Monday, March 2, 2026

...

Program BerOjol Day Dompet Dhuafa: 1447 Motor Ojol Diservis Gratis di Jabodetabek




Aku selalu punya kebiasaan kecil kalau lagi di jalan: memperhatikan wajah-wajah di balik helm hijau atau oranye yang melintas cepat di antara kemacetan. Mereka yang kita kenal sebagai ojek online, atau akrab disingkat ojol adalah denyut paling nyata dari ekonomi digital hari ini. Pesan makan tinggal klik, kirim barang tinggal tunggu, berangkat kerja tinggal pesan. Praktis. Cepat. Efisien.

Tapi di balik semua kemudahan itu, ada cerita yang nggak selalu kita lihat.

Jam kerja panjang. Target harian yang kadang bikin deg-degan. Ditambah lagi biaya bensin, kuota, cicilan motor, dan tentu saja… servis kendaraan yang nggak bisa ditunda. Karena buat mereka, motor bukan sekadar alat transportasi. Motor adalah dapur yang harus terus ngebul.

Dan di momen Ramadan 1447 H ini, aku merasa hangat membaca kabar dari Dompet Dhuafa yang menghadirkan program BerOjol (Berkah Untuk Ojek Online). Sederhana tapi dampaknya nyata: servis motor gratis untuk 1447 pengemudi ojol di wilayah Jabodetabek.

Motor Sehat, Nafkah Lancar




Program ini dijalankan melalui Institut Kemandirian dan menyasar pengemudi ojol dengan pendapatan bersih di bawah Rp3 juta per bulan. Artinya, bantuan ini benar-benar menyentuh mereka yang paling membutuhkan.

Lokasi layanannya tersebar, mulai dari Promatic Bekasi, Promatic Tangerang, Promatic Jakarta Timur, hingga 20 mitra bengkel kecil di Depok dan Bogor. Yang bikin aku makin salut, program ini juga melibatkan 20 bengkel UMKM sebagai mitra. Jadi bukan cuma ojol yang terbantu, tapi pelaku usaha kecil juga ikut bergerak.



Acara pembukaannya digelar di Lotte Grosir Ciputat, Tangerang, pada 1 Maret 2026, dan bahkan turut dihadiri oleh Aldi Taher untuk menarik antusiasme para pengemudi. Target awalnya 200 motor terlayani di hari pertama, dan selama Ramadan ini ditargetkan 1447 motor, angka yang simbolik sekaligus penuh doa.

Aku membayangkan betapa leganya seorang pengemudi saat tahu motornya dicek tanpa harus mengeluarkan ratusan ribu rupiah. Uang yang seharusnya untuk servis bisa dialihkan untuk kebutuhan sahur dan berbuka keluarga di rumah.


Bukan Cuma Motor, Tapi Juga Kesehatan




Yang bikin program ini terasa komprehensif, ternyata bukan cuma servis motor. Ada juga layanan cek kesehatan gratis dari Layanan Kesehatan Cuma-cuma Dompet Dhuafa.

Karena jujur aja, tubuh mereka juga “kendaraan” utama. Seharian di jalan, terpapar panas, hujan, polusi, belum lagi tekanan target, itu bukan hal ringan. Dengan cek kesehatan gratis, para pengemudi bisa memastikan kondisi tubuh tetap fit agar tetap produktif.



Bahkan di momen ini juga disalurkan zakat fitrah, dan UMKM Zona Madina turut mengenalkan produk pemberdayaan. Rasanya seperti satu ekosistem kebaikan yang saling menguatkan.


Cerita Afi dan Ribuan Harapan Lainnya




Ada satu kutipan yang bikin aku terdiam sejenak. Dari Afi, seorang perempuan pengemudi ojol yang sudah menjalani profesi ini sejak 2017.
“Alhamdulillah terima kasih para donatur Dompet Dhuafa yang sudah melayani dan merawat motor saya. Sehingga untuk lanjut mencari nafkah serta mengurangi beban pengeluaran untuk service motor kami, pulang juga mendapatkan beras.”

Aku membayangkan Afi pulang dengan motor yang sudah diservis, hati yang lebih ringan, dan membawa beras untuk keluarganya. Kadang kebahagiaan memang sesederhana itu: beban berkurang sedikit, tapi maknanya besar.


Dari Zakat Menjadi Kemandirian




Yang juga menarik perhatianku adalah bagaimana dana zakat ini tidak berhenti di bantuan sesaat. Melalui Institut Kemandirian, Dompet Dhuafa membangun pusat pelatihan vokasi dan kewirausahaan untuk kaum dhuafa, pemuda putus sekolah, hingga penyandang disabilitas.

Pelatihannya beragam, mulai dari teknik otomotif, digital live selling, sampai barista. Bahkan banyak pekerja bengkel yang terlibat dalam program ini adalah lulusan pelatihan tersebut. Jadi, ada siklus kebermanfaatan: zakat memberdayakan, yang diberdayakan kemudian ikut memberdayakan.

Kalau dipikir-pikir, ini bukan cuma tentang 1447 motor. Ini tentang 1447 keluarga. Tentang ribuan kilometer perjalanan mencari nafkah yang jadi lebih aman. Tentang ekonomi kecil yang tetap berputar di tengah tekanan hidup kota besar.


Ramadan dan Arti Berkah yang Sebenarnya




Ramadan sering kali mengingatkan kita untuk berbagi. Tapi berbagi bukan hanya soal angka besar atau seremoni megah. Kadang berbagi adalah memastikan rem motor berfungsi dengan baik. Mengganti oli tepat waktu. Mengecek kesehatan agar tetap kuat mengantar penumpang sampai malam.

Selama lebih dari tiga dekade, Dompet Dhuafa berkhidmat dalam pemberdayaan melalui lima pilar: pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial kebencanaan, serta dakwah dan budaya. Dengan tata kelola yang transparan dan sesuai prinsip GCG, lembaga ini terus mencoba menjawab kebutuhan zaman, termasuk menjawab realitas para pekerja sektor informal seperti ojol.

Dan buatku pribadi, cerita seperti ini adalah pengingat halus: di balik satu pesanan yang sampai tepat waktu, ada seseorang yang sedang berjuang menjaga mesinnya tetap menyala, secara harfiah dan metaforis.

Semoga 1447 motor yang diservis tahun ini bukan cuma lebih prima di jalan, tapi juga membawa pulang lebih banyak keberkahan ke rumah masing-masing. Karena ketika satu roda ekonomi kecil kita jaga, sebenarnya kita sedang ikut menjaga harapan.





No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah mampir. semoga bermanfaat ^_^
Jangan lupa tinggalkan komen yaaa ;D