Sunday, June 30, 2019

Jangan Sampai Penyakit Kritis Membawa Kita Pada Penyesalan


Masih ingat dengan postingan blogku beberapa waktu lalu, tentang penyesalan terbesar dalam hidup yang pernah aku alami? Penyesalan mendalam yang sampai detik ini masih kurasakan.

Tahun 2010 lalu, Nenekku Ny. Rumi Asih berpulang ke pangkuan Allah SWT. Rasa sedih itu hingga ini masih terasa. Mengingatnya pun sampai detik ini meninggalkan luka dan air mata. Ia Nenek terbaik yang aku punya. Bahkan lebih dari orang tua. Karena ia yang membesarkanku dengan penuh cinta.

Ia berpulang karena penyakit serius yang dideritanya. Darah tinggi akut hingga berujung pada sakit jantung. Saat ia divonis sakit, usiaku masih terbilang belia. Jangankan memberi sesuatu, tak lagi meminta saja sudah Alhamdulillah. Aku menyesal, kenapa aku tak lebih giat belajar dan bekerja keras, agar aku bisa menjemput suksesku di usia lebih muda. Agar setidaknya ada suatu hal berharga yang bisa aku beri padanya sebelum hari terakhirnya.

Ah, rasanya itu hanya meninggalkan sesal. Kini, aku mau bangkit dan tidak ingin rasa sesal itu terjadi lagi. Rasanya belumlah terlambat untuk memberikan yang terbaik pada orang tuaku dan juga keluarga kecilku.

Penyakit Kritis Memang Membawa Kita Pada Penyesalan


Aku tahu, penyakit kritis yang nenekku alami adalah karena ia cenderung mengabaikan dirinya dan mengutamakan orang lain. Ia selalu memprioritaskan anak dan cucu-cucunya, daripada memperhatikan kesehatannya. Hingga pada akhirnya ia terserang sakit jantung.

Tapi, semua sudah jalan Allah. Penyesalan itu, biarlah menjadi pengingatku bahwa dimana pun dan kapan pun penyakit kritis bisa mengintai kita semua. Kuncinya adalah ubah gaya hidup kita menjadi lebih sehat.

Walau susah sekali, kini pelan-pelan aku berusaha menerapkan gaya hidup sehat untukku dan keluarga kecilku. Mengurangi junk food, konsumsi buah dan sayur, banyak minum air putih dan tentunya rutin berolahraga.

Eiitsss, itu saja belum cukup lho. Kita nggak pernah tahu apa yang terjadi di depan sana. Karena kadang roda kehidupan berputar kan? Baiknya memang siapkan juga proteksi diri yang menjadi solusi perlindungan kita dan keluarga dari penyakit kritis.

AXA Mandiri Hadirkan Solusi Perlindungan di Setiap Tahapan Kehidupan Masyarakat


Bicara soal perlindungan dan proteksi diri, PT. AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) menghadirkan Asuransi Mandiri Perlindungan Sejahtera yang memberikan berbagai macam solusi proteksi dan investasi sebagai inovasi terbaru dalam membantu kondisi keuangan masyarakat saat menghadapi berbagai resiko hidup.


Dalam acara yang betajuk “Ayo Cegah dan Pahami Penyakit Kritis Sejak Dini” yang aku datangi beberapa waktu lalu, Presiden Direktur AXA Mandiri, Pak Handojo G. Kusuma turut sharing tentang banyak hal seputar perlindungan diri.

“Sebagai perusahaan asuransi yang fokos pada perlindungan jiwa dan kesehatan, AXA Mandiri sangat peduli terhadap peningkatan kesehatan di Indonesia dan terus berinovasi dalam menyediakan solusi perlindungan jiwa, kesehatan hingga penyakit kritis. Berbagai solusi yang dihadirkan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan proteksi di setiap tahap kehidupan sehingga dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.”

Berkenalan dengan Asuransi AXA Mandiri Perlindungan Sejahtera, Solusi Perlindungan Penyakit Kritis


Seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan perlindungan masa depan, AXA Mandiri meluncurkan solusi perlindungan dan perencanaan keuangan yang tepat dalam memenuhi kebutuhan setiap tahapan kehidupan masyarakat.

Dan aku yakin sih, sepertinya bukan aku saja yang punya penyesalan dalam hidup. Pasti banyak dari kita yang juga memiliki penyesalan yang tentunya tidak ingin terulang kembali. Solusi dari AXA Mandiri ini bisa jadi solusinya, karena membantu kita dalam menyiapkan kehidupan yang lebih baik.

Ada banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari AXA Mandiri Solusi Perlindungan Penyakit Kritis, yaitu:

  • 100% uang pertanggungan untuk stadium awal
  • Perlindungan jiwa hingga usia 100 tahun
  • Perlindungan terhadap 120 kondisi kritis dari stadium awal sampai dengan usia 85 tahun
  • 100% uang pertanggungan untuk stadium akhir
  • Hingga 250% uang pertanggungan untuk kondisi kritis
  • Loyalty bonus mulai dari tahun polis ke-7 sampai dengan akhir masa pertanggungan
  • Bebas biaya alokasi premi (bid offer) & biaya pengalihan dana investasi (Switching)
  • Biaya akuisisi yang kompetitif hanya tahun pertama



Mengetahui hal itu, jujur bikin aku penasaran dan pengen tahu lebih dalam tentang solusi perlindungan penyakit kritis ini. Terlebih, setelah mendengar fakta yang cukup mengagetkan dari dr. Indra Manullang, SpPD, KKV selaku Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Kardiovaskular di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi.

dr. Indra menyebutkan bahwa pergeseran gaya hidup saat ini membuat banyak dari kita yang terserang penyakit kritis. Dan itu tidak pandang usia dan jenis kelamin lho. Baik laki-laki atau perempuan, tua ataupun muda, semua berpeluang besar terkena penyakit kritis, naudzubillahi min dzalik ya.

Makanya, aku makin mantap untuk menjalani pola hidup sehat, hindari stress dan juga memiliki proteksi perlindungan diri dan keluarga dari penyakit kritis ini. Karena kalau sampai sakit, bukan hanya diri sendiri yang dibuat repot tapi juga keluarga, belum lagi finansial kita yang akan jatuh huhuhu jangan sampai ya.

Btw, kamu ada cerita tentang penyakit kritis dan perlindungannya kah? Share di kolom komentar ya, biar kita makin paham soal ini ^_^


No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah mampir. semoga bermanfaat ^_^
Jangan lupa tinggalkan komen yaaa ;D