Saturday, July 25, 2026
Transformasi Filantropi Hijau Lewat Kebun Pangan Madaya, Aku Ikut Panen Edamame!
Thursday, April 30, 2026
Manfaat Kursus Sempoa: Mengoptimalkan Potensi Kognitif Anak
Kenapa Sempoa Populer Untuk Tumbuh Kembang Anak?
Thursday, March 19, 2026
5 Tips Memilih Tryout UTBK SNBT 2026 Beserta Rekomendasi Tryout Terbaik
Monday, March 2, 2026
Program BerOjol Day Dompet Dhuafa: 1447 Motor Ojol Diservis Gratis di Jabodetabek
Aku selalu punya kebiasaan kecil kalau lagi di jalan: memperhatikan wajah-wajah di balik helm hijau atau oranye yang melintas cepat di antara kemacetan. Mereka yang kita kenal sebagai ojek online, atau akrab disingkat ojol adalah denyut paling nyata dari ekonomi digital hari ini. Pesan makan tinggal klik, kirim barang tinggal tunggu, berangkat kerja tinggal pesan. Praktis. Cepat. Efisien.
Tapi di balik semua kemudahan itu, ada cerita yang nggak selalu kita lihat.
Jam kerja panjang. Target harian yang kadang bikin deg-degan. Ditambah lagi biaya bensin, kuota, cicilan motor, dan tentu saja… servis kendaraan yang nggak bisa ditunda. Karena buat mereka, motor bukan sekadar alat transportasi. Motor adalah dapur yang harus terus ngebul.
Dan di momen Ramadan 1447 H ini, aku merasa hangat membaca kabar dari Dompet Dhuafa yang menghadirkan program BerOjol (Berkah Untuk Ojek Online). Sederhana tapi dampaknya nyata: servis motor gratis untuk 1447 pengemudi ojol di wilayah Jabodetabek.
Friday, January 16, 2026
Dari Memberi Jadi Memberdayakan: Arah Baru Filantropi Indonesia
Ketika Hidup Terasa Tidak Pasti
Sunday, September 14, 2025
PARARA Mini Festival 2025: Obrolan yang Bikin Rethink Soal Makanan & Budaya
Kalau ada satu tempat di mana obrolan serius bisa terasa hangat dan dekat, menurutku itu ada di PARARA Mini Festival 2025. Event ini sukses digelar di Taman Literasi Martha Tiahahu, Blok M Jakarta, pada 12–13 September 2025 kemarin, dengan tema besar yang catchy banget: #CareEatLove.
Tapi jujur, yang paling bikin aku excited bukan sekadar liat produk lokal atau nyobain kuliner nusantara, melainkan talkshow-nya. Karena di sini, kita nggak cuma diajak duduk manis, tapi juga diajak mikir bareng: soal bumi, soal pangan, bahkan soal identitas kita sebagai orang Indonesia.
Climate Change & Food Security: Dari Lahan ke Meja Makan
Friday, August 29, 2025
Menyusui Bukan Perjuangan Sendiri: Kolaborasi Dompet Dhuafa untuk GenerASI Emas 2045
Ada satu momen yang selalu bikin aku terharu tiap kali lihatnya: seorang ibu menyusui bayinya. Bukan cuma karena itu momen intim penuh cinta, tapi juga karena aku tahu, di balik aktivitas yang terlihat sederhana itu, ada perjuangan panjang, ada sistem yang (sayangnya) belum sepenuhnya berpihak, dan ada budaya yang sesungguhnya kaya akan nilai, tapi mulai tergeser oleh gempuran modernitas.
Tahun 2025 ini, Indonesia (dan dunia) masih punya PR besar soal menyusui. Pemerintah menargetkan cakupan ASI eksklusif sampai 80%, sementara WHO berharap global rate naik minimal 50% untuk bayi di bawah 6 bulan. Kedengarannya ambisius, tapi ketika melihat fakta bahwa gempuran susu formula masih super agresif, ruang laktasi di tempat kerja baru tersedia di sekitar 30% perusahaan (Data Kemenaker 2023), dan konseling menyusui sering mahal atau susah diakses, aku jadi sadar: perjalanan menyusui bukan cuma urusan ibu dan bayi, tapi sebuah ekosistem yang kompleks.
When Women Lead with Digital Power
Ada satu hal yang selalu bikin aku amazed setiap kali baca cerita perempuan yang berani keluar dari zona nyaman: keberanian mereka untuk take charge dan bikin sesuatu yang impactful. Salah satunya aku temuin lewat kisah Anggiasari Mawardi (Anggi), founder Anggia Corp.
Anggi mulai bisnis fashion modest dari hal sederhana: kebutuhan busana. Tapi dari situ dia grow pelan-pelan, sampai akhirnya brand-nya bisa tembus pasar luar negeri, Filipina, Thailand, bahkan UK dan Perancis. Dari Bandung, karyanya bisa jalan-jalan ke dunia. And honestly, that’s the kind of story we need more of.
Tapi yang bikin aku reflektif bukan cuma soal fashion-nya. It’s about how she embraces digitalization. Di Anggia Corp, hampir semua lini udah digitalized, dari penjualan, layanan pelanggan, administrasi, sampai manajemen stok. Dan itu jadi game changer. Karena let’s be real, tanpa sistem digital, bisnis sekelas Anggia mungkin bakal stuck di level lokal.
Wednesday, August 27, 2025
Digitalisasi Pendidikan: Catatan dari Seorang Dosen dan Entrepreneur
Sebagai dosen sekaligus entrepreneur, aku sering melihat bagaimana teknologi mengubah cara kita bekerja, belajar, bahkan cara kita bermimpi. Digitalisasi bukan lagi sekadar tren, tapi sudah menjadi kebutuhan. Apalagi di dunia pendidikan, internet bisnis yang stabil bukan cuma soal akses, tapi soal keberlanjutan kualitas pembelajaran.
Beberapa waktu lalu, aku membaca cerita tentang SMK Vinama 2 Bekasi di akun Instagram @indibiz.id. Dari sana aku tahu bagaimana sekolah ini sudah menggunakan layanan High Speed Internet (HSI) Indibiz dari Telkom Indonesia. Sekilas terlihat sederhana: sekolah menggunakan internet bisnis. Tetapi bagi aku, ini adalah langkah strategis yang punya dampak jangka panjang.
Tuesday, August 19, 2025
B2B Tanpa Drama: Rahasia Bisnis Lancar 24/7 Bareng Telkom Indibiz Care
Pernah gak sih ngalamin momen worst nightmare pelaku usaha? Lagi enak-enaknya jalanin operasional, klien udah nunggu, tim udah siap, eh… tiba-tiba sistem error.
Semua langsung heboh. Chat grup rame. Telepon sana-sini. Dan di kepala cuma ada satu pertanyaan: “Gimana ini cara benerinnya secepat mungkin?!”
Di dunia bisnis, apalagi B2B, delay satu jam aja bisa bikin banyak hal keteteran. Ini bukan drama lebay, tapi realita. Karena kalau operasional macet, efeknya domino, mulai dari jadwal meeting mundur, orderan terhambat, sampai revenue yang harusnya masuk malah nyangkut.
Makanya, buat aku ngerasa, punya partner yang bisa backup bisnis kapan aja itu bukan cuma penting, tapi mandatory. Bukan cuma “respon cepat” di chat, tapi benar-benar datang, cek, dan beresin masalah. Nah, di sinilah aku merasa Telkom Indibiz Care itu game changer.
Monday, July 28, 2025
IDL 2025: Ketika Guru Nggak Cuma Mengajar, Tapi Ikut Merancang Masa Depan
Sunday, June 29, 2025
Tenangin Dompet, Tenangin Hati: Finansial Halal Era Milenial
"Jika mimpi adalah bahan mentah masa depan, maka sistem keuangan yang tepat adalah alat tenunnya."
Di tengah gegap gempita transformasi digital dan percepatan ekonomi global, generasi milenial Indonesia berada di titik krusial. Mereka dibekali semangat, inovasi, dan akses informasi tanpa batas, namun ironisnya, banyak dari mereka yang justru terjebak dalam lingkaran kebingungan finansial. Impian akan kebebasan ekonomi, rumah pertama, bisnis mandiri, hingga liburan impian seringkali kandas oleh ketidaksiapan sistem keuangan pribadi. Ditambah lagi, munculnya kesadaran baru tentang pentingnya menjalani kehidupan yang bukan hanya "cukup secara materi", tetapi juga bermakna secara spiritual, memperkuat urgensi hadirnya solusi finansial yang selaras dengan nilai hidup.
Hal ini memunculkan pertanyaan reflektif yang mulai sering digaungkan:
"Kalau bisa halal dan aman, ngapain ribet?"
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS, 2023), pada tahun 2030 mendatang, lebih dari 64% penduduk Indonesia akan didominasi oleh generasi milenial dan Gen Z. Generasi ini bukan hanya digital-native, tapi juga lebih sadar nilai, lebih kritis, dan cenderung memilih produk atau layanan yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi tetapi juga sejalan dengan identitas dan nilai personal. Maka, tidak mengherankan jika keuangan syariah semakin mendapat tempat di hati anak muda. Di sinilah peran Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi semakin signifikan sebagai solusi masa kini dan masa depan.
Wednesday, February 12, 2025
Menanam Harapan, Memanen Kebaikan: Kisah Seledri di DD Farm Banten
Berada di Kampung Cimaung Kadu, Kabupaten Serang, tempat ini bukan sekadar kebun biasa. Ia adalah simbol harapan, kemandirian, dan pemberdayaan. Di sini, seledri bukan hanya tumbuh untuk dipanen, tapi juga menjadi bagian dari perjuangan Dompet Dhuafa Farm dalam menciptakan ketahanan pangan dan memberdayakan masyarakat sekitar.
Thursday, December 26, 2024
Ancol Penuh Cinta: Sebuah Perjalanan yang Menyembuhkan Bersama Shelter Sehati
Percaya nggak, kalau kebahagiaan adalah obat terbaik dalam mencari kesembuhan? Kebahagiaan tentunya bukan hanya menyangkut hal-hal besar, tetapi juga momen-momen kecil yang begitu berarti. Itulah yang aku rasakan pada Minggu, 22 Desember 2024 kemarin. Sebuah perjalanan penuh makna bersama Shelter Sehati dan Dompet Dhuafa, di mana tawa, senyum, dan kebahagiaan menjadi penawar bagi mereka yang tengah menghadapi tantangan berat dalam hidup.
Pagi itu, langit Jakarta diguyur hujan, namun tak menyurutkan semangatku, Dompet Dhuafa team dan juga pasien Shelter Sehati untuk tetap menjalankan Rihlah Ceria dengan penuh rasa bahagia. Di balik antusiasme mereka, ada cerita yang mungkin tak banyak orang tahu. Cerita tentang perjuangan melawan penyakit, jauh dari kampung halaman, putus sekolah karena harus fokus pada pengobatan dan lain sebagainya.
Kami mulai Rihlah ini di area Samudera Ancol yang ternyata ramai sekali pengunjung. Tapi tak mengapa, karena Rihlah ini bukan sekadar rekreasi. Ini adalah cara sederhana untuk memberikan jeda bagi mereka. Sebuah momen untuk berhenti sejenak dari beratnya hidup dan menggantinya dengan kebahagiaan.
Sunday, December 22, 2024
Bukan Sekedar Menyusun Resolusi, Akhir Tahun Jadi Momen yang Tepat untuk Berbagi
Time so flies. Waktu terasa seperti berlari, ya. Rasanya baru aja kemarin kita membuat resolusi tahun baru, menyusun target, menggantungkan harapan, dan membayangkan bagaimana tahun ini akan berjalan. Tapi, sekarang Desember sudah hampir berakhir. Saatnya kita berhenti sejenak, menyeruput kopi hangat, dan mengingat kembali semua cerita yang telah terukir sepanjang 2024.
Tahun ini, apa sih cerita yang paling berkesan buat kamu? Kalau aku, 2024 seperti perjalanan mendaki gunung: penuh tantangan, banyak ujian, bahkan fitnah yang jujur aja, sesekali membuatku ingin menyerah. Walau pada akhirnya di ujung jalan, selalu ada keindahan yang membuat segalanya terasa berarti.
Monday, November 25, 2024
Seperti Magic! Eksplor Kreativitas dengan Fitur Droptober di Acara Canva Community Labs
Asli deh, kayanya Minggu kemarin jadi momen tak terlupakan bagi para kreator, dan pecinta Canva yang hadir di acara Canva Community Labs di Kuilo Cafe. Sebagai pengguna setia Canva, aku pribadi antusias banget ketika menerima undangan untuk menghadiri acara ini. Gimana nggak coba, selain membahas fitur terbaru bernama Droptober, acara ini juga bertabur hadiah menarik, lengkap dengan interaksi seru dengan sesama pengguna Canva.
Atmosfer di Kuilo Cafe: Hangat dan Menginspirasi
Kuilo Cafe, dengan desain interiornya yang minimalis namun artistik, menjadi tempat yang pas untuk menggali inspirasi. Begitu memasuki lokasi, aku langsung disambut oleh suasana yang hangat. Ada sudut-sudut yang dihias dengan elemen-elemen Canva, mulai dari balon-balon gemes dengan tone Canva hingga instalasi warna-warni yang mewakili semangat kreatifitas.
Nggak hanya suasana ruangan yang menyenangkan, panitia juga menyambut setiap peserta dengan welcome kit yang isinya sangat menggemaskan—ada buku catatan kecil berlogo Canva dan sticker pack bertema kreatifitas.
Wednesday, November 6, 2024
Terinspirasi dari Perjuangan Eko Cahyono: Mari Berantas Buta Huruf di Indonesia
Padahal hanya berjarak 1 jam dari Kota Bekasi, tapi daerah yang aku kunjungi ini, sungguh membuatku meneteskan air mata. Yup, sebulan lalu, aku berkesempatan menjadi fasilitator dan memberikan sosialisasi mengenai bahaya hoax digital pada lansia di daerah Muara Gembong, Bekasi.
Ada sekitar 100 lansia berkumpul di area yang sudah di tentukan. Mereka sangat antusias menyambut kedatangan kami. Para lansia tersebut kemudian dibagi dalam 10 kelompok kecil, yang masing-masing berisi 10 lansia.
Kebetulan aku mendampingi kelompok 8, yang semuanya adalah nenek-nenek. Saat sedang serius memberikan penyuluhan dan menjabarkan fakta hoax digital melalui media ajar yang kubawa, mereka tampak tak mengerti. Seketika aku tersentak, ternyata 8 dari 10 lansia dari kelompokku buta huruf.
Jangankan menggunakan gadget, mereka sama sekali tak bisa baca dan tulis. Hatiku rasanya nelongso. Nggak kebayang bagaimana mereka menjalani kehidupan sehari-hari tanpa baca dan tulis. Padahal, membaca adalah jendela dunia.
Wednesday, October 30, 2024
Nature’s Bounty: Keajaiban Keberlanjutan melalui Kopi Lokal
Kopi bukan sekadar minuman, tapi sebuah cerita panjang yang merentang dari masa lalu hingga masa depan. Di Indonesia, kopi sudah menjadi bagian dari identitas bangsa yang tak tergantikan. Dari Aceh hingga Papua, kopi tumbuh dan menjadi bagian integral dalam kehidupan masyarakat lokal.
Dalam artikel ini, mari kita menggali lebih dalam tentang sejarah kopi di Indonesia dan bagaimana kopi bisa menjadi pilar bagi ekonomi restoratif yang berkelanjutan. Yup, materi yang menarik ini aku dapat dalam acara gathering bersama EcoBlogger Squad dengan tema Nature's Bounty: Drafting Sustainable Wonders with Local Coffee. Penasaran? Simak tulisanku sampai selesai ya!
Monday, October 7, 2024
Estetika vs Keamanan? Ini Cara Menggabungkan Keduanya di Rumah Idaman!
Bagiku yang nggak mengerti soal kelistrikan, jujur terkait rumah aku hanya fokus pada estetika semata. Pemilihan warna cat, penempatan furniture, dan personal space yang sesuai dengan keinginan. Tapi kemarin aku jadi sadar kalau ternyata rumah idaman bukan hanya soal estetika aja, tapi juga soal kelistrikan.
Yup, kini kalau membayangkan rumah impian, yang terlintas bukan hanya soal tampilan yang cantik, tetapi juga kenyamanan dan keamanan bagi keluarga.
Nah, Schneider Electric, sebagai pemimpin dalam pengelolaan energi dan otomasi, menghadirkan kampanye "Rumah Nyaman, Listrik Aman" yang mengajak kita memikirkan ulang tentang rumah ideal. Kampanye ini mengingatkan bahwa rumah yang cantik saja tidak cukup—harus aman dan nyaman juga.
Friday, September 20, 2024
Green Initiative BSD City: Langkah Nyata Sinar Mas Land untuk Masa Depan yang Lebih Hijau
Pernah kepikiran hidup di tengah kota yang modern, tapi tetap dikelilingi oleh alam yang asri? Rasanya kayak mimpi, ya? Tapi di BSD City, mimpi itu jadi kenyataan.
Eitttss, itu bukan kataku aja lho. Beberapa postinganku tentang BSD City di sosial media ternyata dapat atensi yang luar biasa. Banyak dari netizen yang komentar dan sepakat kalo BSD seperti tempat tinggal idaman mereka. Definisi Smart City in Indonesia nggak sih?
Yup, aku pribadi memang punya ketertarikan sama konsep green living in Indonesia. Nggak cuma soal gaya hidup, tapi juga soal membangun masa depan yang lebih baik. Nah, di BSD City, aku nemuin sebuah kawasan yang punya visi yang sama: hidup berdampingan dengan alam.
Let me tell you a story!~



























