Kalau mendengar nama Raja Ampat, apa yang pertama kali terlintas di pikiran kamu?
Buat saya, mungkin sama seperti kebanyakan orang, Raja Ampat identik dengan laut biru yang jernih, gugusan pulau karang yang memesona, dan keindahan bawah laut yang bikin siapa pun ingin datang berkunjung. Rasanya, membayangkan Raja Ampat saja sudah cukup untuk membuat kita ingin segera mengemas koper dan berangkat ke sana.
Tapi, pernah nggak kita berpikir tentang kehidupan masyarakat yang tinggal di balik keindahan alam tersebut? Tentang bagaimana mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari, mendapatkan bahan pangan, dan menjaga sumber penghidupan yang selama ini bergantung pada alam?
Pertanyaan-pertanyaan itu mulai terjawab ketika saya mengikuti sesi webinar bersama teman-teman EcoBlogger Squad. Dari diskusi tersebut, saya mendapat banyak perspektif baru tentang pentingnya hutan mangrove di Raja Ampat, khususnya bagi masyarakat pesisir di Kampung Friwen.














