Friday, March 6, 2020

...

Cinta Hidup Selamanya, Kita Tidak!

 

Karena hanya cinta yang hidup selamanya, kita tidak!
Kesedihan ditinggal pergi orang yang kita cintai memang rasanya menyakitkan. Tentunya tidak mudah untuk kita menjalani hari-hari seperti sedia kala tanpa orang yang kita cinta di sisi kita. Aku sendiri pernah merasakannya.

Ditinggal pergi nenek yang aku cinta sekitar 10 tahun lalu. Rasa sedihnya saja belum hilang, bahkan air mata masih sering menetes kala terkenang kenangan bersamanya. Kini, aku harus kembali merasakan kehilangan seorang Ayah beberapa waktu lalu.

Sedih, terpukul, kehilangan, duka mendalam, semua hal menyakitkan itu aku rasakan. Namun hidup harus tetap berjalan. Orang yang ditinggalkan harus tetap berjuang. Tapi kini, ada perasaan lain yang aku rasakan. Bagaimana jika aku yang kemudian berpulang? Akankah keluargaku merasakan sakit yang sama?

Sebagai anak pertama dan juga seorang ibu, aku memiliki dua tanggung jawab besar. Tugas pertama adalah memastikan ibu dan adik-adikku baik-baik saja, dan tugas kedua adalah bertanggung jawab dengan kehidupan anak-anakku. Rasanya tidak mudah memang, tapi semuanya harus dijalani dengan sebaik-baiknya bukan?

Tapi, yang namanya usia kita tidak pernah tahu. Kapan saja kematian bisa menjemput kita. Kini, aku sadar untuk mempersiapkannya lebih maksimal, termasuk memastikan keluarga besar dan keluarga kecilku tetap baik-baik saja ketika aku berpulang lebih dulu.

PRUCinta dari Prudential Indonesia; Bentuk Cinta yang Tak Lekang oleh Waktu


PT. Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) beberapa waktu lalu meluncurkan Asuransi Syariah PRUCinta untuk memenuhi kebutuhan keluarga Indonesia dalam mengelola kesejahteraan mereka. Rasanya beruntung sekali bisa turut menyaksikan launching produk terbaru mereka.

Bertempat di CGV FX Indonesia yang disulap menjadi tempat penuh cinta, karena bertebaran quote-quote cinta dari para pujangga. Aku sendiri terharu membacanya. Dan jauh lebih terharu ketika aku tahu lebih dalam tentang knowledge produk PRUCinta ini.

Hadir dengan sejumlah keunggulan seperti santunan meninggal yang lebih optimal, kehadiran PRUCinta menegaskan komitmen kuat Prudential Indonesia selama hampir 25 tahun dalam mendegarkan, memahami, dan mewujudkan berbagai kebutuhan perlindungan nasabah dan masyarakat Indonesia, baik yang berbasis konvensional maupun syariah.


Nini Sumohandoyo, Sharia, Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia, menjelaskan,

“Unit Usaha Syariah Prudential Indonesia telah mengembangkan berbagai macam solusi perlindungan dan terus menjadi pemimpin pasar asuransi jiwa syariah sejak diluncurkan pertama kali pada 2007. Namun tidak bisa dipungkiri, seiiring waktu tren permintaan atas produk keuangan berbasis syariah terus meningkat, oleh karena itu Prudential Indonesia memperluas portofolio perlindungan berbasis syariah untuk semua (Sharia for all) dengan menghadirkan PRUCinta. Solusi terbaru ini adalah bentuk warisan cinta nasabah terhadap orang-orang terkasih karena hanya cinta yang hidup selamanya”.

Di tengah berbagai ketidakpastian dan masih rendahnya indeks literasi dan inklusi asuransi syariah, Prudential Indonesia mengembangkan PRUCinta sebagai solusi yang simple, mudah dipahami, terjangkau, dan sangat relevan untuk melengkapi kebutuhan keluarga akan asuransi tradisional berbasis syariah dengan berbagai manfaat yang menarik.

Di kesempatan kemarin, Ibrahim Imran atau yang akrab dipanggil Baim, seorang musisi dan ayah dari dua orang putri turut berbagi pengalamannya,

”Mencintai adalah melindungi. Artika, Abbey dan Zoe adalah harta terpenting buatku. Sewaktu-waktu bisa saja aku harus mendahului mereka. Jadi perlu persiapan yang maksimal untuk memastikan kesejahteraan hidup mereka. Apalagi pekerjaanku sangat mobile dan sering travelling sehingga banyak sekali risiko yang mungkin kuhadapi. Memiliki PRUCinta jadi langkah kecilku dalam memberikan solusi perlindungan yang besar untuk orang-orang yang kucintai.”

Sebenarnya bukan cuma musisi saja yang harus mempersiapkan itu semua, karenanya nyatanya setiap pekerjaan pasti memiliki risiko yang tidak kalah penting untuk diperhatikan. Itu juga salah satu yang menjadi pertimbanganku. Yup, seperti kita tahu, musibah selalu datang tiba-tiba tanpa pernah kita tahu kapan terjadinya.


Hal itu juga yang kemudian dijelaskan oleh Himawan Purnama, Head of Product Development Prudential Indonesia. Beliau memaparkan,

“Berbagai pakar finansial menyarakan bahwa tiap keluarga perlu menyiapkan dana darurat untuk kondisi mendesak dan tak terduga, seperti meninggalnya sumber penghasilan utama. Dana ini harus dengan mudah dicairkan dan mencakup minimal total pendapatan rumah tangga selama satu tahun. Demi melindungi ketahanan keuangan keluarga yang ditinggalkan, PRUCinta juga menawarkan manfaat santunan meninggal dunia dari Dana Tabarru yang lebih optimal selama 20 tahun dengan pembayaran kontribusi selama 10 tahun. PRUCinta juga menawarkan manfaat jatuh tempo berupa nilai tunai dari Dana Nilai Tunai yang dimaksimalkan setara 100% kontribusi yang telah dibayarkan jika tidak ada klaim selama masa kepesertaan.”

Aku pribadi jadi berpikir nih, apa yang kemudian aku tinggalkan untuk bekal anak-anak dan keluargaku seandainya aku berpulang lebih dulu. Cek ke tabungan kok mengenaskan, hiks. Jadi, kepikiran nih sama produk PRUCinta. Dan rasanya perlu aku diskusikan bareng suami. Karena PRUCinta juga bentuk ikhtiar kita, menjaga keluarga tercinta walau kita telah tiada ^_^

No comments: