Friday, July 31, 2015

...

Sebab Aku Hanyalah Perempuan Biasa

Aku bukanlah seorang model Victoria Secret yg body nya aduhai membahana, bukan syahrini dgn gaun-gaun yg ulala, bukan pula Raisa yg suaranya buat kamu terpesona, atau putri salju yg kata cermin ajaib tercantik sedunia. Tapi percayalah, aku perempuan biasa yg sedang berusaha meningkatkan kualitas diri dgn sebaik-baik cara, karena aku tak mau kamu kecewa jika melihatku yg tak ada apa-apanya.

Friday, July 10, 2015

...

Ya Allah, kenapa harus aku??

Apa kabarnya sahabat? Gimana puasanya? Smoga tetep semangat ya dear...

Sahabat novitania,, kali ini saya ingin bercerita tentang sebuah kisah yang dapat menjadi pembelajaran untuk kita semua, sila disimak yaa...


Arthur Ashe, seorang pemain wimbledon legendaris sekarat karena penyakit AIDS yang berasal dari darah yang terinfeksi virus ketika operasi jantung pada tahun 1983.

Dia menerima banyak skali surat dr para penggemarnya, salah satu dr mereka bertanya:
"Mengapa Tuhan memilih anda untuk mendapatkan penyakit yg buruk seperti ini? "

Dengan bijak, Arthur Ashe menjawab:
Lima puluh juta anak mulai bermain tenis,
Lima juta dari mereka belajar bagaimana bermain tenis,
Kemudian, lima ratus ribu dari mereka belajar secara profesional,
Lima puluh ribunya bertanding dalam turnamen,
Limaribu dari mereka mencapai grand slam,
Hanya lima puluh yg mencapai wimbledon,
Empat diantaranya mampu masuk semifinal,
Lalu hanya dua yg mencapai semifinal,
Dan ketika saya yang menggenggam pialanya, saya tak pernah bertanya kepada Tuhan, "kenapa (harus) saya Tuhan?"

Tuesday, July 7, 2015

...

Surat Cinta dari Muslimah Indonesia untuk Muslimah Palestina

Kami di sini berbahagia. Menyambut indahnya ramadhan dengan suka cita. Namun, sejenak kami lupa bahwa engkau berjuang melewati nestapa duka.
Kami di sini tersenyum penuh canda. Melihat tanyangan telivisi yang menyajikan goyangan aneka nama. Membuat kami terlena bahwa engkau tengah berjuang untuk menegakkan satu kata “FREEDOM PALESTINA”
Kami di sini begitu mempesona, dengan tampilan jilbab aneka warna. Tanpa kami tahu bahwa engkau, saudariku, begitu mulia mengenakan kaffan putih pertanda syahidah.

...

Bersabarlah wahai hati

Hati...
Bersabarlah bila dibenci
Bersabarlah bila dicaci,
Bersabarlah bila tak dihargai,
Bersabarlah bila dikhianati,

Hati...
Hikmah Allah itu tersembunyi,
Sangat sukar untuk dicari,
Tapi pasti kau temui,
Walau mungkin di akhirat nanti,

Tuesday, June 30, 2015

...

Lantas, Aku Bisa Apa.. Jika tidak dengan berdoa

Aku bisa apa...
Selain berusaha bersabar di saat Allah belum menjawab doa-doaku yang kesekian kali..

Aku bisa apa..
Selain berusaha enjoy dalam menghadapi permasalahan di saat Allah mengujiku dengan rasa gundah dalam diri..

Aku bisa apa..
Selain berusaha menjalani aktivitas yang ada di saat Allah mengujiku dengan berbagai konflik ribuan kali..

Thursday, June 25, 2015

...

Sebab Waktu Bukanlah Penyembuh Luka


Kadang, 
Allah hadirkan beberapa orang ke dalam hidup kita guna memberikan pelajaran besar.

Kadang, 
keberadaan mereka yang padahal cuma sementara dan terhitung sebentar itu, menorehkan luka yang cukup dalam. Mungkin terlalu dalam. Bahkan tak jarang meninggalkan ruam di relung hati yang paling dalam atau trauma berkepanjangan.

Sunday, June 21, 2015

...

Menabur Benih Kebaikan: The Untold Story of Alexander Flemming and Winston Churchill



Suatu hari seorang petani Scotlandia mendengar jeritan minta tolong yang datang dari semak belukar dekat rumahnya. Segera ia berlari ke arah datangnya suara. Dan betapa kagetnya ia ketika mendapati seorang anak laki-laki sedang berjuang keluar dari lumpur hidup yang hampir menenggelamkan tubuh anak lelaki itu.

Dengan sigap sang petani menolong anak itu keluar dari hisapan lumpur hidup. Keesokan harinya Ayah anak itu berkunjung ke rumah sang petani. Ayah si anak sangat berterimakasih kepada sang petani. Dan menawarkan sejumlah hadiah sebagai balas jasa karena telah menolong anaknya.

Dengan halus sang petani menolak tawaran Ayah dari anak yang ia tolong, yang notabene adalah seorang saudagar kaya. Sementara mereka berbicara, Saudagar kaya itu melihat putra sang petani sedang berdiri dekat pintu.