Tuesday, January 8, 2019

...

Antara Pendidikan dan Kualitas SDM Indonesia, Adakah Korelasinya?

Kualitas SDM Indonesia
kualitas SDM Indonesia juga ditentukan dari seberapa besar minat membaca kita lho 

Beberapa waktu lalu, aku sempat sharing dengan Prof. Rhenald Kasali. Beliau menuturkan tentang perkembangan Indonesia dari berbagai sisi, termasuk ekonomi dan kualitas SDMnya. “Indonesia ibarat remaja yang sedang tumbuh, SDM nya terus berkembang namun butuh nutrisi agar tidak mengalami stunting”, ucapnya kala itu.

Dalam hati, aku membenarkan. Dibanding dulu, kualitas SDM Indonesia perlahan-lahan mulai meningkat. Memang tidak terlalu signifikan, tapi aku yakin dengan dukungan banyak pihak bukan tidak mungkin kelak SDM kita akan sama baiknya dengan negara maju lainnya.

Kalau kita bicara soal kualitas SDM Indonesia, rasanya masih banyak PR yang harus dikerjakan pemerintah dan Kementerian Tenaga Kerja. Indonesia yang merupakan negara berpenduduk terbanyak keempat di dunia, tentulah memiliki berbagai macam problematika sumber daya manusia. 

Antara Pendidikan dan Kualitas SDM Indonesia 


Jadi ingat sebuah karya tulis yang pernah aku buat beberapa tahun lalu. Sesuai dengan bidangku, yaitu pendidikan. Karya tulisku mengangkat tentang sistem pendidikan di Indonesia dan perbandingannya dengan sistem pendidikan Finlandia.

‘Komparasi Sistem Pendidikan Indonesia dan Finlandia’. Tak usah tertawa. Memang terkesan membandingkan sesuatu yang jelas berbeda. Bak langit dan bumi, begitulah para juri lomba karya tulis ilmiah mencecarku dengan pertanyaan itu.

Sebuah pertanyaan yang kujawab dengan sederhana, kalau Indonesia mau berubah menjadi lebih baik, lantas kenapa tidak, kita belajar dari yang terbaik? Jawaban yang kemudian mendapat tepuk tangan dari juri dan para penonton yang hadir.

Indonesia dan Finlandia memang seperti langit dan bumi, sistem pendidikan Indonesia yang dehumanis kemudian menjadikan Indonesia berada di posisi terbawah, berbanding terbalik dengan sistem pendidikan Finlandia yang begitu humanis, menjadikan proses belajar begitu menyenangkan, tak heran jika Finlandia menyabet gelar sistem pendidikan terbaik di dunia.

Hal yang kemudian membuat aku penasaran. Sistem pendidikan Finlandia yang begitu memanusiakan manusia, dan membuat proses belajar menjadi sangat menyenangkan nyatanya mampu menghasilkan kualitas SDM yang mumpuni dan diakui kualitasnya oleh dunia.

Sedang kita? Masih merangkak menuju ke sana. Kalau ditanya kapan sampainya? Jawabannya ada pada kita. Sudah seberapa besar kontribusi kita. Betul???

Pertanyaan lain dari juri yang sampai saat ini masih aku ingat adalah, ‘Seandainya aku menjadi seorang Menteri Pendidikan apakah aku yakin Indonesia bisa seperti Finlandia?’

Lagi-lagi aku jawab dengan sederhana. Finlandia menjadi negara dengan sistem pendidikan terbaik tentulah bukan tanpa usaha, kalau kita lihat lagi sejarahnya, untuk menyabet gelar sistem pendidikan terbaik di dunia, tentu proses panjang telah dilalui Finlandia, dan kenapa hal itu tidak kita lakukan saat ini. Memang tidak semudah membalik telapak tangan, tapi jika dengan bantuan seluruh instansi terkait dan masyarakat Indonesia, bukan tidak mungkin, sepuluh, dua puluh atau tiga puluh tahun mendatang Indonesia akan mejadi yang terbaik.

Kualitas SDM Indonesia
teman-teman sekelas turut bergembira dan mengucapkan selamat 

Pada akhirnya jawaban-jawaban dari pertanyaan itulah yang mengantarkanku menjadi juara pertama Lomba Karya Tulis Ilmiah di Kampus. Sebenarnya apa yang kujabarkan bukanlah sebatas pada pendidikan. Ada sesuatu yang berkaitan dengan kualitas SDM di Indonesia dan menjadi PR besar untuk kita semua.

Pelatihan Vokasi untuk Kualitas SDM Indonesia yang Lebih Baik


Jika dari kamu masih ada yang bertanya, memang seberapa penting sih Sumber Daya Manusia ke depannya? Bukankah kemajuan teknologi justru memudahkan pekerjaan manusia?

Ya, memang teknologi sangat memudahkan pekerjaan manusia. Dan seiring dengan revolusi industri 4.0 dan teknologi digital, persaingan bisnis dan pembangunan yang semula banyak bertumpu pada pemanfaatan sumber daya alam, bergeser pada persaingan penguasaan teknologi dan informasi serta kompetensi angkatan kerja.

Disinilah pentingnya investasi SDM. FYI, Sumber daya alam akan habis jika dieksploitasi terus menerus, dan hal ini tentulah akan menghasilkan problem lingkungan. Berbeda dengan investasi SDM yang tidak terbatas dan juga dinamis.

Kualitas SDM Indonesia
BBPLK yang ada di Bekasi untuk meningkatkan kualitas SDM 

Nah, menyadari hal itu Kementerian Ketenagakerjaan memasifkan pelatihan vokasi sebagai prioritas pembangunan SDM. Terkait dengan pelatihan vokasi, Kemnaker telah melakukan beberapa terobosan, yakni masifikasi pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK), pemagangan terstruktur serta sertifikasi uji kompetensi.

Masifikasi pelatihan di BLK dengan memberikan triple skilling, yaitu skilling, up- skilling, dan re-skilling. Skilling untuk angkatan kerja yang ingin mendapatkan skill. Up-skilling untuk pekerja yang ingin meningkatkan skill, dan re-skilling untuk pekerja yang ingin mendapatkan keterampilan baru.

Dan untuk mendekatkan akses pelatihan vokasi kepada masyarakat, pemerintah juga membangun BLK Komunitas. Tahun 2017 terdapat 50 BLK Komunitas, dan akan terus meningkat setiap tahunnya. Tahun 2019 ini akan ada 1.000 BLK Komunitas. Tiap BLK Komunitas ditargetkan memberikan pelatihan kepada 100 orang tiap tahunnya.

Kualitas SDM Indonesia
Sekjen Kemnaker sedang menjelaskan tentang kualitas SDM Indonesia 

Sebenarnya prioritas pembangunan SDM juga ditujukan untuk menyelamatkan bonus demografi yang akan dialami Indonesia, yang puncaknya terjadi tahun 2025-2030. Di mana, 70% penduduk Indonesia adalah usia produktif. Sekjen Kemnaker, Khairul Anwar bahkan mengatakan, berdasarkan hasil riset McKinsey Global Institute, Indonesia diprediksi akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-7 di dunia. Namun capaian itu mensyaratkan penduduk usia produktif memiliki skill dan kompetensi yang mumpuni.

Kualitas SDM Indonesia
Kami berkomitmen membantu pemerintah meningkatkan kualitas SDM 

Menurut kamu sendiri, sudah sejauh mana sih pemerintah mempersiapkan kualitas SDM Indonesia. Kira-kira prediksi McKinsey Global Institute bisa jadi nyata nggak ya? Share di kolom komentar yaa ^_^

28 comments:

Asep Rohimat said...

4 Tempat Wisata Menarik di Jawa Barat

1. Wisata Kawah Putih Ciwidey
2. Wisata Darajat Pass di Garut
3. Tempat Wisata Galeri Makkah Madinah di Kabupaten Garut
4. Wisata Alam Bukit Taman Langit Desa Wangunjaya di Bungbulang, Garut

Kunci Sukses Bisnis H. Iyus Ruslan, SE Pemilik Rumah Makan Cibiuk

Noe Traveler said...

Pemerintah nakin keren hampir di segala bidang termasuk pendidikan ya. Aku udh lama tau keberadaan BLK, nah dg berbagai perbaikan sistem pendidikan yg bahkan mengadopsi sistem dari Finlandia, makin keren nih

Mama Karla said...

memang seberapa penting sih Sumber Daya Manusia ke depannya? Bukankah kemajuan teknologi justru memudahkan pekerjaan manusia?

Pertanyaan ini menurutku sejenis dengan mana yg lebih dulu antara ayam atau telur, ya nggak si. Krn teknologi bisa maju pesat itu kan karena kualitas SDM, dan kualitas SDM secara umum juga bisa ikut berkembang karena adanya teknologi

Diyanika said...

Mbak, aku suka sekali pembahasan ini. Karena aku pun bergelut di dunia pendidikan. Begini, ini jujur ya, aku seorang guru wiyata bakti, aku belum terlalu merasakan adanya upaya peningkatan SDM dari pemerintah. Sekali ikut diklat kurikulum 2013, selebihnya aku harus tetap bergerak sendiri. Apalagi aku ini tinggal di daerah ya, Mbak. Menurutku, salah satu upaya untuk meningkatkan SDM di Indonesia ini ya bisa dimulai dari peningkatan kompetensi dan keprofesionalan dari guru. Di daerah masih jaraaaaaang sekali ada pelatihan-pelatihan untuk guru. Guru ibarat ublek unyek ya ngurus administrasi saja. Kurang berkembang kalau nggak mau bergerak sendiri.

Siti Faridah said...

Pendidikan dan sdm di Indonesia memang berkaitan dan terikat satu sama lain. Kalau semua orang memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi maka sdm akan maju dan tentunya bisa membawa kesejahteraan yang bisa membuat bahagia.

Rani R Tyas said...

Menurut aku, bisa saja Indonesia suatu saat bisa bersaing dengan negara-negara maju. Tidak ada yang pernah tahu kan?

herva yulyanti said...

mba keren banget bisa diskusi sama Bpk Rhenald Kasali :) saat ini yang kulihat kualitas SDM yang masuk ke kantor oke dari segi pendidikan tapi dari soft skillnya kurang sekali mba

Cindy Vania said...

Whoaa pemerintah sekarang semakin oke yaa.. Semoga SDM2 ini semakin berkualitas dan siap saing semua nih

Kartika Nugmalia said...

Aku termasuk yang ngikuti program BLK dari pemerintah, tapi memang belum pernah terjun langsung dan mengamati input ataupun outputnya. Tapi dari sini dah kelihatan kalau pemerintah juga concern banget soal kualitas SDM yang akan jadi modal besar Indonesia di masa depan

Nur Ainhy said...

Apa yang dikatakan prof. Renaldi benar adanya. Kita membutuhkan nutrisi untuk SDM agar gak stunning yah ibaratnya seperti itu. Mudah2an semakin banyak lembaga yang memerhatikan SDM Indonesia khususnya pemerintah.

Keke Naima said...

Indonesia kayaknya agak lebih kompleks dari Finlandia karena sebagai negara kepulauan karakter masyarakatnya lebih beragam. Tetapi, tetap optimis dalam beberapa tahun ke depan, pendidikan di Indonesia juga akan maju.

Noorma FMZ said...

Selamat yaa mbak sudah menjadi yang terbaik di lomba karya ilmiyah.. keren sampean..

oiya aku malah jadi khawatir, bukan pesimis ya, tapi beneran khawatir.. melihat kebanyakan anak muda sekarang susah berkembang di pendidikannya., aku randomkan dari mahasiswaku yang skrh=g motivasi belajarnya sangat kurang

Hidayah Sulistyowati said...

Mestinya kalo ada BLK di tiap kota, bisa sih menjadi program yang berkesinambungan. Seperti yang udah ditulis di atas, ada juga program membangun BLK komunitas. Yang perannya ternyata penting untuk memberikan pelatihan 100 orang tiap tahunnya. . Kalo bisa aih lebih ya, tentunya bisa mengharapkan bantuan dari berbagai pihak yang peduli dengan makin meningkatnya skill SDM kita

sabda awal said...

kalau saya sih bagian supportnya seperti kementerian pendidikan agar anggarannya diperbesar, masak kalah sama anggaran kementerian agama...

kalau ga salah diundang2, 20% apbn ditujukan untuk pendidikan, saya lupaaa... tapi kita masih jauh dari itu.

saya pengennya pendidikan dasar utama kita ga langsung mata pelajaran tapi belajar ttg adab, kepercayaan diri, dan pembetukan karakter dulu

Lidya Fitrian said...

Kualitas SDM memang harus ditingkatkan supaya lebih maju dan bisa diawali dari kualitas pendidikan yang diperbaiki

Nia Haryanto said...

Pastinya, korelasinya besar banget ya antara kualitas SDM dan pendidikan. Tapinya, pendidikan dasar hingga SMA rasanya masih kurang ya buat jadi bekal untuk skill. Dan pelatihan vokasi semacam ini bisa jadi solusinya.

Ida Tahmidah said...

Wow keren Mba..pernah jadi juara pertama karya ilmiah remaja di kampus.. Mantaps..

mutie adnu said...

Justru gunanya pendidikan antara lain utk membentuk kualiatas SDM mba,,, tinggal tergantung personalnya juga mau berusaha apa gk

Nyi Penengah Dewanti said...

BLK ini keren lho Mba Nov, di kotaku kemarin juga diworo-worokan siapa yang butuh keterampilan bisa ikutan. Bebas asalkan memiliki ktp, dana ku pernah ikutan BLK menjahit hehehe

Rizka Edmanda said...

Selamat ya mba nov menjadi pemenang juara karya ilmiah... Keren banget bisa berdiskusi sama prof rhenald kasali beliau inspirasi saya. Semoga karya nya juga bisa jadi inspirasi untuk penggerak sistem pendidikan Indonesia supaya kita bisa berbenah agar nanti bisa sebaik finlandia

Nurul Fitri Fatkhani said...

Saya yang termasuk punya harapan tinggi agar sistem pendidikan di Indonesia bisa seperti Finlandia.
Tapi memang butuh usaha dan proses yang tidak sebentar ya...
Butuh dukungan semua pihak pula.

ceritaduniaanak said...

Memang pendidikan penting banget untuk menciptakan SDM ya, klo pendidikan nanggung karena sikon ya harus ada pelatihan skill agar seimbang.

Lendy Kurnia Reny said...

Aku seneng banget sama Prof. Rhenald.
Buku-bukunya aku suka baca.

Dan senang sekali bisa ikut diskusi bersama beliau.

Tuty Queen said...

Iya betul banget nggak ada salahnya belajar dari yang terbaik kalau memang kita pengin berubah ya..kereh ih pernah juara karya tulis ilmiah.

Uniek Kaswarganti said...

Pelatihan vokasi yang dilakukan ini apakah sudah sepaket dengan penambahan skill marketing, mba? Biasanya mereka yang udah punya ketrampilan khusus itu lalu terbentur dengan aspek marketing dari produk yang dijualnya.

Rotun DF said...

Setuju, Mba. Saya juga lihatnya Indonesia terus berbenah untuk memperbaiki kualitas bangsa, termasuk dalam bidang SDM dan pendidikan. Bisa dilihat dari pemilik start up, anak muda yang berprestasi kuliah di luar negeri tapi mereka memilih kembali alih-alih bekerja di luar negeri dengan materi yang jauuh lebih menjanjikan.

Bisa kita lihat sekarang, indstri kreatif makin bermunculan, termasuk dalam kancah pendidikan. Bravo, Indonesia!

Dewi Natalia said...

bisa jadi nyata kok mba kalau SDM di Indonesia dikelola dengan baik. Sebetulnya di Indonesia itu banyak SDM yang oke tapi kurang poles aja mba.

sintarentcar said...

BLK ini sangat membantu apalagi kalau sudah melakukan pelatihan dapat sertifikat yang berguna untuk melamar pekerjaan..hehe