Thursday, December 26, 2024

...

Ancol Penuh Cinta: Sebuah Perjalanan yang Menyembuhkan Bersama Shelter Sehati

 


Percaya nggak, kalau kebahagiaan adalah obat terbaik dalam mencari kesembuhan? Kebahagiaan tentunya bukan hanya menyangkut hal-hal besar, tetapi juga momen-momen kecil yang begitu berarti. Itulah yang aku rasakan pada Minggu, 22 Desember 2024 kemarin. Sebuah perjalanan penuh makna bersama Shelter Sehati dan Dompet Dhuafa, di mana tawa, senyum, dan kebahagiaan menjadi penawar bagi mereka yang tengah menghadapi tantangan berat dalam hidup.

Pagi itu, langit Jakarta diguyur hujan, namun tak menyurutkan semangatku, Dompet Dhuafa team dan juga pasien Shelter Sehati untuk tetap menjalankan Rihlah Ceria dengan penuh rasa bahagia. Di balik antusiasme mereka, ada cerita yang mungkin tak banyak orang tahu. Cerita tentang perjuangan melawan penyakit, jauh dari kampung halaman, putus sekolah karena harus fokus pada pengobatan dan lain sebagainya.

Kami mulai Rihlah ini di area Samudera Ancol yang ternyata ramai sekali pengunjung. Tapi tak mengapa, karena Rihlah ini bukan sekadar rekreasi. Ini adalah cara sederhana untuk memberikan jeda bagi mereka. Sebuah momen untuk berhenti sejenak dari beratnya hidup dan menggantinya dengan kebahagiaan.

Monday, December 23, 2024

...

6 Alasan Anda Butuh Melanjutkan S2 di Luar Negeri



Melanjutkan S2 di luar negeri sering dilakukan oleh para lulusan Sarjana. Terlebih lagi, hal tersebut semakin mudah dilakukan dengan dukungan berbagai sumber dana. Misalnya adalah hasil dari investasi Obligasi Pemerintah.

Ada berbagai alasan mengapa para lulusan sarjana di Indonesia melanjutkan S2 ke luar negeri. Alasan-alasan tersebut dapat dilihat dalam ulasan di bawah ini.

Alasan Anda Butuh S2 di Luar Negeri


Ada beberapa alasan yang menjadi pertimbangan mengapa Anda perlu melanjutkan S2 di luar negeri. Simak alasan-alasan tersebut di bawah ini.

Sunday, December 22, 2024

...

Bukan Sekedar Menyusun Resolusi, Akhir Tahun Jadi Momen yang Tepat untuk Berbagi




Time so flies. Waktu terasa seperti berlari, ya. Rasanya baru aja kemarin kita membuat resolusi tahun baru, menyusun target, menggantungkan harapan, dan membayangkan bagaimana tahun ini akan berjalan. Tapi, sekarang Desember sudah hampir berakhir. Saatnya kita berhenti sejenak, menyeruput kopi hangat, dan mengingat kembali semua cerita yang telah terukir sepanjang 2024.

Tahun ini, apa sih cerita yang paling berkesan buat kamu? Kalau aku, 2024 seperti perjalanan mendaki gunung: penuh tantangan, banyak ujian, bahkan fitnah yang jujur aja, sesekali membuatku ingin menyerah. Walau pada akhirnya di ujung jalan, selalu ada keindahan yang membuat segalanya terasa berarti.

Wednesday, November 27, 2024

...

LFL Premium Thread Lift: Glowing Skin, No Surgery Needed!

 


Siapa sih yang nggak ingin kulit tetap kencang, glowing, dan terlihat awet muda? Sebagai seorang beauty blogger, aku selalu penasaran dengan perawatan terbaru yang bisa bikin wajah lebih fresh tanpa ribet. 

Nah, belakangan ini aku lagi banyak denger tentang LFL Premium Thread Lift, teknologi kecantikan non-bedah yang katanya bisa bikin wajah terlihat lebih muda dalam waktu singkat. Setelah cari tahu lebih jauh (dan juga sempat ngobrol sama beberapa ahli kecantikan), aku langsung tertarik buat share ke kalian!

Tren Baru di Dunia Kecantikan




Jadi gini, thread lift itu sebenarnya bukan hal baru. Tapi, teknologi di balik LFL Premium Thread Lift ini beda banget. Di acara peluncurannya beberapa waktu lalu, aku belajar kalau thread lift ini menggunakan benang premium berbahan polydioxanone (PDO) yang aman banget dan sudah lama dipakai dalam dunia medis. Benang ini nggak cuma mengencangkan kulit, tapi juga merangsang produksi kolagen. Kalau kamu tahu manfaat kolagen untuk kulit, pasti kamu paham kenapa ini jadi game changer!

Menurut dr. Danu Mahandaru, Sp.BP-RE., seorang dokter bedah plastik dari The Clinic Beautylosophy, thread lift ini memanfaatkan teknologi Electrolytic Polished dan canula ultra-tipis yang bikin prosedurnya minim trauma pada kulit. Hasilnya? Kulit terlihat kencang dan lebih muda secara natural. Oh ya, nggak ada downtime yang lama! Setelah perawatan, kamu bisa langsung lanjut aktivitas seperti biasa.

Monday, November 25, 2024

...

Seperti Magic! Eksplor Kreativitas dengan Fitur Droptober di Acara Canva Community Labs

 


Asli deh, kayanya Minggu kemarin jadi momen tak terlupakan bagi para kreator, dan pecinta Canva yang hadir di acara Canva Community Labs di Kuilo Cafe. Sebagai pengguna setia Canva, aku pribadi antusias banget ketika menerima undangan untuk menghadiri acara ini. Gimana nggak coba, selain membahas fitur terbaru bernama Droptober, acara ini juga bertabur hadiah menarik, lengkap dengan interaksi seru dengan sesama pengguna Canva.

Atmosfer di Kuilo Cafe: Hangat dan Menginspirasi


Kuilo Cafe, dengan desain interiornya yang minimalis namun artistik, menjadi tempat yang pas untuk menggali inspirasi. Begitu memasuki lokasi, aku langsung disambut oleh suasana yang hangat. Ada sudut-sudut yang dihias dengan elemen-elemen Canva, mulai dari balon-balon gemes dengan tone Canva hingga instalasi warna-warni yang mewakili semangat kreatifitas.

Nggak hanya suasana ruangan yang menyenangkan, panitia juga menyambut setiap peserta dengan welcome kit yang isinya sangat menggemaskan—ada buku catatan kecil berlogo Canva dan sticker pack bertema kreatifitas.

Sunday, November 10, 2024

...

Review Buku: Dalam Dekapan Zaman – Memoar Pegiat Harmoni Bumi oleh Amanda Katili Niode

 


Sebagai seseorang yang percaya bahwa menjaga lingkungan adalah investasi bagi masa depan, membaca buku Dalam Dekapan Zaman: Memoar Pegiat Harmoni Bumi karya Amanda Katili Niode, Ph.D. adalah sebuah pengalaman yang menyentuh. Melalui buku ini, aku merasa seperti diajak menyelami perjalanan hidup ibu Amanda, seorang sosok luar biasa yang telah berkontribusi dalam upaya pelestarian bumi. Buku ini bukan sekadar memoar; ini adalah seruan hangat dan penuh inspirasi untuk bersama-sama menjaga dan mencintai alam kita.


Kenalan dengan Sosok Amanda Katili Niode, Pejuang Lingkungan yang Penuh Dedikasi

Membicarakan sosok Amanda Katili Niode tidak bisa lepas dari semangatnya yang luar biasa untuk bumi. Ibu Amanda telah berkecimpung dalam dunia lingkungan hidup selama lebih dari lima dekade, memberikan dedikasi penuh untuk menciptakan perubahan positif. Dengan latar belakang akademik yang kuat dan keahlian di bidang ekologi, beliau menyadari pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Dedikasinya terasa dalam setiap halaman buku ini, di mana ia berbagi cerita penuh inspirasi dan hikmah mengenai tantangan-tantangan yang dihadapi dalam upayanya menjaga bumi.

Melalui Dalam Dekapan Zaman, beliau tidak hanya menceritakan kisahnya, tetapi juga memberikan wawasan yang mendalam tentang upaya menjaga lingkungan. Ia mengisahkan pengalamannya dengan penuh kejujuran, mengungkapkan suka duka dalam perjuangan pelestarian alam. Ini bukanlah tugas yang mudah, tetapi semangat Bu Amanda yang pantang menyerah seolah memancarkan harapan bahwa masih ada yang bisa kita lakukan untuk melindungi bumi tercinta ini.

Wednesday, November 6, 2024

...

Terinspirasi dari Perjuangan Eko Cahyono: Mari Berantas Buta Huruf di Indonesia

 


Padahal hanya berjarak 1 jam dari Kota Bekasi, tapi daerah yang aku kunjungi ini, sungguh membuatku meneteskan air mata. Yup, sebulan lalu, aku berkesempatan menjadi fasilitator dan memberikan sosialisasi mengenai bahaya hoax digital pada lansia di daerah Muara Gembong, Bekasi. 

Ada sekitar 100 lansia berkumpul di area yang sudah di tentukan. Mereka sangat antusias menyambut kedatangan kami. Para lansia tersebut kemudian dibagi dalam 10 kelompok kecil, yang masing-masing berisi 10 lansia.

Kebetulan aku mendampingi kelompok 8, yang semuanya adalah nenek-nenek. Saat sedang serius memberikan penyuluhan dan menjabarkan fakta hoax digital melalui media ajar yang kubawa, mereka tampak tak mengerti. Seketika aku tersentak, ternyata 8 dari 10 lansia dari kelompokku buta huruf. 

Jangankan menggunakan gadget, mereka sama sekali tak bisa baca dan tulis. Hatiku rasanya nelongso. Nggak kebayang bagaimana mereka menjalani kehidupan sehari-hari tanpa baca dan tulis. Padahal, membaca adalah jendela dunia.