Sunday, October 18, 2026

...

Dari Gambut ke Meja Makan: Mengenal Kekayaan Pangan Lokal Indonesia, Nggak Harus Selalu Nasi!


Pernah nggak sih, sudah masak lauk enak-enak, mulai dari ayam goreng, ikan bakar, tumis kangkung, sampai sambal terasi, tetapi rasanya ada yang kurang kalau belum ada nasi putih di meja makan?

Aku rasa sebagian besar orang Indonesia pasti relate dengan kebiasaan ini. Termasuk aku sendiri. Mau makan apa pun, rasanya nasi sudah seperti pasangan yang nggak bisa dipisahkan dari lauk. Bahkan, kadang kalau ditanya sudah makan atau belum, yang dimaksud sebenarnya bukan sudah mengonsumsi makanan, melainkan sudah makan nasi atau belum. Hehehe.

Padahal, kalau dipikir-pikir, Indonesia punya kekayaan sumber pangan yang luar biasa. Ada singkong, ubi jalar, talas, jagung, sagu, dan berbagai jenis umbi-umbian yang sejak dulu menjadi makanan pokok masyarakat di sejumlah daerah.

Sayangnya, seiring perubahan pola konsumsi, kita semakin terbiasa menjadikan beras sebagai sumber karbohidrat utama. Padahal, keberagaman pangan lokal bukan hanya soal pilihan menu, tetapi juga berkaitan dengan biodiversitas, budaya, ketahanan pangan, bahkan kelestarian lingkungan.

Hal menarik inilah yang aku pelajari ketika mengikuti Online Gathering Eco Blogger Squad (EBS) pada 16 Oktober 2026 dengan tema "Dari Gambut ke Meja Makan: Menelusuri Kaitan Karhutla, Biodiversitas, dan Pangan".

Thursday, October 8, 2026

...

Tak Sekadar Mengadopsi AI, Telkom Dorong Indonesia Jadi Pengembang Teknologi

Sumber: Telkom Indonesia 

Melalui Telkom Solution, Telkom mengintegrasikan berbagai kapabilitas teknologi dan memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pemanfaatan AI yang dapat memberikan manfaat nyata bagi bisnis dan industri di Indonesia. 

Artificial Intelligence (AI) kini semakin banyak digunakan dalam berbagai aktivitas bisnis. Teknologi ini membantu perusahaan bekerja lebih efisien, mengolah data dalam jumlah besar, hingga mengambil keputusan berdasarkan informasi yang lebih akurat. Tidak heran jika semakin banyak industri mulai melihat AI sebagai bagian penting dari transformasi digital. 

Namun, menerapkan AI bukan hanya soal menggunakan teknologi terbaru. Perusahaan juga membutuhkan infrastruktur digital yang memadai, data yang berkualitas, talenta yang kompeten, serta dukungan dari berbagai pihak. Tanpa fondasi tersebut, pemanfaatan AI tentu tidak akan berjalan maksimal. Hal ini menjadi salah satu pembahasan dalam rangkaian Road to Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 yang berlangsung di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta.

Dalam acara tersebut, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui Telkom Solution, umbrella brand layanan B2B ICT, turut memaparkan strategi pengembangan ekosistem AI di Indonesia. Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine, menyampaikan perkembangan AI sekaligus peluang pemanfaatannya di berbagai sektor industri.