Saturday, January 19, 2019

Hidup yang Bahagia adalah Hidup yang Tanpa Penyesalan


Kalau ditanya apa penyesalan terbesarku dalam hidup, jawabanku adalah Nenek. Sangat menyesal rasanya belum bisa berbuat apa-apa sampai Nenek yang membesarkanku berpulang. Tahun 2010 lalu, Nenekku Ny. Rumi Asih berpulang ke haribaan Allah SWT.

Rasa sedih itu hingga ini masih terasa. Mengingatnya pun sampai detik ini meninggalkan luka dan air mata. Ia Nenek terbaik yang aku punya. Bahkan lebih dari orang tua. Karena ia yang membesarkanku dengan penuh cinta.

Tuesday, January 15, 2019

Deltamas, Kota Terintegrasi yang Ada di Bekasi


Bekasi oh bekasi
Sebagai warga bekasi yang kurang lebih 10 tahun tinggal di kota yang kata orang planet, nyatanya aku betah dan happy happy aja. Bahkan aku sendiri amaze dengan perkembangan bekasi yang sebegitu pesatnya.

Kota yang lebih luas dari ibukota ini bisa dibilang seperti syurga bagi para investor, pengusaha, sampai para pekerja. Bayangkan saja, di Bekasi kini berkembang sebuah kawasan yang terdepan dari segi teknologi, ekonomi dan juga lifestyle.

Monday, January 14, 2019

Sebab Rumah Ibadah Bukan Tempat Kampanye

 

Nggak seru!
Asli liat timeline sosmed sekarang itu nggak seru. Semuanya serba panas dan saling adu politik. Nggak kok, nggak salah kita aware dan paham mengenai politik. Justru itu hal yang patut diapresiasi. Tapi kalau saling gontok-gontokan apa nggak bikin keki?

Aku sendiri memaklumi jika ada teman sosmed yang berpolitik dan terang-terangan mendukung salah satu paslon, namun harus beretika. Misalnya, memilah-milah mana yang pantas dishare dan mana yang tidak. Mana yang akan menimbulkan kebencian mana yang tidak.

Tuesday, January 8, 2019

Antara Pendidikan dan Kualitas SDM Indonesia, Adakah Korelasinya?

Kualitas SDM Indonesia
kualitas SDM Indonesia juga ditentukan dari seberapa besar minat membaca kita lho 

Beberapa waktu lalu, aku sempat sharing dengan Prof. Rhenald Kasali. Beliau menuturkan tentang perkembangan Indonesia dari berbagai sisi, termasuk ekonomi dan kualitas SDMnya. “Indonesia ibarat remaja yang sedang tumbuh, SDM nya terus berkembang namun butuh nutrisi agar tidak mengalami stunting”, ucapnya kala itu.

Dalam hati, aku membenarkan. Dibanding dulu, kualitas SDM Indonesia perlahan-lahan mulai meningkat. Memang tidak terlalu signifikan, tapi aku yakin dengan dukungan banyak pihak bukan tidak mungkin kelak SDM kita akan sama baiknya dengan negara maju lainnya.

Sunday, December 30, 2018

Melepas Stress di Kampung Eropa ‘DeVoyage’ Bogor


Ibuku sering bilang, hidup itu harus seimbang. Jangan kerja-kerja terus yang dipikirkan, tapi juga beri waktu untuk pikiran dan tubuh beristirahat, atau sejenak menghirup udara segar. Hal itulah yang kemudian aku praktekkan.

Sudah beberapa bulan belakangan ini, memang pekerjaanku sedang banyak (alhamdulillah). Bisa dibilang hampir tidak ada libur. Full, mulai senin sampai minggu, dari pagi hingga malam bahkan tak jarang hingga pagi lagi.

Friday, December 28, 2018

Libur Akhir Tahun di Rumah Vs di Luar; Mana Lebih Menyenangkan?



Nggak terasa ya, bulan Desember segera berakhir. Pasti di akhir tahun ini banyak rencana liburan yang sudah kita buat. Ada yang pulang kampung menikmati momen liburan bersama keluarga, ada juga yang memilih untuk traveling ke salah satu destinasi idaman, eh tapi juga ada lho yang memilih liburan di rumah.

Seperti aku, liburan di rumah menjadi pilihan menikmati akhir tahun ini. Pasti banyak yang tanya deh, emang di rumah bisa liburan? Jawabannya tentu bisa dong. Aku memilih liburan di rumah bukan tanpa sebab. Mengingat beberapa bulan lalu sudah traveling ke beberapa kota, sehingga di libur akhir tahun ini aku memilih untuk bersantai saja, menikmati waktu istirahat sebelum kembali sibuk dengan pekerjaan.

Wednesday, December 26, 2018

Kini, Perempuan Indonesia Wajib Melek Finansial Literasi!

ceritanya lagi interview kak Agatha Mei soal Finansial Literasi untuk perempuan ^_^

Dalam rumah tangga, suami itu ibarat menteri tenaga kerja dan istri ibarat menteri keuangan. keduanya tentu haruslah bersinergi agar tercapai keluarga yang sejahtera. Namun, sebagai menteri keuangan, seorang istri tentu dituntut untuk pandai mengelolanya. Sebesar apapun pendapatan kalau sang istri yang berperan sebagai menteri keuangan tidak pandai mengaturnya ya pasti akan kurang juga. 

Kalau soal pandai mengatur keuangan, aku harus berkaca diri dalam-dalam sih. Masih banyak yang harus dipelajari dan diterapkan dalam mengatur keuangan keluarga. Makanya nih, beberapa bulan ini aku lagi getol banget belajar finansial literasi. Mumpung masih muda, masih bisa berkarya dan berkarier ya kan?