Saturday, June 29, 2019

Ubah Gaya Hidup Agar Terhindar dari Penyakit Kritis Tidak Menular


Beberapa waktu belakangan ini, aku punya pengalaman yang nggak enak terkait kesehatan. Yup, gaya hidupku bisa dibilang kurang sehat. Hampir selalu tidur larut malam, bahkan sering kali begadang. Belum lagi konsumsi kopi yang nggak pernah alpa setiap harinya.

Aku bukannya nggak sadar, gaya hidup yang kujalani salah. Aku sadar sih, cuma merubahnya rasanya sulit sekali. Sampai kemarin aku merasa tubuhku marah. Yup, aku drop parah sekali. Tubuh seperti tak bertenaga. Baru kali ini aku menangis karena lelah dan lemas.

Sempat diskusi masalah ini dengan teman, tapi mereka malah menyalahkan huhu. Sedih sih, saran juga nih untuk kamu, kalau temanmu sakit dan curhat soal penyakitnya, Please deh yang pertama kamu lakukan adalah support dan beri saran, bukan malah menyalahkan. Soalnya kan, namanya orang sakit pasti jadi sensitif, ya nggak sih?

Nah, semenjak kejadian itu, aku pelan-pelan jadi makin semangat merubah gaya hidup. Walau ngga bisak drastis seperti membalikkan telapak tangan ya. Alhamdulillahnya, pas lagi semangat mau sehat, aku mendapat undangan dari Blogger Crony untuk mengikuti Workshop kesehatan selama dua hari. Materinya luar biasa bermanfaat banget untukku. Dan rasanya sayang banget untuk aku keep sendiri.

Hari Pertama: Dokter Rita Bikin Aku Semangat Diet


Ada yang spesial di hari pertama. Aku dan blogger kesehatan lainnya bukan cuma diajak untuk tahu tentang bahaya penyakit kritis tidak menular dan hubungannya dengan gaya hidup yang kita jalani sekarang. Tapi juga berkesempatan tes fisik dan konsultasi langsung soal nutrisi dengan dokter Rita.

Ternyata apa yang kita makan itu berpengaruh banget lho untuk kesehatan kita ke depan. Hayoo siapa yang masih suka makan nasi dengan lauk kentang atau mie? Serius deh, itu nggak bagus. Karena sama-sama karbohidrat. Jadi, akan bikin penumpukan lemak dan gula dalam tubuh.

Terus juga kebiasaan merokok dan malas konsumsi buah dan sayur. Itu juga ngaruh banget lho ke kesehatan kita. Aku pribadi dari dulu nggak merokok, alhamdulillah. Tapi ya itu, konsumsi buah dan sayurnya masih kurang huhuhu.

Selesai mendengar pemaparan dari dokter Rita, aku menuju ke salah satu sudut tes kesehatan. Bentuk tesnya seperti menimbang badan, bedanya ada semacam alat lagi yang harus kita pegang. Dari hasil tes itu keluarlah angka-angka yang awalnya belum aku tahu.

Hasil angka-angka itu kemudian diterjemahkan oleh dokter Rita. Ternyata oh ternyata, berat badanku di atas normal. Artinya aku harus diet. Bukan cuma berat badan saja, aku juga jadi tahu berapa jumlah lemak yang ada di perut, bagian belakang, samping, kaki dan lengan.

Awalnya aku kira, semua lemak yang ada dibagian tubuhku pasti kelebihan, karena lepas lebaran kemarin memang berat badanku makin tidak terkontrol. Tapi ternyata tidak lho, hasil tesnya menunjukkan lemak yang ada di perut, bagian belakang dan samping tubuhku masih normal. Yang kelebihan hanya lemak di lengan dan paha/kaki saja.

Walau jumlah lemaknya normal, tapi di beberapa bagian tubuh itu rasanya seperti besar dan banyak lemak. Nah, saat aku tanyakan itu, dokter Rita kembali pada catatan hasil tes. Ternyata, yang membuat kesan bergelambir padahal jumlah lemaknya normal, adalah angka masa ototnya, dear.

Jadi, masa ototku kurang dari yang seharusnya. Dan kurang sedikit saja itu sangat berpengaruh lho. Itulah yang menjadi penyebab rasa lelah dan mudah dropku selama ini.

Dokter Rita bukan hanya menerjemahkan angka-angka itu, tapi juga memberikan solusi apa yang harus kulakukan untuk mengembalikan angka-angka tersebut menjadi angka aman. Dan dokter Rita menyuruhnya mengurangi konsumsi gula, dan memotong setengah porsi makanku.

Bukan cuma itu sih, dokter Rita juga menjelaskan bahwa dalam menurunkan berat badan penting sekali menjalankan olahraga rutin. Eiitttss, tapi bukan sembarangan olah raga lho.

Olahraga yang sangat bagus untuk menurunkan berat badan adalah pembebanan. Kenapa? Karena pembebanan mampu membakar lemak yang menempel pada otot. Sedangkan olahraga bentuk kardio lainnya kurang efektif untuk itu.

Yang masih bingung olahraga pembebanan itu kaya gimana, bisa cek Youtube terus lakukan di rumah yaa. Dan yang mau tahu soal informasi kesehatan terutama soal penyakit tidak menular, bisa kunjungi website resmi P2PTM ini ya http://p2ptm.kemkes.go.id/

Hari Kedua: Kunjungan ke RS Persahabatan dan Optimasi Sosial Media


Hari kedua aku masih tetap semangat dong. Dari blogger kesehatan yang hadir di hari pertama, dibagi menjadi beberapa kelompok yang akan berkunjung ke beberapa rumah sakit yang menjadi mitra Kementerian Kesehatan.

Alhamdulillah aku kebagian Rumah Sakit Persahabatan yang letaknya tidak begitu jauh dari rumah. Pagi-pagi sekali aku sudah berangkat ke sana. Dan setibanya di sana, jujur aku agak amaze. Nggak nyangak RS. Persahabatan seluas dan sebagus itu pelayannya.

Agendaku berkunjung ke RS Persahabatan tak lain adalah untuk silaturahmi, mendengar pemaparan tentang kesehatan, juga menengok pasien penyakit kritis di sana akibat konsumsi rokok.


Bertemu dengan Abah (panggilanku untuk bapak pengidap kanker paru yang kutemui di sana) memberikan aku banyak pelajaran. Betapa rokok sangat berbahaya untuk kesehatan kita dan juga keluarga. Bayangkan saja, abah harus menahan sakit yang tak tertahankan. 50 tahun merokok membuat abah harus berjibaku melawan kanker paru yang sudah masuk stadium 4 itu.

Sebenarnya bukan cuma abah yang berjuang, keluarga abah juga turut berjuang dan berkorban. Istri abah harus selalu sigap menemani abah dalam menjalankan pengobatan. Beliau rela mendorong kursi roda abah kemana-mana asal abah sembuh.

Sang istri juga sering membawa abah mengelilingi taman yang ada di RS Persahabatan. FYI, Taman Anggrek di RS Persahabatan merupakan taman rumah sakit terbesar lho di Indonesia.

Wajar sih, karena memang RS. Persahabatan itu luas banget lho, dan baru terpakai 40% nya saja. Ke depannya RS. Persahabatan akan terus mengedepankan berbagai program dan fasilitas agar dapat membahagiakan pasien yang berobat di sana. Oh iya, Rumah Sakit Persahabatan ini juga mendapat penghargaan dari pemerintah lho sebagai Pusat Respirasi Nasional.


Selesai kunjungan, aku dan tim kembali ke gedung Kemenkes, karena acara berikutnya masih berlanjut. Lepas makan siang kami diajak belajar sambil tertawa oleh Kang Arul. Yang dibahas ya nggak jauh-jauh seputar maksimalkan sosial media kita.

Sebagai blogger yang juga aktif di media sosial, apa yang kang Arul sharing tuh beneran ngena banget di aku lho. Contohnya anjuran untuk buat beberapa akun media sosial, agar kita nggak mengupload semua postingan di satu akun saja.

Buat akun sesuai fokus kita juga ya. Jadi kalo kita hobi kulineran, ya baiknya miliki akun makanan, jadi kalau mau upload foto makanan bisa di akun tersebut. Selain itu untuk memaksimalkan postingan kita juga, biar nggak campur aduk gitu hehe.

Oh iya, jangan lupa tambahkan hestek yang sedang hype atau trending saat itu dan mainkan caption. Mainkan caption yang mengundang rasa penasaran orang juga jadi point utama. Caption yang bagus dan jelas tentunya membuat apa yang kita sampaikan pada caption dapat terbaca dan dimengerti, ya kan?

Btw, kamu ada pengalaman atau cerita tentang penyakit kritis tidak menular nggak? Share di kolom komentar yaa ^_^

P

No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah mampir. semoga bermanfaat ^_^
Jangan lupa tinggalkan komen yaaa ;D