Wednesday, March 7, 2018

Pengalaman Sembuh dari Hepatitis A


A Healthy outside starts from the inside ~ Robert Urich

Sehat itu bersumber dari dalam, dan aku percaya banget akan hal itu. Pernah punya pengalaman sakit yang lumayan parah jadi bikin aku mikir. Betapa sehat adalah nikmat yang luar biasa.

Beberapa tahun lalu, ketika SMA, aku sempet kena hepatitis. Awalnya nggak ngerasa apa-apa, hanya lemes dan sedikit pusing aja. Baru kerasa, ketika bangun dari tempat tidur dan berdiri sebentar langsung jatuh. Saking lemesnya, setiap mau ke kamar mandi harus pegangan, atau dituntun.

Dua sampai tiga hari istirahat dan minum obat kok nggak sembuh-sembuh. Aku sadar sakitnya sudah semakin parah, saat lihat air pipisku yang berwarna orange kemerahan. Jujur itu bikin aku shock dan takut.

Akhirnya lapor ke Mama, dan langsung siap-siap ke rumah sakit. Pas keluar rumah, mama baru sadar kalau badanku menguning, bahkan sampai bola mataku ikutan keruh dan berwarna kuning. Mama nggak menyadari hal ini, karena memang lampu di kamarku redup.

Dari sekian banyak tipe hepatitis, alhamdulillah aku bersyukur, yang aku derita adalah Hepatitis A, yang notabene paling ringan dari tipe yang lain. Dari hasil check darah dan konsultasi sama dokter, aku jadi lumayan tahu tentang hepatitis A.

sumber: metrotimes.com

Apa itu Hepatitis A?

Jadi, hepatitis A adalah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis tipe A yang menyerang sel hati manusia. Dan menurut data yang ada, setiap tahunnya di Asia Tenggara, kasus hepatitis A menyerang sekitar 400.000 orang per tahunnya dengan angka kematian hingga 800 jiwa. Sebagian besar penderita hepatitis A adalah anak-anak.

Gejala awal penyakit ini adalah, munculnya demam, mual, muntah, nyeri pada sendi dan otot serta diare. Dan ketika organ hati sudah mulai terserang, ada beberapa gejala lain yang akan muncul, yaitu urine berwarna gelap, tinja berwarna pucat, badan menguning dan gatal-gatal. Selain itu, daerah bagian perut bagian kanan atas akan terasa sakit terutama ketika ditekan.

Sumber: ailbsindia.com

Hampir semua dari gejala di atas aku rasain, dan dokter juga menjelaskan apa sih yang menjadi penyebab virus hepatitis tipe A ini bisa menginfeksi tubuh, dan berikut adalah faktor risiko penyebaran virus hepatitis tipe A:

• Sanitasi yang buruk
• Kontak langsung dengan pengidap
• Berbagi jarum suntik
• Berhubungan seks dengan pengidap
• Bekerja di area yang berhubungan dengan kotoran

Jujur, dari semua faktor risiko di atas, semuanya bisa dibilang jauh dari aku. Aku kena hepatitis A itu kelas 1 SMA yang notabene sudah paham yang bersih dan kotor. Kalau seandainya sanitasiku buruk, harusnya dari dulu kena hepatitis. Kontak langsung dengan pengidap juga enggak, apalagi berbagi jarum suntik dan berhubungan seks. Really NOPE!

Dan setelah aku inget-inget lagi, ternyata, aku kena hepatitis nggak lama setelah aku suntik vaksin hepatitis A, B, dan C. Jadi, salah satu lembaga yang memberi aku beasiswa ngadain medical check up ke semua penerima beasiswa termasuk aku. Nah, dari hasil pemeriksaan itu, golongan darahku ber-rhesus negatif.

Singkatnya adalah, dari hasil medical check up, aku diwajibkan untuk suntik vaksin hepatitis A, B, dan C, yang telah mereka siapkan. Hukumnya wajib, karena mereka bilang mereka sudah bayar mahal untuk hal itu.

Aku sendiri masih menduga-duga sih, apa iya penyebabnya aku kena hepatitis A itu karena aku vaksin. Mungkin bukan salah vaksinnya, tapi mungkin kondisi badanku yang nggak sehat saat vaksin. Itu yang sampai sekarang masih jadi rahasia Illahi hehe.

Ya udahlah ya, ibarat kata, nasi sudah jadi bubur, tinggal tambahin saja suwiran ayam, cakwe, dan kerupuk biar enak dimakannya. Apa yang terjadi memang sudah takdir yang Allah kasih buat aku. Sekarang yang harus aku lakuin ya jaga kesehatan dan kondisi hati saja.

Dan baru-baru ini aku nemuin suplemen kesehatan yang bagus dan cocok banget di aku. Namanya K-Sauda VCO K-Link Indonesia.

K-Sauda VCO K-Link Indonesia


K-Sauda VCO (virgin coconut oil) dari K-Link Indonesia adalah kombinasi unik dari virgin coconut oil dan habbatus sauda oil serta vitamin E yang telah terbukti sangat bermanfaat bagi kesehatan.

Minyak kelapa murni atau virgin coconut oil adalah minyak yang kaya akan senyawa asam laurat dan tidak mengandung kolesterol. Asam lemak jenuh rantai sedang yang terdapat pada minyak kelapa murni dapat menciptakan kenetralan terhadap kolesterol. Selain itu, VCO juga mengandung asam kaprat yang berfungsi membantu mengurangi masalah penyakit kelamin, seperti herpes simplex, serta bakteri Neisseria Gonorrhoe.

Sedangkan Minyak habbatus sauda sendiri, adalah minyak dari jinten hitam yang mengandung lebih dari 100 zat berkhasiat seperti minyak aromatik, mineral, vitamin dan enzim. Selain itu, juga mengandung 58% asam lemak esensial termasuk omega 3 dan 6 yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Manfaat K-Sauda VCO K-Link Indonesia:
  • Meningkatkan daya tahan tubuh
  • Antivirus influenza, hepatitis, cacar, lupus, herpes
  • Antibakteri pneumonia, radang tenggorokan, gonorrhoe
  • Antiparasit & jamur penyebab penyakit cacingan, eksim, diare
  • Melindungi tubuh dari serangan tumor dan kanker
  • Menurunkan berat badan
  • Mengurangi risiko jantung koroner, hipertensi, stroke dan arterosklerosis
  • Proses penyembuhan prostat dan tiroid
  • Menjaga kesehatan rambut dan kulit
  • Baik bagi penderita diabetes


Sudah 2 mingguan, aku rutin minum K-sauda VCO K-Link ini sebelum makan, dan hasilnya memang aku rasain langsung. Mulai dari lebih seger, semangat beraktivitas, dan nggak gampang drop. Padahal ketika minum ini, aku lagi sibuk-sibuknya, banyak begadang dan sering kehujanan.

Dan satu lagi problem yang aku alami yaitu selalu kembung setiap bangun tidur. Tapi semenjak rutin minum ini, alhamdulillah, tiap bangun tidur sudah nggak ngerasa kembung lagi.

Baca juga: Review K-Ayu Artis Oil Si Mungil Berjuta Manfaat 

Packaging dari K-Sauda VCO K-Link


Kemasan K-Sauda VCO ini juga simple dan enak dibawa kemana-mana karena botolnya dari plastik. Jadi aku nggak takut pecah atau penyok.

Walaupun bentuk Kapsulnya besar, tapi nggak sulit ditelan karena licin. Dan really apreciate, aku pikir VCO itu bau, ternyata nggak sama sekali. Jadi berasa nggak minum apa-apa, karena nggak ada rasa dan baunya. Hanya efek badan yang jadi jauh lebih sehat dan fresh saja.

Tapi, ada satu masukan untuk K-Link, dalam botol K-Sauda VCO ini nggak tertera manfaat serta do and don’t -nya secara lengkap. Hanya tertulis 1-2 x 1 kapsul lunak sehari sebelum makan dan tidak dianjurkan untuk wanita hamil.

Aku mengharapkan, manfaat K-Sauda VCO yang aku sebutkan diatas juga terdapat dalam kemasan botolnya, agar masyarakat makin paham kegunaan K-Sauda VCO ini.

But, over all aku merasakan manfaat besar dari K-Sauda VCO ini, and i really want to repurchase it. Harganya yang sekitar 210K dan sangat worth it untuk ditukar dengan 30 butir kapsul VCO yang banyak manfaatnya untuk kesehatan.

FYI, kalau kamu mau beli K-Sauda VCO ini, kamu bisa dapet diskon 20% jika menjadi member K-Link. Caranya cukup klik Link ini aja dear. Bukan hanya K-Sauda VCO saja, tapi kamu juga bisa dapet diskon 20% untuk semua produknya lho.

Baca Juga: Bosan dengan Suasana Kerja yang Monoton? Ke DYL aja!

Sekarang, aku sadar banget betapa kesehatan itu nikmat yang paling harus disyukuri. Dan semahal-mahalnya jaga kesehatan, lebih mahal lagi kalau kita sakit. Setuju nggak?


3 comments:

  1. Iya yang namanya sakit apapun itu ga enak ya, enakan makan bubur pake cakwe dan temen2nya... Hehehe. Tapi ko bisa ya abis vaksin hepatitis trus jadi sakit hepatitis?
    Ah tapi apaphn penyebabnya, semoga aja ga berulang ya sakitnya, kan udah konsumsi K-Sauda VCO. Hehehe

    ReplyDelete
  2. Sehat selalu ya neng... Mudah-mudahan sehat total ya kan ada K-Sauda VCO menjadi penyembuh hepatitis. Semangat ya neng...

    ReplyDelete
  3. Cepat sembuh ya MBA. Kalau ane kena hati ketutupan lemak. Ane banyak lemak lumayan buat bakso lemaknya, sayang gak bisa

    ReplyDelete

Terimakasih sudah mampir. semoga bermanfaat ^_^
Jangan lupa tinggalkan komen yaaa ;D