultasikan pada dokter melalui aplikasi yaitu, masalah pencernaan, konstipasi dan sakit kepala.

Duh, pas banget sama keluhan yang sering aku alami selama ramadhan hiks. Ternyata hal itu mungkin terjadi karena aku terlalu sedikit makan saat sahur dengan harapan berat badan berkurang. Padahal kita butuh nutrisi yang cukup untuk berpuasa selama 12-13 jam. Jadi, pastikan untuk mendapat asupan nutrisi yang cukup saat sahur, tidak kurang dan juga tidak berlebihan.

Asupan nutrisi yang tidak seimbang tentunya dapat menimbulkan keluhan seperti nyeri lambung, sakit kepala, dehidrasi sampai konstipasi karena stress kurang makan, minum, dan istirahat yang cukup. Terlebih sudah jadi kebiasan kita mengonsumsi makanan yang manis dan berlemak saat buka puasa. Hal itu tentu bikin kalori berlipat adan potensi obesitas ya.


Untuk menghidari hal itu, dr. Jovita Amelia, MSc, SpGk memberikan tips dalam memilih makanan saat puasa khususnya sahur agar tubuh tetap sehat dan bugar:
  • Pilih hidangan sahur dengan komposisi gizi seimbang untuk memenuhi kebutuhan kalori harian. Utamakan karbohidrat kompleks agar dapat melepaskan energi seara perlahan selama puasa. Komponen makanan yang seimbang juga dapat mengoptimalkan kondisi tubuh yang terdiri dari 50-60% karbohidrat, 15-20% protein, dan 20-25% lemak.
  • Cukupi kebutuhan cairan dan zat besi saat sahur dapat membantu distribusi oksigen tetap terjaga selama berpuasa, sehingga tubuh akan terasa lebih bugar, tidak mudah lemas dan mengantuk.
  • Untuk mengurangi rasa haus, hindari gorengan dan hidangan yang mengandung banyak garam. Makanan yang digoreng akan memperlambat pengosongan lambung sehingga memicu naiknya asam lambung.
  • Hindari konsumsi makanan manis yang berasal dari karbohidrat sederhana berlebih saat sahur, karena akan lebih mudah diserap dan dicerna oleh tubuh. Sebaiknya pilih makanan manis yang berasal dari karbohidrat kompleks seperti sayur, buah dan umbi-umbian.
  • Biasakan untuk berolahraga selama puasa. Latihan ringan sebelum atau sesudah berbuka puasa dengan durasi pendek dan intesitas lebih rendah akan membantu kebugaran tubuh selama ramadhan.


Bukan cuma dr. Jovita aja lho yang sharing soal puasa, Kak Zivanna Letisha juga berbagi pengalaman sulitnya menjaga pola makan yang baik dan benar selama ramadhan. Paham sih ya, mengingat selebriti pasti punya kesibukan yang padat, dan pastinya lebih susah kontrol makanan.

Begitu juga denganku, kadang ya tawaran buka puasa bersama itu bisa jadi racun lho. Di saat kita lagi mau fokus atur makanan, eh tawaran berbuka dengan segudang makanan nikmat dan berlemak itu seolah menghantui dan susah sekali untuk ditolak.


Padatnya aktivitas saat ramadhan, juga sering kali membuat kita malas atau enggan berkunjung ke dokter baik untuk check up, ataupun berobat saat sakit, betul nggak? Nah, menjawab semua permasalahan itu, layanan Halodoc hadir untuk memungkinkan kita semua bisa berkonsultasi langsung dengan dokter melalui aplikasi. Ditambah lagi, saat kita membutuhkan obat dapat segera dipesan melalui fitur Buy Medicines dari Halodoc.

Layanan kesehatan Halodoc juga dilengkapi dengan fitur “Talk to Doctor” yang memudahkan kita untuk berkonsultasi dengan 150 dokter umum, 15 dokter ahli gizi dan juga 50 dokter spesialis kandungan. Serta layanan "Buy Medicines" yakni layanan apotek antar yang memudahkan pengguna dalam membeli obat tanpa perlu repot pergi keluar rumah.

Halodoc juga menyediakan beragam artikel kesehatan yang memberikan informasi bermanfaat untuk menjalankan keseharian tetap bugar dan berstamina di bulan ramadhan. melalui layanan dan fitur yang disediakan, Halodoc berharap dapat mempermudah masyarakat di indonesia dalam mengakses fasilitas kesehatan selama bulan ramadhan sehingga dapat menjalankan ibadah puasa dengan maksimal jangan di hari kemenangan nanti.


Oh iya, Halodoc juga memberikan cashback 20% bagi pembelian obat dan produk kesehatan melalui layanan Buy Medicines dengan metode pembayaran menggunakan Go-Pay lho. Promo ini berlangsung dari tanggal 6 Mei hingga 20 Mei 2019 aja. Jadi bisa nih dimanfaatkan untuk nyetok multivitamin untuk ramadhan, ya kan???



No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah mampir. semoga bermanfaat ^_^
Jangan lupa tinggalkan komen yaaa ;D