Monday, February 16, 2026

...

RicheeseGPT: Ketika GPT Bukan Soal AI, Tapi Soal Rasa

 


Jujur, waktu pertama kali dengar kata RicheeseGPT, aku langsung mikir: loh, Richeese sekarang pakai AI juga? 😆 
Ternyata… not that kind of GPT. 

Justru di situlah serunya. Brand fast food yang selama ini identik dengan saus keju dan level pedas ini memilih “main” di area rasa dengan cara yang cukup playful. Dan sebagai orang yang selalu excited kalau ada menu baru, aku langsung penasaran: se-enak apa sih garlic parmesan versi Richeese Factory ini? 

Dari Pedas ke Non-Spicy Friendly: Finally, Semua Bisa Ikut Makan 



Aku termasuk tim yang suka pedas… tapi nggak setiap hari juga. Ada momen ketika pengin makan ayam crispy dengan rasa gurih dan creamy tanpa harus “berjuang” dengan level kepedasan. Nah, di situlah menu baru dari Richeese Factory ini terasa relevan. Mereka baru saja memperkenalkan Richeese Chicken dengan seasoning Garlic Parmesan, yang diberi nama unik: RicheeseGPT. Bukan tentang artificial intelligence, tapi singkatan dari Garlic Parmesan Temptation. Clever move, honestly. 

Di tengah tren digital dan AI di mana-mana, mereka justru mengajak kita “explore rasa” lewat indera paling basic: lidah. Tagline Berani Explore Rasa menurutku cukup kena, karena menu ini memang terasa seperti stepping stone dari menu klasik mereka. 

Kalau biasanya identik dengan Fire Chicken dan level pedasnya, versi ini lebih non-spicy friendly. Jadi buat yang kurang cocok pedas (atau lagi pengen break dari pedas), still can enjoy the Richeese experience. 

First bite: Crispy Outside, Juicy Inside, Cheesy-garlic Everywhere 



Yang paling kerasa dari menu ini adalah layering rasanya. Ayamnya tetap crispy di luar, juicy di dalam, signature texture yang udah jadi standar mereka. Tapi yang bikin beda adalah seasoning garlic parmesan yang cukup bold

Ada kombinasi: 
🧀 Gurih dari keju parmesan 
🧄Aroma garlic yang bikin tempting 
🍗sensasi creamy tapi tetap ringan 
dan aftertaste savory yang nagih 
It’s not spicy, but it’s not boring either. 

Menurutku ini tipe menu yang aman buat banyak orang, tapi tetap punya karakter. Bahkan buat yang biasanya pesan level pedas tinggi, menu ini bisa jadi “variasi” yang nggak bikin eneg. 

Grand Launching RicheesGPT: Intimate, Fun, and Full of Cheese 



Yang bikin pengalaman kali ini makin berkesan, aku bersama Food Blogger Indonesia datang langsung ke grand launching menu ini. Acaranya dibuat cukup intimate tapi tetap lively. Dresscode-nya black denim, jadi suasananya terasa edgy tapi santai, semua tamu terlihat stylish dengan vibe yang seragam. 

Dari awal datang, atmosfernya already fun. Banyak sesi sharing, ngobrol santai, dan yang paling ditunggu: tasting session bareng. Momen ketika akhirnya kita semua nyobain RicheeseGPT bareng-bareng itu terasa seru banget, kayak collective first impression. Semua langsung fokus ke satu hal: ini rasanya gimana? 

Dan jujur, first bite-nya langsung bikin anggukan kecil: 
Okay, this is different.” 

Fyi, menu ini memang dibuat untuk menghadirkan pilihan baru bagi Cheesemate yang ingin rasa gurih tanpa pedas. Sekaligus bukti nyata kalau Richeese Factory ingin terus membangun kedekatan dengan konsumen lewat inovasi rasa yang relatable.

Kami selalu ingin membangun kedekatan emosional dengan Cheesemate. Melalui Richeese Chicken dengan Garlic Parmesan atau RicheeseGPT ini, kami mengajak siapa pun untuk berani explore rasa dan merasakan harmoni antara kelezatan keju parmesan dan keharuman garlic yang otentik”, Chandrataruna, Perwakilan Corporate Communication Richeese Factory. 

Emotional Connection Lewat Makanan? Yes, it Matters! 



Setuju nggak sih, menu ini memang terasa seperti bentuk listening dari brand ke konsumennya? Ada banyak orang yang suka Richeese tapi tidak selalu ingin pedas. Dan sekarang, mereka punya opsi yang tetap “Richeese banget” tanpa harus berkeringat. 

Makanya salut sih sama perusahaan di balik brand ini, yaitu PT Richeese Kuliner Indonesia, yang memang sudah cukup lama dikenal dengan inovasi menu berbasis keju di kategori quick service restaurant. Dari awal berdiri sampai sekarang, ekspansinya juga cepat, jadi setiap peluncuran menu baru rasanya selalu punya momentum tersendiri. 

Worth to try? 
Short answer: yes, especially if you’re not into spicy food
Long answer: menu ini cocok untuk: kamu yang ingin Richeese tanpa pedas 
kamu yang suka garlic parmesan flavor 
kamu yang bosan dengan menu itu-itu saja 
atau kamu yang ingin explore rasa baru 

Aku pribadi melihat menu ini sebagai reminder bahwa eksplorasi rasa itu nggak harus ekstrem. Kadang cukup dengan twist sederhana, seperti garlic parmesan, sudah bisa bikin pengalaman makan terasa fresh. 

Dan mungkin itu juga pesan yang ingin disampaikan: Berani explore rasa, tapi tetap dalam zona nyaman yang bikin kita balik lagi. Kalau kamu tim pedas garis keras, mungkin ini bukan pengganti Fire Chicken. Tapi kalau kamu tim cheesy, savory, non-spicy, this might be your new comfort order.








No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah mampir. semoga bermanfaat ^_^
Jangan lupa tinggalkan komen yaaa ;D