Thursday, March 23, 2017

...

Detergen Halal? Ya, Cuma Total Almeera, karena #HALALituharusTOTAL

Halal. Satu kata yang menjadi keharusan bagi setiap muslim dalam memilih produk. Awalnya, saya kira hanya makanan saja yang harus berlabel halal tapi ternyata, semua produk yang kita gunakan sehari-hari haruslah juga bersertifikat halal.


#HALALituharusTOTAL

Alhamdulillah, saya menjadi salah satu dari blogger perwakilan Wajah Bunda Indonesia, yang beruntung diundang menghadiri peluncuran detergen halal pertama di Indonesia, Total Almeera. Acara tersebut sekaligus menjawab pertanyaan yang menggelayut di benak saya selama ini. Akhirnya saya menyadari kesalahan dan kekeliruan saya tentang produk halal. 


Kenapa demikian?? 
Jujur, awalnya saya tidak begitu saja percaya dengan apa yang dijabarkan pada acara lauching. Namun, sebagai seorang mahasiswa pascasarjana yang terbiasa dengan riset dan penelitian, saya tertantang untuk meneliti sendiri. Bener ga sih sebegitu pentingnya kita menggunakan detergen halal. Kenapa kok detergen aja harus ada halalnya segala? Mungkin aja semua detergen itu halal tapi belum urus sertifikat halal MUI.


Dan betapa kagetnya saya, setelah membaca banyak literatur tentang produk yang memiliki kandungan tidak halal. Ada satu artikel, yang merupakan hasil riset dari seorang ilmuwan Belanda bernama Christein Meindertsma yang telah menghabiskan waktu selama 3 tahun lamanya untuk meneliti tentang kemana perginya bagian-bagian tubuh babi setelah dari rumah jagal. 

"Saya sangat terkejut ketika saya mulai mengetahui betapa luar biasa dan bervariasinya kegunaan dari seekor babi. Sepertinya pada masa sekarang ini, babi tidak lagi sekadar dipandang sebagai hewan, tapi lebih sebagai bahan baku mentah industri dengan jenis pemanfaatan berbeda yang jumlahnya tidak terbayangkan.", Ungkap Christein.
And you know what?? 

Ternyata ada 158 jenis produk yang memanfaatkan bagian tubuh babi sebagai komposisi pembuatannya. Dan salah satunya adalah detergen.


Saturday, March 4, 2017

...

HONESTBEE: Belanja Mudah, Ga Pake Macet, Ga Pake Ribet


Belanja adalah satu kegiatan yang pastinya dilakukan setiap orang dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Tahu nggak sih, kalo belanja juga menjadi salah satu agenda penting pelepas penat dan stress. Banyak penelitian yang menunjukkan kalau belanja alias shopping, mampu menurunkan tingkat stress sampai 30%. Sebagai seorang blogger, privat teacher dan juga mahasiswa pascasarjana, saya butuh banget yang namanya ‘me time’ untuk melepas segala beban pekerjaan. Dan shopping adalah me time paling juara namun sederhana yang rutin saya lakukan. Tapi belakangan ini me time saya kok makin ga asyik ya? Rutinitas belanja yang setiap bulan saya lakukan bukannya menjadi ajang me time dan melepas lelah malah justru bikin saya tambah stress.

Macet bin Ribet bikin Belanja Jadi Nggak Banget

Padatnya jadwal kegiatan saya, dari hari senin sampai sabtu bahkan terkadang minggu, membuat saya harus mencuri-curi waktu untuk sekedar jalan-jalan ke mall dan berbelanja kebutuhan. Tapi waktu yang sedikit itu justru terkuras karena macetttt. Daerah rumah saya di komplek taman wisma asri Bekasi ga pernah lepas dari yang namanya macett. Apalagi pas weekend, baru keluar komplek aja, macetnya mengular sampai 6 km menuju ke beberapa pusat perbelanjaan yang terkonsentrasi di Jalan K.H. Noer Ali. Asliii bukannya happy malah bikin cranky T_T

Bayangin aja, jarak yang cuma 6 km itu, kalo macet menghabiskan waktu 1-1,5 jam ditempuh pakai mobil. Perjalanan pulang pergi aja udah makan waktu 2-3 jam sendiri T_T. Waktu saya yang sedikit jadi ga bisa dimanfaatkan betul betul untuk pilih mana barang-barang yang berkualitas dan tentunya juga pas di kantong. 

Alhasil waktu yang sedikit dan udah dipotong macet itu, yang menyebabkan saya jadi asal pilih barang saat belanja. Pernah banget waktu belanja yang terburu-buru itu, bikin saya salah ambil barang yang mau dibeli. Yang ga prioritas malah dibeli, ehh.. yang prioritas malah ga kebeli sama sekali. Kadang saking buru-burunya sampai ga sempet liat tanggal kadaluarsa. Akhirnya barang yang diniatin untuk stock beberapa bulan, malah harus buru-buru diabisin karena mepet waktu expired. 

Sampe ngebayangin di zaman yang serba canggih sekarang ini, enak kali ya kalo punya semacam layanan online yang terkoneksi langsung dengan pusat perbelanjaan atau supermarket besar. Tinggal klik klik order, barang langsung diantar, kapanpun dan di manapun kita minta.

dan Alhamdulillah doa saya terjawab sudah.

Thursday, March 2, 2017

...

Karena Bahagia Bukan Tentang Kemampuan Tapi Kemauan


Bicara tentang kebahagiaan, siapa sih yang tidak ingin bahagia di dunia ini? Pasti tidak ada. Kenapa? Karena saya yakin bahwa tujuan hidup setiap orang pasti ingin mendapatkan kebahagiaan.


Kebahagiaan adalah hal yang paling dicari oleh manusia. Semua yang diinginkan manusia pasti berujung pada keinginan untuk bahagia. Contohnya: sepasang kekasih ingin menikah, karena dengan menikah mereka akan bahagia. Pengusaha ingin untung, karena dengan untung ia akan bahagia. Atlet ingin meraih juara, karena degan meraih juara ia akan bahagia. Banyak orang yang ingin sukses dan kaya, karena dengan sukses dan kaya akan bahagia. Bahkan kita semua ingin masuk surga, karena di surga ada kebahagiaan.

Hal tersebut menunjukkan bahwa sesungguhnya kebahagiaanlah yang dicari setiap orang. Bukan pasangan, keuntungan, kekayaan, atau kesuksesaan. Pertanyaannya adalah bagaimana mungkin kita bahagia jika tolak ukur kebahagiaan yang kita gunakan tidak tepat?


Saturday, February 18, 2017

...

STOP! Iklan Rokok Langgar Undang-undang Penyiaran

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat siksa
tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok, di pabrik pekerja merokok, di kantor pegawai
merokok, di kabinet menteri merokok, di reses parlemen anggota DPR merokok, di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
 di perahu nelayan penjaring ikan merokok, di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na'im sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok, di ruang kepala
sekolah ada guru merokok, di kampus mahasiswa merokok, di ruang kuliah
dosen merokok, di rapat POMG orang tua murid merokok, di perpustakaan
kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok, tapi
tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,
***
Secuplik puisi berjudul 'Tuhan Sembilan Senti' karya Taufik Ismail, jelas menggambarkan betapa Indonesia menjadi surga bagi para perokok. Bahkan rokok telah menjelma menjadi tuhan baru yang menguasai manusia, mulai dari orang dewasa hingga remaja. 

Berbicara tentang remaja, menurut survei sosial ekonomi nasional, 70% remaja berusia 19 tahun ke atas telah menjadi pecandu rokok. 

Kenapa demikian?? Penyebabnya adalah konsepsi rokok yang salah pada pemikiran remaja.  

Monday, January 30, 2017

...

Mencintai Makanan Indonesia Lewat Kincir Restoran



Mencintai Indonesia. 

Tentu banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mencintai Indonesia. Salah satunya melalui makanannya. Dan seperti ketiban durian runtuh, tiba-tiba Blogger Crony mengudang saya untuk lebih mencintai Indonesia dengan hadir di acara lauching KINCIR restoran. 

Satu hal yang buat saya happy banget dateng ke acara ini adalah bisa ketemu langsung sama ownernya KINCIR yaitu Pak Ferry Dafira. Sambutan beliau luar biasa, di awal perkenalan aja beliau langsung tanya seberapa cinta kita sama makanan Indonesia. Pak Ferry juga mengajak para blogger untuk lebih mencintai makanan Indonesia dengan berbagi pengalaman kami menikmati kuliner nusantara di KINCIR restoran.
Pak Ferry Dafira, selaku Owner KINCIR

Wednesday, January 25, 2017

...

Review: Demi Cinta, Film Komedi Romantic yang Menyegarkan


Demi cinta, aku rela. Cinta, emang satu kata penuh makna. Ditakdirkan jadi kata benda yang bikin setiap orang yang jatuh karenanya berasa terbang ke angkasa. Karena cinta seorang lulusan SMA PD banget ngelamar kerja jadi Manajer di perusahaan besar. Karena cinta juga, seorang tukang servis elektronik dan pengangguran rela nyulik anak demi masuk geng mafia yang menjanjikan banyak uang. Biar yang dicintai balik mencintai niatnya.

Ternyata eh ternyata, Demi cinta: aku rela, ga semudah kata-katanya. Banyak lika-liku namun penuh canda tawa. Kira-kira begitulah gambaran film komedi romantic garapan sutradara Azhar Kinoi Lubis ini.


Friday, January 20, 2017

...

Makan dan Nge-Game di Cafe Strawberry Yuk

Kuliah di Kampus pascasarjana sungguh bukan hal yang mudah. Setiap pulang kuliah tuh kepala suka rada berasep gitu (lebay.com hehehe). Makanya butuh banget yang namanya hang-out atau kongkow kongkow sepulang kuliah. 

Karena kami butuh sesuatu yang fun, ga cuma makan, ngobrol lalu pulang. Akhirnya Cafe Strawberry yang terletak di daerah Margonda Depok jadi pilihan. Desain tempatnya lucu, unik dan instagramable banget. Ownernya paham banget kalo anak muda zaman sekarang hobby selfie. Jadi di beberapa spot Cafe disediain tempat dan property buat selfi, seperti backdrop, topi-topi centil bahkan crown ala ala princess. 

Begitu masuk, kami langsung naik ke lantai atas, dan disuguhin menu yang cukup membingungkan, karena banyak banget varian menunya dan hampir semuanya menggugah selera. Saking bingungnya, hampir smuanya mesen nasi goreng bakar dari mulai level 1 sampe level 5. Menu minumannya juga unik banget, saya pesen es janda bohay dan temen pesen es durian dengan topping kitkat macha, astor dan keju.