Monday, October 8, 2018

Capai Jantung Sehat dengan Pola Hidup Cerdik

Kalau ditanya penyakit penyebab kematian yang paling sering kutemui, dengan cepat aku akan langsung jawab jantung. Penyakit jantung atau biasa disebut kardiovaskular merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia.

Sanak saudara, tetangga, dan temanku sudah banyak yang menjadi korbannya. Sedih rasanya, mengingat angka kematian yang terus-menerus naik setiap tahunnya. Bahkan berdasarkan Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI pada tahun 2008, sekitar 17,3 juta kematian terjadi akibat serangan jantung. Dan lebih dari 3 juta kematian tersebut terjadi pada usia kurang dari 60 tahun, yang seharusnya dapat dicegah.

Lebih lanjut, data tersebut menunjukkan kematian dini akibat penyakit jantung ini terjadi sekitar 4% di negara berpenghasilan tinggi, hingga 42% di negara berpenghasilan rendah. Jadi, sebetulnya salah kalau ada istilah sakit jantung adalah sakitnya orang kaya. Karena fakta dan data menyebutkan, justru negara dengan penghasilan rendahlah yang lebih tinggi angka penderitanya.


Yang perlu kita pahami adalah, sakit jantung bukan karena faktor sering makan makanan enak yang notabene sering dilakukan orang kaya. Penyakit jantung bisa disebabkan oleh berbagai faktor risiko. Dalam acara talkshow bersama Kemenkes yang saya hadiri beberapa waktu lalu, kini saya paham bahwa ada 2 faktor risiko penyakit jantung, yaitu faktor risiko yang bisa dimodifikasi dan tidak bisa dimodifikasi.

Riwayat keluarga yang memiliki penyakit jantung, peningkatan usia, jenis kelamin, dan obesitas menjadi faktor risiko yang tidak bisa dimodifikasi. Sedang faktor risiko yang bisa dimodifikasi meliputi penyakit tekanan darah tinggi, kencing manis, kurang aktivitas fisik, diet tidak sehat, dan stress.

Dan yang bisa kita lakukan untuk mencegah penyakit jantung adalah dengan menjalankan porgram yangs udah pemerintah canangkan yaitu Hidup CERDIK:

• Cek kesehatan secara berkala

Pengecekan kesehatan berkala merupakan suatu langkah deteksi dini penyakit jantung beserta faktor risikonya. Jika faktor risiko penyakit jantung dapat dideteksi sejak dini, maka kemungkinan untuk terjadinya penyakit jantung akan dapat diminimalisir. Semakin tepat informasi yang didapatkan mengenai kesehatan kita, semakin tepat pula keputusan yang dapat kita lakukan dalam upaya pencegahan penyakit jantung. Jadi, jangan lupa cek kesehatan ya, minimal 1 tahun sekali.

• Enyahkan asap rokok

Menurut WHO, risiko terkena penyakit jantung lebih tinggi pada perokok. Seorang perokok, baik aktif mau pun pasif, berisiko mengalami kerusakan pembuluh darah, peningkatan tekanan darah, dan penurunan kadar oksigen dalam darah. Akibatnya, jantung akan berdetak lebih cepat dan kerja jantung akan menjadi semakin memberat. Sehingga jika kita tidak menghindari diri dari paparan rokok, maka kemungkinan kita untuk menderita penyakit jantung akan semakin meningkat. Jadi, masih mau terpapar sama rokok?


• Rajin aktivitas fisik

Dengan melakukan aktivitas fisik secara rutin, angka kejadian penyakit jantung dapat diturunkan, loh. Menurut American College of Cardiology, olahraga aerobic seperti jogging, senam, berenang dan bersepeda dengan intensitas sedang hingga kuat selama 3 – 4 kali per minggu dengan waktu 40 menit per sesi selama 12 minggu dapat menurunkan tekanan darah 2 – 5 / 1 - 4 mmHg serta menurunkan kadar lemak dalam tubuh.

• Diet sehat dengan kalori seimbang

Diet yang tepat merupakan salah satu kunci untuk mencegah terjadinya penyakit jantung. Pola makan yang tepat dapat dilakukan dengan selalu memperhatikan kandungan nutrisi dalam makanan, menurunkan berat badan (jika berlebih), makan buah-buahan dan sayuran, makan makanan berserat, serta membatasi penggunaan minyak, gula, dan pemanis buatan.

• Istirahat yang cukup

Waktu tidur yang optimal bagi usia dewasa adalah 7-8 jam setiap hari. Dengan beristirahat yang cukup, tubuh dan jantung akan dapat beristirahat. Sebuah studi penelitian melaporkan bahwa seseorang yang tidur kurang dari enam jam setiap harinya, maka akan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena serangan jantung dibandingkan orang yang tidurnya cukup. Jadi, yuk mulai istirahatkan tubuh dengan tidur yang cukup.

• Kelola stress

Dalam hidup, kita memerlukan stress dalam jumlah yang cukup. Namun jika stress mulai berlebihan, maka akan mempengaruhi organ tubuh. Hasil pelaporan penelitian University College London pada tahun 2012, menunjukkan bahwa stress di tempat kerja dapat meningkatkan terkena serangan jantung hingga 23%.

Hal ini dapat disimpulkan bahwa, stress dapat meningkatkan potensi untuk mengalami penyakit jantung. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mampu mengelola stress. Banyak cara untuk bisa mengendalikan stress loh, antara lain mendengarkan musik, bermain game, rekreasi, curhat dengan orang terdekat, beristirahat dengan cukup, melakukan kegiatan yang disukai, bolahraga dan meditas, serta mendekatkan diri kepada Tuhan.

Yuk ah, kita capai Jantung sehat dengan pola hidup CERDIK ^_^

No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah mampir. semoga bermanfaat ^_^
Jangan lupa tinggalkan komen yaaa ;D