Aku tuh tipe orang yang percaya satu hal: liburan itu bukan reward, tapi kebutuhan.
Bukan karena sok healing atau ikut-ikutan tren, tapi karena ada fase hidup di mana kepala penuh, hati capek, dan satu-satunya cara buat reset adalah… pergi. Bisa ke pantai, gunung, atau sekadar city escape yang jaraknya nggak terlalu jauh.
Dan jujur aja, aku termasuk yang gampang tergoda itinerary. Begitu lihat foto destinasi di media sosial, otak langsung mikir, “Kayaknya aku butuh ke sana deh.”
Masalahnya satu: traveling itu mahal ðŸ˜
Dan semakin ke sini, aku makin sering nemu kalimat ini, baik dari teman, followers, bahkan dari diri sendiri:
“Pengen liburan, tapi kok rasanya tiap pergi malah bikin tabungan menipis ya?”
Kalau kamu juga pernah ada di fase itu, welcome.
You’re not alone.
Traveling is Fun, Until You Check Your Bank Account
Ada satu momen yang selalu jadi wake up call buat aku. Biasanya terjadi di hari terakhir liburan, saat koper sudah ditutup, galeri penuh foto, dan badan mulai capek.
Aku buka mobile banking.
And then… silence.
Bukan karena saldo nol, tapi karena ada rasa,
“Loh, kok segini doang sisanya?”
Padahal kalau dilihat-lihat, liburannya nggak lebay. Bukan yang luxury, bukan juga impulsive banget. Tapi tetap aja, efeknya kerasa ke keuangan. Kalau ditarik lebih luas, ini sebenarnya bukan cuma masalah personal.
Data menunjukkan kalau total perjalanan wisata nasional terus meningkat, terutama di usia 25–34 tahun, disusul 35–44 tahun, bahkan usia <25 tahun juga mulai mendominasi.
Artinya apa?
Traveling sekarang sudah jadi bagian dari lifestyle generasi produktif.
Tapi lifestyle yang naik ini sering nggak diiringi strategi finansial yang matang. Kita pengen hidup seimbang, kerja iya, liburan iya, tapi lupa satu hal penting: keberlanjutan finansialnya.
Kita Kerja Keras, Tapi Masih Mengandalkan Satu Sumber Uang
Kalau jujur sama diri sendiri, sebagian besar dari kita masih hidup dari active income; gaji bulanan, fee project, omzet bisnis, uangnya datang karena kita kerja.
Kalau kita berhenti, uangnya juga berhenti. Masalahnya, kebutuhan hidup nggak ikut berhenti. Termasuk kebutuhan buat liburan.
Akhirnya banyak yang ada di siklus ini:
Kerja keras berbulan-bulan, Liburan beberapa hari,
Pulang dengan perasaan senang… tapi keuangan ngos-ngosan. Dan ini makin terasa di usia produktif, ketika penghasilan sudah ada, tapi kebutuhan juga makin banyak.
Aku Pernah Ada di Fase “Liburan Sekarang, Pusing Belakangan”
Aku pernah ngerasa,
“Ya udah lah, nanti juga bisa dicari lagi.”
Dan itu nggak salah. Tapi lama-lama capek juga. Karena setiap liburan terasa seperti financial setback, bukan recharge.
Di situlah aku mulai mikir:
masa iya, hidup harus milih antara menikmati sekarang atau aman di masa depan? Harusnya kan bisa dua-duanya.
Literasi keuangan memang meningkat. Data juga menunjukkan inklusi keuangan di Indonesia makin baik, terutama di usia 18–25 tahun. Tapi realitanya, masih banyak yang:
- Takut salah langkah saat mulai investasi
- Bingung karena terlalu banyak instrumen
- Overthinking sebelum mulai
Akhirnya?
Nggak mulai sama sekali.
Mindset Shift: Liburan Boleh Jalan, Tapi Uang Juga Harus “Kerja”
Titik baliknya adalah saat aku sadar satu hal sederhana:
uang yang cuma disimpan itu capek, tapi uang yang dikelola bisa bantu kita.
Liburan nggak harus selalu dibiayai dari uang yang sudah ada.
Ada cara supaya uang kita ikut bekerja, bahkan ketika kita lagi packing koper.
Dan dari situ, aku mulai lebih terbuka sama dunia investasi digital.
Jujur, Aku juga sempat takut sama kata “Crypto”
Setiap dengar kata crypto, yang kebayang itu:
- Chart naik turun
- Risiko tinggi
- Istilah ribet
Dan aku sempat berpikir,
“Ini kayaknya bukan buat aku deh.”
Tapi makin ke sini, aku sadar:
yang bikin investasi terasa menakutkan itu bukan produknya, tapi kurangnya pemahaman.
Aku mulai cari platform yang beginner-friendly, edukatif, fleksibel, Bisa disesuaikan sama gaya hidup. Dan di situlah aku kenal Bitget.
Bitget: Platform Investasi Buat yang Pengen Mulai Tanpa Drama
Awalnya aku kirain Bitget itu “hanya” platform kripto. Tempat beli aset digital, lihat chart, lalu selesai. Tapi setelah benar-benar eksplor, aku baru sadar satu hal: Bitget sekarang sudah berkembang jadi platform investasi yang lebih luas, bukan cuma buat crypto-savvy people, tapi juga buat orang-orang yang ingin mulai pelan-pelan memahami dunia investasi.
Dan buat aku pribadi, ini penting. Karena jujur aja, aku bukan tipe yang ingin langsung lompat ke instrumen paling agresif. Aku butuh ruang buat belajar, mencoba, dan menyesuaikan dengan gaya hidup.
Yang aku suka dari Bitget adalah pendekatannya yang nggak menggurui.
Nggak terasa “harus jago dulu baru boleh masuk”. Yup, Bitget adalah platform investasi global yang menyediakan berbagai pilihan produk, jadi kita bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan profil risiko masing-masing.
Beberapa produk dasar di Bitget yang relevan buat pemula:
- Aset kripto (Spot) → beli aset digital secara langsung
- Earn / deposito → buat yang pengen lebih stabil
- Global Stocks (US Stock) → diversifikasi ke saham global
- Copy Trading (Spot) → belajar dari trader berpengalaman tanpa harus mantengin chart terus
Personally, semua fiturnya menarik banget. Tapi oke, kita bahas satu persatu yuk!
Spot, Aset Digital Begginer Friendly
Sebagai seorang pemula, tentu aku mulai dari yang paling dasar dulu yaitu Investasi Spot di Bitget. Nah, kalau kamu baru mulai dan masih ingin “kenalan” dulu sama dunia kripto, produk Spot di Bitget itu titik awal yang paling masuk akal.
Spot trading itu sederhananya: kita beli aset digital secara langsung dan simpan, lalu nilainya akan mengikuti pergerakan pasar. Aku pribadi Aku suka Spot karena konsepnya yang simpel dan cocok buat pemula. Jadi bikin kita bisa belajar membaca market pelan-pelan
Di fase ini, aku nggak ngejar cepat untung tapi lebih ke belajar memahami:
kenapa harga bisa naik atau kenapa bisa turun, dan bagaimana emosi kita bereaksi terhadap itu semua. Because sometimes, the biggest lesson in investing is actually about self-control.
Mulainya Ribet Nggak? Surprisingly, No.
Salah satu alasan orang nggak mulai investasi adalah karena mikir prosesnya ribet. Padahal di Bitget, langkah awalnya cukup simpel:
- Download aplikasi Bitget
- Buat akun
- Selesaikan verifikasi (KYC)
- Pilih produk investasi sesuai tujuan dan profil risiko
- Dan yes, kamu bisa mulai dari nominal kecil. Which makes it feel more doable, less scary.
Earn di Bitget: Ketika Investasi Nggak Harus Deg-degan
Eiitts, nggak sampe situ sih, ada masa di mana aku ingin uangku tetap “bergerak”, tapi tanpa harus mantengin market atau mikir terlalu banyak. Di situ aku kenal Earn.
Earn di Bitget itu konsepnya mirip deposito di bank. Kita menyimpan aset, lalu mendapatkan imbal hasil dalam periode tertentu. Yang bikin aku nyaman dengan Earn tuh, karena lebih stabil, cocok buat mindset jangka menengah dan pastinya nggak bikin overthinking tiap hari. Ini tipe investasi yang pas banget buat fase hidup yang lagi pengen tenang.
Uang tetap bekerja, tapi kepala nggak ikut capek. Sometimes, financial peace comes from choosing the right pace, not the fastest one.
Copy Trading: Belajar Investasi Sambil Mengamati yang Lebih Berpengalaman
Selain Spot dan Earn, ada salah satu fitur Bitget yang menurutku paling beginner-friendly yaitu Copy Trading. Konsepnya sederhana, kita bisa menyalin strategi trading dari trader yang lebih berpengalaman dan terdaftar di Bitget.
Buat aku pribadi, copy trading bukan soal ikut-ikutan. Tapi lebih ke belajar lewat observasi. Dari sini aku bisa lihat, kapan trader masuk pasar? Bagaimana mereka mengatur risiko? Kenapa mereka mengambil keputusan tertentu?
Dan dari situ, pelan-pelan aku mulai paham pola. It feels like learning by watching, instead of guessing.
Futures Saham US: Ketika Bitget Jadi Platform Investasi yang Lebih “Lengkap”
Yang cukup bikin aku surprised adalah saat tahu kalau Bitget juga punya Futures Saham US. Ini artinya, Bitget nggak cuma bicara soal kripto, tapi juga membuka akses ke saham global, khususnya saham Amerika, lewat instrumen derivatif.
Sederhananya, kita melakukan kontrak atas saham di harga sekarang dan Keuntungan atau kerugian ditentukan di masa depan. Buat aku, ini bukan produk yang langsung aku pakai di awal. Tapi keberadaannya menunjukkan satu hal penting, Bitget memberi ruang untuk bertumbuh, dari pemula sampai investor yang lebih advance. Dan menurutku, platform yang baik itu bukan yang memaksa kita cepat jago, tapi yang siap menemani proses belajar kita.
Traveling with Better Financial Control
Sejak mulai lebih serius belajar investasi lewat Bitget, cara aku memandang uang berubah. Aku jadi lebih mindful:
- Saat merencanakan liburan
- Saat mengatur pengeluaran
- Saat memutuskan kapan menahan, kapan melangkah
Investasi nggak lagi terasa jauh dari kehidupan sehari-hari. Justru terasa lebih dekat, lebih relevan. Aku bisa traveling dengan perasaan lebih tenang, karena tahu keuangan nggak cuma keluar, tapi juga dikelola. And that, for me, is a different kind of freedom.
Karena investasi seharusnya menyesuaikan hidup, bukan sebaliknya. Dari semua yang aku pelajari, satu hal yang paling aku pegang adalah investasi itu personal. Nggak semua orang harus ambil risiko yang sama dan nggak semua orang harus mulai dari titik yang sama.
Bitget memberiku ruang untuk memilih, belajar, dan bertumbuh sesuai ritmeku sendiri. Dan itu yang bikin pengalaman investasiku terasa lebih manusiawi, nggak kaku, nggak menakutkan. Pelan-pelan, tapi jalan.
So, kalau sekarang kamu lagi ada di fase pengen liburan tapi takut boncos, mungkin ini saatnya mulai mikir ulang strategi finansialmu. Pelan-pelan aja.
Mulai langkah kecil dan belajar sambil jalan. Nah, biar makin cuan jangan lupa pakai referral Bitget aku ya!👌
Yups, itu sharing dari aku, tapi ini bukan nasihat investasi ya, artikel ini hanya ingin membagikan pengalaman pribadi penulis. Jadi untuk kamu yang mau berinvestasi jangan cuma FOMO tapi harus riset sendiri ya.
Because enjoying life and securing your future should go hand in hand.
Dan siapa tahu, liburan berikutnya bukan cuma tentang destinasi, tapi juga tentang keputusan finansial yang bikin kamu pulang dengan senyum, tanpa cemas! ^_^












No comments:
Post a Comment
Terimakasih sudah mampir. semoga bermanfaat ^_^
Jangan lupa tinggalkan komen yaaa ;D