Tuesday, January 28, 2020

...

JakHumFest 2020, Ajang Milenials Peduli Lingkungan dan Kemanusiaan

 

JakHumFest is all about humanity, our earth and our life. Seperti itulah gambaran yang aku dapat saat hadir di acara Jakarta Humanity Festival 2020 lalu. Bertempat di M Bloc Space, acara yang digelar begitu meriah dan sarat makna. Banyak milenials yang turut hadir untuk menyaksikan beragam acara yang disajikan. Aku pribadi tidak menyangka JakHumFest tahun ini mendapat antusiasme yang begitu besar.

Tiba disana sekitar pukul 10.00 aku disambut mural-mural keren yang penuh dengan cerita dan makna di dalamnya. Betapa isu-isu kemanusiaan adalah hal yang harus kita utamakan. Sebagai milenials jujur aku tertampar. Kadang, aku sendiri masih sedikit abai terhadap hal ini. Dan lebih mementingkan urusan pribadi. Padahal banyak orang di luar sana, yang mungkin tidak seberuntung aku.

Rangkaian acara Jakhumfest 2020 juga diisi dengan humanitalk, workshop, bazaar preloved, dan sound of humanity. Sejumlah musisi dan pembicara turut memeriahkan puncak dari bulan kemanusiaan tersebut.

Ketua pelaksana Jakhumfest Taufan Yusuf Nugroho mengatakan, Jakhumfest diselenggarakan untuk mewadahi semangat muda para milenial terhadap kepedulian sesama, dimana Jakhumfest 2020 ini merangkum kegiatan kerelawanan, kepedulian lingkungan, dan pendidikan.


Dalam sesi talkshow, berbagai narasumber berpengalaman seperti Marsya Nurmaranti (Executive Director Indo Relawan), Dila Hadju (Founder @tumbuhanhijaurban), Swietenia Puspa (Founder dan Executive Director Yayasan Penyelam Lestari Indonesia), Dhiti Sofia (Program Manajer Diet Kantong Plastik), dan Syamsul Ardiansyah (Manajer Lingkungan Dompet Dhuafa) membagikan pengalaman juga pemaparan tentang kondisi bumi saat ini.

Perubahan Iklim dan Kian Menumpuknya Sampah Plastik


Serius deh, aku baru sadar kalau sumber daya yang kita pakai saat ini adalah pinjaman dari generasi mendatang. Nggak kebayang ya, kalau kita abai dan tidak menjaga bumi kita saat ini, gimana nasib anak cucu kita nanti? Duh, ngebayanginnya aja serem deh.
Sadar nggak sih, kalau ternyata bumi kita ini sedang tidak baik-baik aja? Mendengar pemaparan para pembicara di acara talkshow JakHumFest kemarin seolah membukakan mataku. Seiring dengan perkembangan teknologi, seiring itu pula kerusakan lingkungan yang ditimbulkan.

Bahan bakar kendaraan yang berasal dari fosil, sampah plastik yang sulit diurai, dan berbagai kerusakan yang ditimbulkan dari apa yang kita konsumsi sehari-hari itulah fakta yang tengah terjadi. Lalu apa solusinya?

Para pembicara kemarin, juga menjelaskan, ada langkah nyata yang bisa kita lakukan untuk setidaknya menyelamatkan bumi, yaitu dengan membatasi dan bijak menggunakan plastik, meminimalisir dan memilah sampah, menaiki kendaraan umum massal, dan banyak hal lainnya.

JakHumFest 2020; Ajang Milenials Lebih Peduli terhadap Lingkungan dan Kemanusiaan


Jakarta Humanity Festival ini tentunya tidak hanya diisi dengan talkshow saja, tapi juga banyak acara menarik lainnya, seperti musik, bazar preloved artis, workshop, dan juga pameran. Sebagai milenial aku pribadi setuju banget, karena saat ini, acara-acara penuh makna seperti ini haruslah dikemas dengan sesuatu yang menarik agar mengundang masyarakat untuk turut berpartisipasi.

Bisa dibilang, acara Jakarta Humanity Festival 2020 ini merupakan ajang para milenial untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan isu kemanusiaan. Karena alau bukan milenials, siapa lagi yang akan merubah perilaku dan paradigma masyarakat saat ini, ya nggak?

Menurutku, suksesnya penyelenggaraan acara JakHumFest ini nggak lepas dari fenomena meningkatnya perhatian milenial terhadap berbagai isu kemanusian maupun bencana di Indonesia. Kampanye kebaikan yang berlangsung sejak akhir tahun lalu ini, menyerukan gerakan untuk berbagi kepada sesama yang tengah dirundung kesusahan maupun bencana.


Dompet Dhuafa mengampanyekan program isu kemanusiaan dan lingkungan, khususnya bagi generasi milenial, agar peduli terhadap lingkungan. Sebab, di awal tahun ini, ratusan keluarga di Lebak, Banten, menjadi korban banjir bandang. Semua sajian di Jakhumfest kali ini, memberlakukan tiket donasi seharga Rp50.000. Hasil penjualan tiket sepenuhnya akan disalurkan untuk program kemanusiaan Dompet Dhuafa, seperti Rumah Tetap untuk Palu dan Lebak, Banten, serta program lainnya.

Jadi, para milenial bisa berdonasi, sekaligus bisa mendapat manfaat lain berupa ilmu, wawasan, art, dan hal lainnya dari acara JakHumFest. Yah, seperti sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui lah.

Sebagai milenials, yang sudah dua tahun berturut-turut hadir di acara JakHumFest, aku pribadi merasakan manfaat yang luar biasa, dan berharap semoga acara seperti ini dapat terus diadakan sehingga mampu menumbuhkan semangat berbagi dan peduli terhadapa sesama. Terimakasih Dompet Dhuafa ^_^


No comments: