Thursday, June 1, 2023

...

Team Up For Impact Everyday: Aksi Kecil yang Berarti untuk Lingkungan yang Kita Cintai

 


Perubahan iklim merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh umat manusia saat ini. Dampaknya yang meluas, seperti kenaikan suhu global, perubahan pola cuaca ekstrem, dan peningkatan tingkat air laut, dapat mengancam ekosistem, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan manusia. Namun, kita tidak harus merasa terjebak dalam rasa putus asa. Melalui aksi kecil sehari-hari, kita semua dapat berkontribusi dalam mencegah perburukan dampak perubahan iklim. 

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2023, di postingan kali ini aku akan menyoroti beberapa aksi kecil yang dapat kita lakukan untuk membantu memperbaiki masa depan planet kita dari dampak buruk perubahan iklim. 

Di Hari Lingkungan Hidup Sedunia kali ini, aku ingin melakukan satu kontribusi, berupa kebaikan yang tentunya memiliki dampak baik untuk lingkungan. Tempat di mana kita dan anak cucu kita kelak tinggali. Makanya momen ini jadi saat yang tepat untuk melakukan berbagai kebaikan untuk bumi yang kita cintai. 

Caranya gimana? 

Caranya mudah lho, tinggal gabung aja dengan Team Up For Impact Everyday. Fyi, Team Up For Impact adalah ajakan untuk sama-sama bertindak sesuai kemampuan kita, agar sampah plastik dan selimut polusi tidak semakin menjadi. Sekecil apa pun langkah yang kita ambil, kalau dilakukan bersama-sama akan besar dampaknya. 

Untuk ikutan challenge-nya, kita harus registrasi terlebih dahulu di www.teamupforimpact.org lalu login. Dan kita bisa pilih salah satu dari beberapa aksi sederhana Team Up For Impact, seperti; sampah, makanan, digital, energy, bisnis hijau dan aktivisme. 

Aku pribadi memilih beberapa aksi sederhana yaitu energy dan aktivisme, karena selain related dengan aktivitas dan kebiasaanku. Menurutku, aksi ini juga sangat possible untuk dilakukan siapa saja dan di mana saja. Yup, tak perlu ribet-ribet, kebaikan kecil yang dilakukan bersama-sama juga akan memberikan dampak luar biasa untuk lingkungan lho. 




Kurangi Pemakaian Kendaraan Bermotor: 
Kendaraan bermotor diperkirakan menyumbang 76% dari total emisi oksida nitrogen dan 90% emisi hidrokarbon dan karbon monoksida. Kalau ada alternatif lain, hindari penggunaan kendaraan bermotor supaya Bumi bisa bernafas lega 

Salah satu faktor utama yang menyebabkan perubahan iklim adalah emisi karbon dioksida yang tinggi. Kita dapat mengurangi emisi karbon dengan memilih kendaraan yang lebih ramah lingkungan, seperti sepeda, transportasi umum, atau mobil listrik. Selain itu, kita juga bisa menghemat energi dengan mematikan peralatan elektronik yang tidak digunakan, menggunakan lampu hemat energi, dan mengoptimalkan isolasi rumah agar lebih efisien secara energi. 

Belajar Pilihan Rendah Karbon: 
Setiap pilihan kita, dari makanan, pakaian, hobi, ada jejak karbonnya. Sedikit-sedikit jejak karbon itu menyebabkan selimut polusi di atmosfer bumi makin menebal dan suhu bumi makin panas. Tidak perlu melakukan hal besar untuk ikut berkontribusi. Hal sekecil menyadari jejak karbon yang kita buat saat melakukan kegiatan sehari-hari saja sudah membantu supaya kita bisa membuat pilihan yang lebih baik. 
Beralih ke sumber energi terbarukan seperti tenaga surya atau tenaga angin adalah langkah penting untuk mengurangi emisi karbon. Kita dapat memasang panel surya di atap rumah atau memilih penyedia listrik yang menggunakan sumber energi terbarukan. Selain itu, mengurangi konsumsi energi secara keseluruhan juga akan membantu mendorong permintaan terhadap energi terbarukan. 

Hemat Penggunaan Air: 



Air adalah sumber daya yang berharga, dan pemanasan global dapat mempengaruhi siklus air di seluruh dunia. Dengan mengurangi penggunaan air di rumah, seperti memperbaiki keran yang bocor, menggunakan shower yang hemat air, atau mengumpulkan air hujan untuk keperluan non-minum, kita dapat membantu menjaga ketersediaan air bersih dan mengurangi penggunaan energi yang diperlukan untuk memproses air minum. 

Mengurangi Pemborosan Makanan: 
Pemborosan makanan juga berkontribusi terhadap perubahan iklim. Makanan yang terbuang berarti sumber daya yang diperlukan untuk memproduksi, mengemas, dan mengangkut makanan tersebut juga terbuang. Dengan membeli dan mengonsumsi makanan secara bijak, menyimpan makanan dengan baik, dan mendukung program daur ulang makanan di komunitas lokal, kita dapat mengurangi pemborosan dan emisi gas rumah kaca yang terkait. 

Edukasi dan Kesadaran Masyarakat: 
Meningkatkan kesadaran akan perubahan iklim dan mengedukasi masyarakat tentang langkah-langkah yang dapat diambil adalah kunci untuk mengatasi tantangan ini. Dengan berbagi pengetahuan melalui media sosial, mengikuti kampanye lingkungan, atau berpartisipasi dalam diskusi dan pertemuan lokal, kita dapat mempengaruhi orang lain dan mendorong perubahan positif dalam perilaku dan kebijakan. 

Kesimpulan: 



Perubahan iklim membutuhkan tindakan kolektif dari seluruh masyarakat. Meskipun aksi kecil yang kita ambil mungkin tampak sepele, namun ketika dilakukan secara bersama-sama, mereka dapat memiliki dampak yang signifikan. Setiap orang memiliki peran penting dalam mencegah perburukan dampak perubahan iklim dan melindungi masa depan planet kita. 

Mari kita berkomitmen untuk mengadopsi kebiasaan yang lebih berkelanjutan dan menginspirasi orang lain untuk bergabung dengan gerakan ini. Bersama-sama, kita dapat mencapai perubahan positif dan membangun dunia yang lebih hijau dan lestari bagi generasi mendatang. 

Lima aksi sederhana dari kategori energy dan aktivisme ini sudah aku lakukan. Sekarang saatnya kamu ambil bagian dalam aksi selamatkan bumi di Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini. Yuk, gabung dengan Team Up For Impact Everyday! ^_^





No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah mampir. semoga bermanfaat ^_^
Jangan lupa tinggalkan komen yaaa ;D