Saturday, August 11, 2018

...

Kurbanesia 2018: Proses QC yang Ketat Bikin Pengen Kurban di THK Dompet Dhuafa Aja

kurbanesia


Lombok dilanda gempa, hati kita semua pun berduka
Sedih rasanya mendengar kabar, Lombok dilanda gempa berkekuatan 5 SR, itu terjadi bukan hanya sekali tetapi berkali kali. Rasanya kita semua berduka melihat begitu banyak korban yang tentunya membutuhkan uluran tangan kita.

Beberapa komunitas yang aku ikuti kemudian membuka penggalangan dana untuk masyarakat lombok. Saat ingin berpartisipasi, tiba-tiba salah seorang temanku nyeletuk, “Sebentar lagi kan Idul Adha, kenapa kita nggak sekalian Kurban di Lombok aja?”. Ide yang menurutku, sungguh baik dilaksanakan.

Tidak lama setelah ide Kurban untuk Lombok tercetuskan, aku mendapat undangan dari Dompet Dhuafa untuk mengikuti SocioTrip Kurbanesia sekaligus melihat langsung bagaimana proses quality control kambing dan domba yang siap untuk di kurban-kan.


Menempuh perjalanan sekitar 4 jam dari Jakarta, kami tiba di Subang, tepatnya Desa Cirangkong Cijambe, aku dan para blogger yang lain mengikuti semua kegiatan yang sudah disusun oleh Tim Dompet Dhuafa. Rasanya seru dan mengasyikkan.

Melihat langsung perkebunan Indonesia Berdaya seluas 8 hektar dan proses quality control hewan kurban. Di sana aku berkeliling kandang kambing dan domba sekaligus melihat bagaimana cara beternaknya, memberi makannya, hingga bagaimana alur kotoran kambing menjadi pupuk kompos.

Ada beberapa kandang yang tersedia, seperti kandang pembibitan dan penggemukan. Masuk ke kandangnya bikin aku takjub. Gimana nggak coba, kandangnya bersih banget. Kalau biasanya aku selalu tutup hidung saat melewati ‘lapak kambing dadakan’ saat menjelang Idul Adha, maka kali ini tidak begitu. Aku berinteraksi sangat dekat dengan kambingnya dan tidak perlu menutup hidung seperti biasa.



Dari hasil obrolanku dengan Mas Agung, koordinator sentra ternak di sana, yang membedakan sentra ternak Dompet Dhuafa dengan yang lainnya adalah hewannya selalu dijaga kebersihannya. Salah satu faktor yang menentukan kesehatan hewan ternak ya dari kebersihan kandang. Makanya setiap hari kandangnya selalu dibersihkan.

Bukan hanya itu saja, pakan ternaknya juga berbeda dari yang lain yaitu 20% daun hijau dan rumput, 80% kulit nanas. Kebun nanas dan sentra ternak, keduanya saling melengkapi. Begitulah kira-kira.

Integrated Farming System, yaitu menggabungkan perkebunan dengan peternakan. Jadi, kulit nanas hasil pengolahan dijadikan pakan ternak, dan kotoran kambing dan domba yang dihasilkan kemudian diolah menjadi pupuk kompos yang berguna untuk kesuburan kebun nanas.

Selepas berkeliling kandang, aku dan undangan yang lain melihat lebih dekat lagi, kualitas kambing sentra ternak Dompet Dhuafa. Dan ternyata ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih hewan kurban, lho:



Pertama, hewan kurban yang dipilih adalah hewan ternak seperti unta, kambing, domba, sapi, atau kerbau seperti yang telah menjadi ketentuan.

Kedua, Sudah memenuhi syarat umur. Karena ketentuan setiap jenis hewan ternak yang akan kita kurbankan berbeda-beda. Untuk kambing atau domba adalah berusia satu tahun, sapi atau kerbau dua tahun, dan untuk unta lima tahun.

Ketiga, hewan kurban sudah mengalami pergantian gigi seri depan dan bawah. Koordinator Sentra Ternak Dompet Dhuafa mengatakan bahwa, karakter gigi susu kecil dan runcing, sedangkan gigi tetap dari hasil pergantian adalah besar dan rata.

Keempat, hewan kurban harus dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan tanda-tanda sakit seperti demam, kurang nafsu makan, kudis, ada ekskreta (buangan) dari lubang hidung, bulu kusam dan berdiri, mata cekung dan kotor, diare, serta lemas.

Kelima, tidak kurus dan cacat (pincang, buta, daun telingan tidak ada). Karena dengan memberikan yang terbaik, tentu kita akan meraih hasil terbaik pula.

Keenam, ini menjadi tambahan saja karena hewan kurban yang sehat cuping hidungnya basah (bukan karena flu), bulunya bersih dan mengkilap, nafas dan detak jantung normal, nafsu makan normal, lubang kumlah bersih dan berwarna merah muda.

Proses QC (Quality Control) Menjamin Kualitas Hewan Kurban THK Dompet Dhuafa


Melihat dan mengecek langsung bagaimana proses QC dilakukan, aku makin yakin kalau hewan kurban yang disediakan THK memang berkualitas baik. Walau pekurban tidak menyaksikan langsung prosesi kurban yang ia amanahkan, tetapi THK menjamin kualitas hewan yang disediakan memenuhi syariat dan memuaskan hati pekurbannya.

Kenapa demikian?
Karena sebelum ribuan hewan kurban didistribusikan ke seluruh penjuru nusantara, Tim Independen QC THK benar-benar teliti mengawal proses quality control terlebih dahulu.

Dan guna meningkatkan mutu hewan kurban, THK akan memberikan sanksi tegas kepada mitra kurban THK yang melanggar ketentuan seusai keluarnya hasil penilaian oleh Tim QC. Tujuannya adalah untuk menjaga kualitas proses jual beli, pengadaan produk ternak dan pemotongan yang sesuai standar yang disyaratkan.

For your information, THK telah menjalin kerja sama dengan mitra peternak di daerah tempat sebaran kurban, sehingga hewan ternak yang akan dikurbankan tidak dibawa dari Jakarta. Hal itu selain bertujuan memudahkan, juga membantu perekonomian peternak di daerah.



Kurang lebih ada 2 tahapan QC hewan kurban THK Dompet Dhuafa, yaitu:
1. Setelah lebaran Idul Fitri
2. 20 hari sebelum Idul Adha

Kedua tahapan QC itu memastikan semua mitra telah menyediakan hewan ternak sesuai dengan kuota mereka masing-masing. Jika pada saat QC pertama dilaksanakan masih ada mitra yang belum menyediakan 100% jumlah ternak, maka akan dilakukan pengurangan kuota sesuai jumlah kekurangannya.

Selain itu, pada QC pertama juga dilakukan pengecekan bobot hewan ternak. Bobot minimal ternak harus mencapai 18 kg untuk domba/kambing standar, 23 kg untuk domba/kambing premium dan 230 kg untuk sapi/kerbau. Penimbangan atau pengukuran bobot ternak juga menggunakan metode sampling 10% dari kuota setiap mitra.

Tahapan QC kedua, merupakan tahapan paling krusial, di mana seluruh hewan ternak sudah harus memenuhi bobot standar yang telah ditentukan. Untuk domba/kambing standar 25 kg, domba/kambing premium 33 kg, dan sapi/kerbau 250 kg.



Jika ditemukan masih ada hewan yang belum memenuhi bobot minimal tersebut, mitra wajib mengganti ternak dengan dengan bobot yang memenuhi syarat berat minimal. Jika tidak, hewan yang tidak memenuhi bobot minimal akan menjadi pengurang kuota mitra.

Perlu diketahui bahwa mitra kurban merupakan penerima manfaat program perekonomian Dompet Dhuafa. Selain itu, seluruh mitra peternakan THK dalam pelaksanaan programnya selalu menjalin kerja sama dan diawasi oleh dinas peternakan. Hal ini pun menjamin kesehatan hewan kurban sesuai syariah.

Seluruh rangkaian proses QC yang ketat dilakukan tentunya agar penerima kurban di seluruh penjuru negeri mendapatkan daging yang berkualitas, sehingga apa yang mereka makan juga sama dengan yang kita (pekurban) konsumsi sehari-hari. Selain itu, tentu proses QC yang ketat ini juga membuktikan kinerja dan amanah yang dijalankan THK yang dipersembahkan untuk pekurban yang telah menyalurkan kurbannya melalui THK.



Bukan Hanya Lombok, Kurban Kita Harus Membentang ke Seluruh Penjuru Negeri


Saat ini Lombok memang tengah berduka, namun yang perlu kita sadari bukan hanya Lombok saja yang perlu pemerataan kurban. Masih banyak daerah di pedalaman sana yang belum tersentuh nikmat dan berkahnya sekantung daging kurban. Bagi mereka makan daging adalah suatu hal yang sangat mewah. Daging kurban yang mereka idamkan tak heran hanya jadi angan saja.

Hal itu aku ketahui, saat menjadi salah satu fundraiser Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa sekitar 8 tahun lalu. Aku banyak mendapat pelajaran dari sana. Bahwa ketidakmerataan kurban masih ada, dan akan terus diperjuangkan Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa.

Salah satu karyawan THK bahkan bercerita, betapa berterimakasihnya masyarakat daerah terpencil sana, yang kini dapat merasakan nikmatnya sekantung daging kurban, yang telah bertahun-tahun mereka nantikan. Selain itu juga, mereka kerap membagi pengalaman betapa sulitnya menempuh medan penerima kurban di daerah. Tak heran mereka harus menembus derasnya arus sungai sambil memanggul kambing kurban lantaran jembatan yang menjadi satu-satunya akses runtuh akibat terjangan banjir.

Bukan hanya itu, aku juga menjadi saksi hidup betapa banyak pekurban yang bukan dari golongan ada. Menabung receh demi receh hanya untuk melihat senyum saudaranya di ujung daerah sana, agar dapat merasakan nikmatnya daging kurban. Ada seorang anak SD, yang datang ke geraiku kala itu dengan membawa celengannya. Di gerai, kami khusuk menghitung lembaran ribuan dan koin hasil ia menabung setahun lamanya. Demi Allah, hati saya masih bergetar sampai saat ini.




Bagaimana Mekanisme Berkurban di THK Dompet Dhuafa?


Pekurban cukup menyetorkan dana kurban di gerai-gerai THK Dompet Dhuafa, biasanya rutin setiap tahun THK selalu membuka gerai di mall-mall besar. Tujuannya adalah memudahkan para pekurban untuk menunaikan kurbannya. Selain itu, THK juga menyediakan rekening-rekening kurban dan layanan jemput kurban, ditujukan bagi pekurban yang punya keterbatasan waktu dan mengedepankan kepraktisan.

Kelebihan Kurbanesia THK Dompet Dhuafa adalah, para pekurban bisa menentukan sendiri di mana lokasi berkah kurbannya yang mau dituju, dari mulai Aceh sampai Maluku. Bahkan kini, Palestina, Kamboja, Suriah, Filipina juga masuk ke dalam peta persebaran berkah kurban THK. Luar biasa kan?


Nggak perlu khawatir kurban kita sampai atau nggak, karena THK akan memberikan 4 laporan pada pekurban.
  1. Pekurban akan mendapatkan bukti kwitansi pembayaran kurban yang disalurkan melalui THK.
  2. Pekurban akan mendapatkan sms atau email notifikasi keikutsertaan kurbanesia.
  3. Pekurban akan mendapatkan email laporan prosesi kurban yang telah dilakukan atau bisa mengeceknya langsung di website Tebar Hewan Kurban.
  4. Pekurban akan mendapatkan laporan prosesi kurban yang telah dilakukan, berupa foto hewan kurban dan prosesinya serta ungkapan terimakasih dari masyarakat penerima kurbanesia yang akan dikirimkan ke alamat pekurban.

Last but not least, dari deskripsiku di atas, kesimpulannya adalah ada 6 alasan kenapa kamu harus kurban di THK Dompet Dhuafa:


  1. THK mengedepankan layanan kemudahan berkurban melalui kanal perbankan, layanan jemput kurban hingga gerai kurban di mall dan perkantoran.
  2. Distribusi hewan kurban hingga pelosok negeri, wilayah konflik dan minoritas muslim.
  3. Pengadaan hewan kurban THK memenuhi standar kualitas dan bermutu baik.
  4. Melalui proses quality kontrol yang ketat
  5. Pekurban mendapat laporan yang transparan
  6. Memberdayakan peternak dan membangun ekonomi desa

Terimakasih Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa


Bersama-sama melakukan perjalanan dengan Tim Dompet Dhuafa membuatku semakin mensyukuri hidup. Terlebih, perjalanan ke Subang kemarin bukan hanya sekedar senang-senang, ada misi sosial yang aku bawa dan hendak kusampaikan pada pembaca, bahwa dengan berbagi pada sesama hidup kita akan lebih bahagia dan berguna.

Betapa prosesi kurban yang menurut sebagian kita hanya rutinitas tahunan, di sana seperti menjadi nafas kehidupan. Bukan hanya bagi para peternak tapi juga bagi masyarakat yang terbilang jarang makan enak. Melalui postingan ini, rasa terimakasih yang teramat dalam hendak aku sampaikan pada segenap tim Dompet Dhuafa, terimakasih telah menyadarkanku betapa ibadah kurban memiliki banyak keberkahan mulai dari ekonomi hingga perbaikan gizi.

Untuk teman-teman yang ingin berkurban via Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa, bisa akses informasinya langsung di:




www.thk.dompetdhuafa.org
Hotline : 021 7416050
whatsapp : 08121292528
Jemput Kurban : 081316847002


No comments: