Tuesday, December 3, 2019

...

Kurikulum Cambridge Bawa Siswa Insan Cendekia Madani Go International!


Ibuku pernah bilang, pendidikan anak adalah investasi, maka sudah semestinya orang tua memberikan pendidikan yang terbaik untuk anaknya. Apa yang ibuku katakan bukan hanya sekedar petuah, tapi itu juga ia terapkan pada anak-anaknya.

Sedari awal ia selalu menyekolahkan anaknya di tempat yang menurutnya baik. Sekalipun biaya yang harus dikeluarkan tidaklah sedikit tapi, ia merasa bahagia melakukannya. Ibu bilang, ia tidak masalah jika tidak memiliki banyak aset, tak punya tabungan dengan nominal besar, yang penting anaknya bisa mengenyam pendidikan terbaik.

Dan kini, itulah yang coba aku lakukan untuk anak-anakku. Aku berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk masa depan mereka. Entah mengapa aku merasa beberapa sekolah yang ada saat ini, belum lah pas untuk menyonyong masa depan mereka. Dimana, dunia jauh lebih kompetitif dari sekarang.

Dan bersyukur, beberapa waktu lalu aku diberi kesempatan untuk berkunjung langsung ke salah satu sekolah terbaik di Indonesia, yaitu Insan Cendekia Madani. Kini aku menemukan sekolah yang benar-benar mampu memberikan pembekalan yang cukup untuk anak menyambut masa depan. ICM tidak hanya fokus pada akademik, tapi juga pada agama, baik itu hafalan surat, bacaan Quran dan juga akhlak.

taman dan tempat berolahraga ICM

Memasuki kawasannya aku dibuat takjub, sekolahnya begitu luas dan hijau, fasilitasnya juga sangat lengkap. Berdiri di lahan seluas 12 Hektar dan dilengkapi dengan berbagai sarana yang mendukung kegiatan belajar mengajar, seperti art, sport, sains, dsb. Rasa-rasanya waktu seharian tak cukup untuk mengenal lebih dalam ICM.

salah satu ruang kelas di ICM

Namun, satu hal yang aku tahu, sekolah yang berlokasi di BSD ini sarat akan prestasi. Sudah banyak lulusannya yang mengukir prestasi bahkan bukan hanya di dalam negeri, tapi juga di kancah internasional. Saat kutanya apa rahasianya? Kenapa lulusan ICM begitu banyak yang mencetak prestasi? Ternyata jawabannya ada pada kurikulum yang mereka terapkan dan pola pengajaran mereka.

Untuk SMP dan SMP ICM sudah menggunakan kurikulum Cambridge dan sudah mendapat license langsung, sedangkan untuk SD kurikulum Cambridge juga sudah diperkenalkan. FYI, Kurikulum Cambridge adalah kurikulum internasional yang memenuhi standar global dan terbaik di bidangnya.

ICM dan Kurikulum Cambridge Berstandar Internasional


Sebagai lembaga pendidikan unggulan dengan predikat satuan pendidikan kerjasama atau sekolah internasional, Insan Cendekia Madani menyajikan kurikulum Cambridge yang memiliki reputasi yang telah teruji dalam melaksanakan pembekalan bagi para siswa menghadapi ujian masuk universitas, pencarian pekerjaan, dan kehidupan setelah sekolah.

Sebenarnya, Kemitraan ICM dengan Cambridge bukan hanya bermanfaat dalam pengajaran, tapi juga memberikan akses terhadap sumber daya dan peluang berkelas dunia. Disamping itu, kurikulum Cambridge yang diterapkan ICM juga mendapatkan pengakuan internasional dan memudahkan ICM memberi jalan kepada para siswa untuk melanjutkan pendidikan mereka ke luar negeri.

Menurutku yang membedakan kurikulum Cambridge dengan kurikulum nasional adaalah kurikulum Cambridge mampu mendorong anak didik untuk menyatakan pendapat dan beradu argumentasi dalam mendiskusikan problematika-problematika yang terkait dengan mata pelajaran. Nah, hal itu yang kurang didapatkan dalam kurikulum nasional.

ruang perpustakaan ICM

Selain itu, materi-materi dipilih dengan cermat sehingga menarik dan bisa menambah pengetahuan siswa. Dalam bidang matematika dan sains, misalnya, kurikulum Cambridge terasa sangat berbeda dengan kurikulum nasional. Apa yang menjadi fokus pada kurikulum nasional terletak pada hafalan rumus dan hitungan dengan angka-angka yang rumit, sedangkan Kurikulum Cambridge menyediakan rumus-rumus dasar dan membolehkan siswa menggunakan kalkulator. Hal itu tentunya agar siswa lebih fokus untuk belajar pemecahan masalah, daya nalar, logika dan kemampuan analisis.

Banyak sekali manfaat yang didapat siswa dari Kurikulum Cambridge yang diterapkan ICM ini, seperti siswa terbiasa berbahasa Inggris, sehingga mampu bersaing secara global karena siswa memang dipersiapkan untuk itu. Selain itu, siswa juga memiliki pandangan internasional yang ‘berbeda’ di kancah dunia, serta kesempatan siswa bisa belajar di universitas terbaik di dunia lebih terbuka lebar.

sebaran alumni ICM, baik univesitas dalam negeri dan luar negeri

Kurikulum Cambridge menjembatani para siswa untuk melangkah ke dunia luar. Para alumni ICM terbuka jalannya melanjutkan studi di perguruan tinggi ternama di Jepang, Jerman, Amerika Serikat hingga memperdalam ilmu agama di Arab Saudi dan Sudan. Bahkan ada alumni ICM yang diterima di tujuh universitas terbaik di Jerman. Ini cukup membuktikan, bahwa kurikulum yang diterapkan memang membuka peluang untuk meraih masa depan.

Bahkan bukan hanya itu, siswa ICM juga terbiasa menentukan pilihannya yang tentunya sesuai dengan passion atau bakat. Dengan begitu kemampuan mereka akan lebih terasah, misalnya seperti enterprenuer, seni, olahraga, sains, dan lain-lain.

Kurikulum Cambridge juga mencerminkan karakter reflective leaner dimana siswa dibentuk menjadi seorang pembelajar sejati yang mampu mengelola perubahan baik untuk dirinya dan untuk lingkungan. Konsep reflective leaner ini juga sama dengan pendekatan belajar holistik yang sudah diajarkan dalam Islam, yaitu 4 tahapan Iqra.

prestasi siswa ICM

Di ICM, Kurikulum Cambridge secara konfiguratif saling menyempurnakan dengan kurikulum Kemendikbud dan pendidikan Islam (Prophetic Curiculum) yang diterapkan. Jadi, anak tidak hanya memiliki bekal untuk menyambut masa depan yang lebih kompetitif, tapi juga memiliki bekal agama yang cukup berupa hafalan dan akhlakul karimah.

Prophetic Curiculum yang dikolaborasikan dengan Cambridge seperti satu kesatuan yang membentuk pribadi siswa sebagai pemimpin masa depan. Akhlak siswa dibentuk melalui pembinaan keislaman di asrama. Adanya kelas tahfidz, hafalan Quran, dan juga pembiasaan siswa untuk terlibat dalam kegiatan keislaman dan ibadah di sekolah, seperti misalnya: menjadi Imam di Masjid, mengumandangkan adzan, memimpin zikir, dan doa hingga berdakwah langsung di masyarakat ketika bulan Ramadhan.

Kultur Akademik yang Terintegrasi dengan Interaksi Sosial

kolam renang yang ada di ICM

Memasuki gedung ICM, sungguh aku merasakan atmosfer yang kental sekali. Terdapat gedung kelas berlantai tiga dengan arsitektur tropis berdiri kokoh di antara pohon rindang, seolah menjemput kita sesaat memasuki gerbang sekolah. Proses belajar mengajar di ruang kelas, pelayanan di kantor manajemen, asrama, masjid hingga aktivias fisik di lapangan olaharaga menjadi kesatuan gerak ritmis yang terpadu dalam sebuah sistem organisasi yang tertata rapi dan tertib.

Ruh intelektual di ICM adalah indikator bahwa sekolah ini merupakan institusi pendidikan yang berkualitas, interaktif, dan didkukug oleh kondusifitas suasana belajar yang menyenangkan. Arsitektur ICM memang dirancang secara matang sebagai lanskap yang ideal untuk pendidikan. Gedung-gedung fasilitas utama di ICM didesain dalam bentu plaza guna menciptakan multi spasial komunal.


Sebagai seorang yang juga aktif di dunia pendidikan, aku semakin menyadari betapa peran sekolah seperti ICM inilah yang mampu menggerakan kapal besar bernama pendidikan Indonesia agar mampu di kenal dunia. Anak bahagia belajar di sekolah, orang tua merasa nyaman dan tenang menyekolahkan anaknya di tempat yang terbaik, adakah yang lebih indah dari itu? ^_^

For More Information

Insan Cendekia Madani
Jalan Ciater Raya Rt. 05 Rw. 09 Ciater, Serpong Tangerang Selatan
Telp. 021-7587 444, 021- 756 6852
www.insancendekiamadani.sch.id
Email: info@insancendekiamadani.sch.id
Facebook; Insan Cendekia Madani
Twitter: @ICMadani
Youtube: Insan Cendekia Madani



No comments: