Thursday, March 12, 2026

...

ASUS Buktikan Kualitasnya: Melihat Langsung Uji Ketangguhan Laptop dan Upgrade ASUS Premium Service

 


“Laptop itu kan aset produktivitas, jangan sampai jatuh atau ketumpahan air ya!”

Kalimat itu kayaknya sering banget kita dengar. Dan jujur saja, aku termasuk orang yang selalu extra hati-hati kalau soal laptop. Soalnya laptop bukan cuma perangkat kerja. Di dalamnya ada banyak hal penting: dokumen, foto, draft tulisan, bahkan kadang ide-ide yang belum sempat diwujudkan.

Makanya waktu aku datang ke acara ASUS Media & KOL Gathering Jakarta 2026 yang diadakan oleh ASUS di ASUS Indonesia Office, aku cukup kaget dengan satu hal.
Di sana… laptopnya justru dijatuhkan.

Yes, literally dijatuhkan.

Bukan cuma sekali, tapi beberapa kali.

Dan itu bukan simulasi video. Itu benar-benar demo langsung di depan kami. Awalnya refleks aku langsung mikir,

“Ya ampun… itu laptop perangkat penting loh.”

Tapi justru dari situlah aku mulai memahami sesuatu yang sebelumnya jarang kepikiran. Ternyata ketangguhan laptop itu memang dirancang dan diuji dengan serius, bukan sekadar klaim marketing.

First Impression: Ini Gathering atau Lab Uji Ketahanan?





Begitu masuk area acara, vibe-nya langsung terasa beda.
Biasanya kalau datang ke launching produk teknologi, kita akan melihat display laptop yang disusun rapi, presentasi slide, lalu sesi foto-foto.

Di sini? Beda.

Ruangan acara justru dipenuhi booth pengujian ketangguhan. Ada beberapa area demo seperti:
  • ‌drop test
  • ‌pressure test
  • ‌vibration test
  • ‌spill test
  • Temperature test

Dan yang bikin seru, para tamu undangan seperti media dan content creator boleh mencoba beberapa pengujian tersebut secara langsung. Jadi bukan cuma melihat. But actually experience it firsthand. Dan buatku, ini jadi pengalaman yang cukup unik sih!

Drop Test: Momen yang Bikin Semua Orang Tahan Napas


Laptop ASUS dijatuhkan dari meja setinggi itu dan tetap berfungsi dengan baik


Salah satu booth yang paling ramai tentu saja drop test. Laptop dijatuhkan dari ketinggian sekitar 80 cm.
Coba bayangkan:

itu kira-kira setinggi meja kerja.

Begitu laptop dilepas dan jatuh ke permukaan, reaksi orang-orang di ruangan hampir sama.

“Waduh…”

Tapi ternyata laptop tersebut tetap menyala normal. Tim ASUS kemudian menjelaskan bahwa laptop mereka telah melewati standar militer MIL-STD 810H. Artinya perangkat tersebut telah melalui 26 prosedur pengujian ekstrem sebelum dipasarkan. Termasuk uji benturan hingga 40G.

Kalau dipikir-pikir, ini masuk akal. Laptop itu kan sering kita bawa ke mana-mana: masuk tas, dibawa ke kantor, ke kampus, bahkan traveling. Risiko terbentur atau jatuh itu sebenarnya cukup besar. Dan melihat demo ini membuat aku merasa sedikit lebih tenang. At least… laptopnya memang dirancang untuk menghadapi dunia nyata.

Pressure Test: Ketika Laptop Harus Menahan Beban Berat




Booth berikutnya bahkan lebih dramatic. Di sini dilakukan pressure test, yaitu pengujian untuk melihat apakah bodi laptop mampu menahan tekanan dari luar.
Bayangkan kondisi seperti ini:

laptop di dalam tas yang penuh buku
tas tertindih koper saat traveling
atau mungkin tidak sengaja terduduki
Yes… hal-hal seperti itu sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pengujian ini, ASUS ingin memastikan bahwa struktur sasis laptop mampu melindungi layar dari tekanan eksternal. Dan melihat demo ini secara langsung bikin aku sadar satu hal: Durability itu ternyata bukan cuma soal bahan bodi, tapi juga engineering design yang dipikirkan dengan detail.

Vibration Test: Detail Kecil yang Ternyata Penting




Hal lain yang menarik adalah vibration test. Laptop disimulasikan mengalami getaran dengan frekuensi 5–500Hz selama sekitar satu jam.

Kenapa ini penting?

Karena laptop itu sering sekali mengalami getaran saat dibawa bepergian. Mulai dari naik kendaraan, masuk tas, sampai perjalanan jauh. Tujuan pengujian ini adalah memastikan bahwa komponen internal seperti: baut, engsel, konektor, tidak mudah longgar.

Hal kecil seperti ini mungkin jarang kita pikirkan sebagai pengguna. Tapi justru detail-detail seperti ini yang membuat perangkat bisa bertahan lebih lama.

Spill Test: Ketika Kopi Tumpah ke Keyboard




Sebagai seseorang yang sering bekerja sambil minum kopi atau teh, booth ini langsung menarik perhatian aku. ASUS memperlihatkan desain spill resistant keyboard. Artinya jika ada cairan yang tumpah, desain keyboard memungkinkan cairan tersebut mengalir menjauh dari komponen vital.

Tentu saja ini bukan berarti laptop boleh disiram. But still… knowing there is extra protection feels reassuring. Dan kalau kalian penasaran seperti apa uji ketangguhan yang aku coba di acara ini, kalian bisa lihat langsung di video reels aku di bawah ini.

Temperature Test, Ketika Laptop Diuji pada Suhu Ekstrem


Diuji pada suhu ekstrem 71°C


Selain itu, ada juga temperature test, yaitu pengujian laptop dalam kondisi suhu yang sangat ekstrem. Dalam tes ini, perangkat diuji di dua kondisi yang berlawanan: suhu sangat panas hingga sekitar 71°C, dan suhu sangat dingin sampai sekitar -33°C. Tujuannya tentu untuk memastikan performa laptop tetap stabil, bahkan ketika digunakan di lingkungan dengan kondisi temperatur yang tidak ideal.

Di uji pada suhu ekstrem -33°C


Kemarin aku sempat melihat langsung proses pengujian pada suhu yang sangat rendah. Dari luar, bodi laptopnya sudah terasa super dingin, bahkan terlihat seperti benar-benar berada di lingkungan yang ekstrem. Tapi yang menarik, ketika dicek lebih dekat, bagian mesin di dalamnya masih terasa hangat. That means sistem di dalamnya tetap bekerja dengan normal.

Dan yang paling impressive, meskipun berada di suhu sedingin itu, laptopnya tetap menyala dan bisa berfungsi dengan baik. Buatku ini cukup mind-blowing, karena kita jadi bisa melihat sendiri bagaimana laptop tersebut dirancang untuk tetap reliable di berbagai kondisi.


ASUS No.1 Quality & Service




Di sesi presentasi berikutnya, Brama Setyadi, Head of Public Relations & Digital ASUS Indonesia, menjelaskan sesuatu yang cukup menarik. Selama lebih dari satu dekade terakhir, ASUS berhasil mempertahankan posisinya sebagai brand laptop consumer nomor satu di Indonesia.



Kalau dipikir-pikir, mempertahankan posisi itu selama bertahun-tahun tentu bukan hal yang mudah. Industri teknologi berubah sangat cepat. Tapi ASUS terus berinovasi, mulai dari laptop ultra tipis, laptop layar ganda, hingga laptop berperforma tinggi untuk kreator dan gamer. Melihat langsung proses pengujian tadi membuat aku semakin paham kenapa quality menjadi salah satu kekuatan utama brand ini.

ASUS Premium Service: Ketika Layanan Jadi Nilai Tambah




Selain durabilitas, ada satu hal lagi yang menurutku cukup menarik dari acara ini, yaitu upgrade layanan purna jual dari ASUS. Dalam sesi ini, Adrian Pradipta, Technical Public Relations ASUS Indonesia, menjelaskan bagaimana ASUS ingin memberikan peace of mind bagi para penggunanya.

Beberapa layanan premium yang ditawarkan antara lain:
  • Two-way shipping service: laptop bisa dijemput dan dikirim kembali tanpa biaya tambahan di area tertentu.
  • Laptop Spa: perawatan pembersihan profesional agar performa tetap optimal.
  • ‌FastLane Priority Handling: prioritas antrean servis sehingga proses perbaikan bisa lebih cepat.



ASUS juga memiliki 141 service center di Indonesia dan jaringan global di 113 negara. Jadi kalau suatu saat terjadi masalah pada perangkat, pengguna tidak perlu terlalu khawatir.

Kenapa Bulan Maret Jadi Waktu yang Tepat Membeli Laptop?




Ada satu insight menarik yang aku dengar di acara ini. Menurut penjelasan Davina Larissa, Country Marketing Manager ASUS Indonesia, kemungkinan akan ada penyesuaian harga laptop mulai April 2026. Hal ini berkaitan dengan dinamika rantai pasok global serta kenaikan harga beberapa komponen teknologi seperti RAM. Kalau kondisi ini berlanjut, harga laptop bisa saja ikut meningkat.

Di sisi lain, periode ini juga berdekatan dengan momen Lebaran, ketika banyak orang menerima THR atau bonus tahunan. Makanya bulan Maret bisa menjadi timing yang cukup ideal untuk membeli laptop sebelum harga mengalami penyesuaian.

Laptop AI Generasi Baru dari ASUS

Selain uji ketangguhan, ASUS juga memamerkan beberapa laptop generasi terbaru dengan teknologi AI. Salah satunya adalah ASUS Zenbook S16 OLED yang memiliki performa AI hingga 50 TOPS dalam bodi super tipis. Ada juga ASUS Zenbook 14 OLED yang menawarkan mobilitas tinggi dengan baterai yang bisa bertahan lebih dari 20 jam. Sementara bagi gamer dan kreator, lini ROG dan TUF Gaming juga hadir dengan GPU terbaru dan layar berkualitas tinggi.

Bukan Sekadar Laptop, Tapi Investasi Produktivitas


Layanan Laptop Spa ASUS


Setelah mengikuti seluruh rangkaian acara ini, ada satu hal yang cukup terasa. Memilih laptop ternyata bukan hanya soal spesifikasi. Tapi juga soal durability, layanan purna jual dan rasa aman saat menggunakannya dalam jangka panjang.

Dan dari pengalaman yang aku lihat langsung di acara ini, ASUS berhasil menunjukkan bahwa mereka tidak hanya menjual perangkat. Mereka menawarkan ekosistem teknologi yang dirancang untuk mendukung produktivitas penggunanya.

Kalau kamu lagi mempertimbangkan untuk membeli laptop baru, kamu bisa melihat berbagai pilihan laptop ASUS melalui ASUS Online Store berikut ini ya! 

Siapa tahu kan, lebaran nggak cuma bajunya aja yang baru, Laptopnya juga ikut baru! 











No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah mampir. semoga bermanfaat ^_^
Jangan lupa tinggalkan komen yaaa ;D