Sunday, August 16, 2026

...

ROG Really Said: One Laptop. Five Personalities. Meet the Zephyrus Duo GX651

 


Aku tuh sebenarnya datang ke ROG Corner Plus Mangga Dua Mall by Agres dengan ekspektasi yang cukup sederhana. Yup, Mau lihat laptop gaming.

Sesimpel itu.

Apalagi sebelumnya aku sudah beberapa kali melihat ROG Zephyrus Duo GX651 dari foto dan materi produknya. Bahkan sebelumnya naksir banget sama yang dipakai Peter di Film Spiderman Brand New Day. Jadi kurang lebih sudah punya bayangan: laptop gaming, speknya tinggi, dan… punya dua layar.

Tapi ternyata, hands on langsung itu beda banget!

 


Begitu laptopnya dibuka di depan mata, aku malah sempat mikir, “Wait, ini laptop atau workstation mini?” 😄
Karena yang menarik dari ROG Zephyrus Duo GX651 bukan cuma soal dua layarnya. Tapi bagaimana dua layar itu benar-benar mengubah cara kita menggunakan sebuah laptop.

Dan menurutku, ini baru terasa setelah dicoba sendiri. Bukan cuma punya dua layar, tapi punya lebih banyak cara untuk bekerja. ROG Zephyrus Duo GX651 adalah world's first dual-screen OLED gaming laptop, dengan dua layar 3K OLED touchscreen, 120Hz dan 0,2ms.

Kalau dibaca seperti itu, mungkin reaksinya cuma, “Wah, keren.”
Tapi waktu aku melihat langsung, baru terasa kenapa konsep dual screen ini menarik. Yup, of course, karena layar keduanya bukan sekadar tambahan yang dipasang supaya laptop terlihat berbeda.

Kita benar-benar bisa memanfaatkannya.

Yang Paling Seru? Laptop Ini Punya Lima Cara untuk Digunakan


Dan yang lebih seru lagi, ternyata ada lima cara berbeda untuk menggunakan laptop ini. Ini bagian yang paling bikin aku penasaran waktu nyobain kemarin.

1. Dual Screen Mode



Ini mungkin mode yang paling gampang buat bilang, “Oh, sekarang aku ngerti.”

Jadi ngebayangin, aku lagi ngerjain artikel di layar utama. Biasanya kalau butuh referensi, aku harus buka browser, pindah tab, balik lagi ke dokumen, lalu buka tab lain lagi.
Belum lagi kalau lagi ngajar, aku harus buka jurnal atau materi ajar sambil presentasi di depan mahasiswa secara daring. Tentunya, dengan dua layar, ruang kerjanya jadi terasa lebih lega.

Layar utama bisa fokus untuk pekerjaan utama, sementara layar kedua bisa aku manfaatkan untuk membuka referensi, tools, aplikasi pendukung, atau hal lain yang sedang aku butuhkan.

Buat Dosen sekaligus content creator, aku kebayang banget betapa praktisnya ini. Editing di satu layar, sementara timeline, tools, atau referensi bisa tetap terbuka di layar satunya. Jadi nggak ada lagi cerita “eh bentar, aku buka dulu tab yang tadi.”😆

2. Laptop Mode 



Tapi tentu saja, nggak setiap saat kita butuh dua layar.
Kadang ya… kita cuma mau buka laptop, kerja, selesai.

Nah, untuk situasi seperti itu ada Laptop Mode. Posisinya kembali seperti laptop pada umumnya, lengkap dengan magnetic keyboard yang bisa dilepas-pasang sesuai kebutuhan.

Dan justru menurutku ini penting.

Karena secanggih apa pun sebuah laptop, kalau penggunaannya terasa ribet, lama-lama juga bikin males.
Di mode ini, ROG Zephyrus Duo GX651 tetap terasa familiar. Bisa dibawa ke kampus, meeting, kerja dari coffee shop, atau sekadar buka laptop di rumah tanpa harus merasa sedang mengoperasikan sesuatu yang terlalu complicated.

Tapi ketika butuh ruang kerja lebih luas?
Tinggal ubah modenya.

3. Sharing Mode



Nah, ini salah satu mode yang menurutku cukup relatable.

Pernah kan, lagi duduk bareng teman atau rekan kerja, terus mau menunjukkan sesuatu di laptop?

Biasanya satu orang harus sedikit menunduk, yang satunya geser kursi, atau laptopnya diputar-putar dulu supaya bisa sama-sama melihat.

Di Sharing Mode, posisi bisa dibuat lebih nyaman untuk berbagi tampilan dengan orang lain. Misalnya sedang menunjukkan presentasi, jurnal penelitian, hasil desain, foto, atau mungkin lagi ngobrolin sesuatu sambil melihat layar bersama.

Kelihatannya memang sederhana.
Tapi justru fungsi-fungsi kecil seperti ini yang menurutku membuat sebuah perangkat terasa lebih thoughtful.

4. Book Mode



Kemudian ada Book Mode.

Dari namanya saja sebenarnya sudah bisa kebayang bentuknya seperti apa. Laptop dibuka menyerupai buku, dengan dua layar berada di sisi yang berbeda. Dan entah kenapa, aku suka mode ini karena terasa cukup berbeda dari pengalaman menggunakan laptop biasanya.

Aku bisa membayangkan menggunakannya saat membaca referensi, membuka dua materi secara berdampingan, atau ketika ingin melihat konten dengan pengalaman yang sedikit lebih immersive. Rasanya seperti punya dua halaman sekaligus, hanya saja versi digitalnya jauh lebih canggih.

5. Tent Mode



Terakhir ada Tent Mode.
Laptop dibuat berdiri menyerupai bentuk tenda, sehingga kedua sisi layar bisa digunakan dalam posisi yang berbeda. Mode seperti ini menurutku menarik untuk situasi ketika kita tidak ingin menggunakan laptop dengan posisi konvensional.

Misalnya saat menikmati konten, menampilkan sesuatu ke orang lain, atau ketika ruang meja sedang terbatas. Dan semua fleksibilitas ini dimungkinkan karena ROG Zephyrus Duo GX651 punya hinge dengan pergerakan hingga 320°.

Jadi lima mode ini bukan sekadar “lima gaya laptop”.
Masing-masing memang punya konteks penggunaannya sendiri. Dan buatku, justru di sinilah ROG Zephyrus Duo GX651 terasa berbeda.

Makin Dilihat, Makin Kelihatan Sisi Premiumnya




Terus, ini laptop gaming atau bukan?

Kalau melihat namanya, jelas ini bagian dari ROG.

Dan kalau melihat isinya… ya, memang bukan laptop yang main-main.



Ada Intel® Core™ Ultra 9 386H dan pilihan hingga NVIDIA® GeForce RTX™ 5090 Laptop GPU.

Tapi setelah melihat langsung, aku malah merasa sayang kalau perangkat ini hanya dilihat sebagai “laptop gaming dengan spek tinggi”.

Karena kemampuannya terasa jauh lebih luas.

Selain fleksibilitas lima mode tadi, hal lain yang langsung terasa ketika melihat ROG Zephyrus Duo GX651 secara langsung adalah bagaimana laptop ini memadukan teknologi dengan desain yang premium. ROG membekalinya dengan dua ROG Nebula HDR Display OLED touchscreen berukuran 16 inci, resolusi 3K, refresh rate 120Hz, response time 0,2ms, 100% DCI-P3, dan color accuracy ΔE <1. 



Tapi jujur, buatku pengalaman melihat layar dan perangkatnya secara langsung tidak berhenti di angka-angka tersebut. ROG Zephyrus Duo menggunakan ultra-premium CNC-aluminum chassis dengan warna Stellar Grey yang terlihat modern dan sophisticated. Ada kesan premium yang justru lebih mudah ditangkap ketika melihat material, konstruksi, dan bagaimana dua layarnya menyatu dalam satu perangkat. 

Meski tetap membawa DNA gaming yang kuat, tampilannya menurutku tidak terasa seperti laptop yang hanya cocok berada di dalam gaming setup. Justru ada sisi profesional yang membuatnya tetap terasa proper ketika dibawa ke meeting, creative workspace, ruang kerja, atau bahkan sekadar berpindah tempat. Gaming laptop, yes. But not only a gaming laptop.

Aku bisa membayangkan laptop ini dipakai untuk gaming setelah selesai kerja. Atau sebaliknya, dipakai untuk editing, content creation, dan multitasking di siang hari, kemudian lanjut gaming malamnya. Satu perangkat, tapi bisa mengikuti kebutuhan yang berbeda.

Karena Dua Layar dan Performa Tinggi Juga Butuh “Napas”



Nah, ini yang menurutku menarik.
Dan ternyata bukan cuma soal dua layar.

Selain layar dan form factor-nya yang unik, ROG juga membekali perangkat ini dengan ROG Intelligent Cooling untuk membantu menjaga performanya saat digunakan untuk berbagai aktivitas yang demanding.

Karena kalau dipikir-pikir, membawa dua layar sekaligus dengan performa sekelas ini ke dalam satu perangkat yang tetap portable memang bukan pekerjaan yang sederhana.

Itulah kenapa setelah mencoba langsung, aku melihat ROG Zephyrus Duo GX651 bukan sebagai laptop yang sengaja dibuat “beda”. Tapi lebih seperti laptop yang dari awal memang dirancang untuk punya lebih banyak kemungkinan. Dan mungkin itu alasan tagline “Duo It All” terasa pas.

Ada Bonus yang Sayang Kalau Dilewatkan



Oh iya, ada satu hal lagi yang menurutku cukup menarik kalau kamu memang sedang mempertimbangkan untuk membeli ROG Zephyrus Duo GX651. Selama persediaan masih ada, pembelian ROG Zephyrus Duo GX651 mendapatkan ROG SLASH Hard-Case Luggage Edition 20 dengan nilai sekitar Rp 3–4 juta.

Yang menarik, luggage ini dibawa resmi ke Indonesia khusus untuk pemilik ROG Zephyrus Duo GX651 dan tidak dijual untuk umum di Indonesia. Jadi bukan sekadar bonus yang bisa ditemukan di mana-mana lho.

Kalau setelah baca ini kamu jadi penasaran seperti apa rasanya punya laptop yang bisa berubah sesuai kebutuhan, menurutku jangan cuma lihat dari foto, coba langsung. ROG Zephyrus Duo GX651 bisa kamu temui di ROG Corner Plus Mangga Dua Mall by Agres sampai 10 Oktober 2026. Siapa tahu setelah buka layarnya, coba lima mode-nya, dan lihat langsung dual OLED-nya, kamu malah ikut mikir, “Oh, ternyata ini memang beda.” 



Apalagi selama persediaan masih ada, pembeliannya juga sudah termasuk ROG SLASH Hard-Case Luggage Edition 20 yang khusus dibawa ke Indonesia untuk pemilik ROG Zephyrus Duo. Jadi, kalau kebetulan lagi main ke Mangga Dua Mall, boleh banget sekalian mampir dan cobain sendiri.

Duo It All.
#TeamROG #ROGZephyrusDuo #DuoItAll







No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah mampir. semoga bermanfaat ^_^
Jangan lupa tinggalkan komen yaaa ;D