Monday, May 6, 2019

...

Dear Emak-Emak, Nabung Emas Yuk!


Seorang teman pernah bertanya, “Nov, penghasilan kamu dan suami selama ini diinvestasikan atau hanya ditabung aja?”. Seketika aku tergelitik dengan pertanyaan ini. Kenapa? Karena memang aku dan suami sedang bingung kemana tabungan kami sebaiknya dialihkan.

Ternyata kebingungan juga dirasakan oleh temanku yang notabene seorang ibu rumah tangga. Ia juga bingung baiknya dikemanakan tabungan yang bisa dibilang belum seberapa, tapi juga terlalu sayang atau takut dipakai jika hanya mengendap di rekening saja.

Selama ini memang aku memilih emas sebagai bentuk lain dari tabunganku. Aku menargetkan dalam sebulan minimal terbeli 2 gram emas keping. Sebenaranya aku sadar, bahwa emas bukanlah sebuah investasi. aku memilih emas, karena emas mampu menjaga nilai uang agar tidak berubah atau terpakai. Itu saja sih hehehe


Nah, ngomongin soal emas, beberapa waktu lalu aku hadir di acara Teman Treasury: Peluang Penghasilan Tambahan dan Setengah Kilogram Emas Gratis! Sebagai seorang wanita yang cinta akan emas, aku super excited dong. Masa sih bisa ngumpulin setengah kilo emas gratis? Gimana caranya????

Nah, di awal acara, para undangan diajak oleh pakar Financial Planner, Melvin Mumpuni untuk lebih mengenal mana itu pengeluaran dan pemasukan, serta mana yang jadi proritas kita. Jujur ternyata agak njelimet ya. Selama ini ya aku catat-catat aja, tanpa pernah memikirkanya secara mendalam, atau bahkan mengkategorikannya. Padahal menurut pak Melvin itu penting lho.

Setelah paham akan proritas, kami diajak untuk tahu tentang investasi yang baik di era sekarang itu seperti apa. Pak Melvin juga banyak memberikan saran pada kami yang rata-rata para ibu rumah tangga untuk pandai-pandai mengelola keuangan dan memisahkan mana yang kebutuhan dan mana yang keinginan.

Nggak cukup sampai di situ Pak Melvin juga sering cerita tentang pengalamannya sebaga seorang Founder dan Financial Planner Finansialku tentang bagaimana ia membantu kliennya merumuskan atau mencari jalan keluar problem finansialnya.


Tujuan kita paham tentang arus keuangan tentunya agar memungkinkan kita untuk mencapai kesehatan arus kas yang terjaga dengan baik. Namun sayangnya, banyak dari kita yang terbalik dalam menyusun skala prioritas arus kas keuangan dan berusaha memperbaiki keuangan dengan menekan pengeluaran. Padahal untuk mencapai arus kas yang sehat, bisa dilakukan dengan mencari penghasilan tambahan.

Kriteria arus kas keuangan personal yang sehat adalah penghasilan yang didapatkan bisa mencukupi semua kebutuhan jenis pengeluaran bulanan. Caranya adalah dengan mendahulukan pengeluaran untuk tabungan sehingga rencana keuangan jangka panjang bisa tercapai.

Nah, Pak Melvin juga kasih tips bagaimana menyusun skala prioritas arus kas yang ideal. Pertama, dahulukan untuk membayar pajak dan zakat. Kedua, alokasikan untuk tabungan dan investasi. Ketiga, adalah melunasi hutang dan juga alokasi untuk pengeluaran rutin rumah tangga.

Mengikuti jalannya acara kemarin aku jadi paham, di tengah tingginya kebutuhan dan biaya hidup sehari-hari, kita harus pandai dalam mengelola keuangan ataupun arus kas personal agar tidak terjadi defisit, serta cermat dalam memanfaatkan peluang atau menambah penghasilan. Promo Teman Treasury diluncurkan untuk mendukung masyarakat punya Penghasilan tambahan dan ajakan untuk #PunyaSimpenan Emas Lebih.


Fahlevi Dzulfikar selaku Business Analyst Executive Treasury menjelaskan, Untuk menjadi Teman Treasury, pengguna hanya perlu mendaftarkan diri dengan membeli emas senilai Rp. 50.000,- (belum termasuk pajak) pada saat awal pendaftaran. Setelah itu, Teman Treasury akan diminta membuat kode referal untuk dibagikan dan mengajak teman untuk menjadi pengguna Treasury.

Nah, untuk kamu yang pengen dapet emas tambahan bisa banget donwload Treasury dan pakai kode referal tsr-novitania ya ^_^

No comments: