Tuesday, March 24, 2020

...

Yuk, Kenali Dermatitis Atopik dan Cara Mengatasinya!


Minder dan nggak percaya diri dengan kondisi kulit pernah aku rasakan. Asli deh, nggak enak banget. Bahkan dulu pernah sampai dikatain karena kondisi kulitku yang nggak mulus. Aku sendiri bingung, kenapa kulitku bisa berubah seperti itu.

Aku masih ingat betul, waktu itu saat masih duduk di kelas 1 SMP, tiba-tiba kaki dan tanganku timbul ruam kemerahan, rasanya gatal sekali. Karena tak kuat kadang suka kugaruk dan alhasil keluar cairan putih. Sumpah rasanya nggak enak banget. Akhirnya orang tuaku ajak aku konsul ke dokter, ternyata aku memang punya kulit yang sensitif, alergi dan juga dermatitis atopik.


Alhamdulillah, berbekal informasi dari dokter aku bisa meminimalisir hal itu agar tak terulang lagi, sambil pelan-pelan memperbaiki kondisi kulitku. Namun, ternyata masalah tak selesai sampai di situ. Anak pertamaku, ternyata mengalami apa yang aku rasakan.

Rasanya sedih, melihat kondisi kulit anak yang tak mulus. Belum lagi kadang saudara dengan tatapan ‘ngenyek’ nya seolah melabeli aku ibu yang tak becus urus anak. Padahal kondisi sesungguhnya bukan karena itu. Andai saja mereka paham apa itu Dermatitis Atopik.

Mengenal Dermatitis Atopik

Source: merdeka.com

Fyi, Dermatitis Atopik merupakan salah satu jenis eksim yang terjadi akibat adanya peradangan kulit. Kondisi ini biasanya disertai dengan kulit kemerahan, kering, pecah-pecah, bersisik dan timbul rasa gatal. Sedihnya, peradangan ini bisa berlangsung lama, bahkan ada yang bertahun-tahun lho.

Untuk gejala Dermatitis Atopik sendiri, biasanya memang agak berbeda pada setiap orang. Kalau biasanya penderita lain mengalaminya di area pipi, kulit kepala, tangan dan kaki, aku mengalami di telapak tangan, telapak kaki dan area betis.

Menurut situs Halodoc, selain gejala yang aku sebutkan tadi, pengidap dermatitis atopik ini juga dapat merasakan gejala lain, seperti:
  • Ruam yang menonjol dan mengeluarkan cairan.
  • Kulit kering dan bersisik.
  • Kulit di telapak tangan atau area bawah mata mengerut atau kusut.
  • Kulit di sekitar mata lebih gelap.
  • Kulit pecah-pecah, terkelupas, hingga mengeluarkan darah.

Kadang, rasa gatal yang muncul terasa lebih buruk saat di malam hari dan jika digaruk, kulit akan menjadi lebih tebal, timbul bopeng atau berlubang, dan menggelap. Terus-menerus menggaruk area kulit yang bermasalah pun dapat memicu infeksi.

Penyebab dan Faktor Risiko Dermatitis Atopik


Dulu saat aku terkena Dermatitis Atopik bahkan hingga anakku mengalami hal yang sama, banyak banget yang memberikan stigma ‘jorok’ padaku. Padahal, aku sudah berusaha sebisa mungkin menjaga kebersihan. Agar ini jadi pembelajaran untuk kita semua, Dermatitis atopik itu terjadi akibat interaksi multifaktorial, seperti faktor genetik (keturunan), lingkungan, gangguan fungsi sawar (pelindung) kulit, faktor imunologi, dan infeksi. Jadi, bukan karena jorok ya guys!

Nah, untuk faktor risiko Dermatitis Atopik itu sendiri, sebenarnya ada banyak, yaitu:
  • Riwayat pribadi atau keluarga terhadap eksim, alergi, hay fever atau asma
  • Mengalami dermatitis kontak yang biasanya dialami oleh pekerja medis
  • Berjenis kelamin perempuan
  • Sementara itu, faktor-faktor yang meningkatkan risiko pada anak-anak meliputi:
  • Tinggal di area kota
  • Sering dititipkan di tempat penitipan anak
  • Memiliki gangguan hiperaktif (ADHD)


Jinakkan Monster Gatal dengan Atopiclair


Sebenarnya, salah satu kunci utama merawat kesehatan kulit dengan bawaan dermatitis atopik adalah dengan menjaga kulit agak selalu dalam kondisi lembab dan tidak kering. Itulah yang selalu aku lakukan pada anakku. Karena jika kondisi kulit yang kering itu dibiarkan, maka akan memicu timbulnya gatal dan ruam.

Biasanya aku selalu sedia Atopiclair lotion, untuk mengatasi masalah kulit seperti gatal, ruam, nyeri atau bahkan terbakar. For your information, Atopiclair lotion adalah lotion hydroplipidic untuk memperbaiki barrier kulit yang bekerja dengan cara melapisi jaringan yang terluka, melembabkan dan mengurangi sensitifitas jaringan yang meradang serta membantu mengurangi rasa terbakar, gatal dan nyeri dengan cara melindungi kulit dari iritasi berlanjut.

Atopiclair lotion mengandung bahan penghidrasi pembentuk barrier dan pelembab kulit berupa sodium hyaluronate, yang dapat menghidrasi jaringan sehingga membantu proses penyembuhan.



Atopiclair yang ada di pasaran, tersedia dalam dua jenis, yaitu lotion dan cream. Atopiclair lotion dikemas dalam kemasan botol dengan netto 120 mL/botol, sedangkan Atopiclair cream dikemas dalam kemasan tube dengan netto 40 mL/tube.

Meskipun berbeda jenis, semua bahan aktif yang ada di dalam Atopiclair memiliki komposisi yang saling melengkapi sehingga punya manfaat yang cukup banyak. Manfaat kombinasi kandungan Atopiclair dimulai dari menghaluskan kulit atau menjaga kelembapan hingga meredakan peradangan kulit.

Manfaat Atopiclair Lotion


Awal kenal dengan produk Atopiclair ini karena direkomendasikan oleh tanteku yang seorang perawat. Dan ternyata produk ini memang banyak direkomendasikan oleh dokter lho. Hanya yang perlu diingat adalah, pakai sesuai dengan takaran dan panduannya ya.

Berikut ini adalah beberapa manfaat Atopiclair:
• Menghaluskan kulit
• Menjaga kelembapan kulit
• Meredakan gejala eczema
• Mengurangi rasa gatal
• Mengatasi sensasi terbakar
• Meredakan nyeri akibat peradangan yang terjadi
• Melindungi dan mengobati kulit dari iritasi
• Membuat kulit yang terluka cepat sembuh

Alhamdulillah, setelah menggunakan Atopiclair lotion ini ruam dan gatal pada anakku jauh berkurang. Bahkan kulitnya jadi lebih lembut dari sebelumnya. Akupun juga pakai pada area kaki dan telapak tanganku yang cenderung kering.

Nah, untuk kamu yang punya riwayat dermatitis atopik, atau ada masalah dengan kulit seperti gatal, ruam dan sebagainya, bisa coba Atopiclair ini, baik lotion ataupun cream. Produknya sudah tersedia di Ecommerce dan apotek lho ^_^

No comments: