Wednesday, December 4, 2019

...

Yuk, Jadi Milenials yang Mampu #LindungiKeluargadariDiabetes


Jujur deh, selama ini aku ngira aku tuh nggak punya risiko diabetes, jadi santai aja sama kandungan kalori dan gula yang aku konsumsi. Tapi ternyata, ketika di cek kesehatan dan kadar gula darah di acara Lindungi Keluarga dari Diabetes beberapa waktu lalu, aku kaget dengan hasilnya.

Ternyata, kadar gula darahku pas diambang normal. Dan itu jadi semacam warning untuk lebih mengontrol lagi asupan gula yang aku konsumsi. Hmmm, wajar sih soalnya jajanan sekarang kan kebanyakan gulanya, bobba, milkshake, kopi, dan lain-lain.

Tapi Alhamdulillah, semuanya belum terlambat, di acara kemarin aku makin sadar betapa diabetes itu punya risiko yang cukup besar. Bahkan menurut data International Diabetes Federation Atlas edisi ke-9 pada tahun 2019, Indonesia menduduki peringkat ketujuh penyandang diabetes terbanyak di dunia dan ketiga penyandang toleransi glukosa terganggu terbanyak di dunia.

Memperingati Hari Diabetes Dunia dan Bulan Kesadaran Diabetes Dunia, Merck Sharp Dohme (MSD) Indonesia bersama dengan Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Wilayah Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok, komunitas masyarakat dan MRT Jakarta; bersama-sama melaksanakan kampanye #LindungiKeluargadariDiabetes. 


Kampanye ini sejalan dengan tema besar kampanye Hari Diabetes Dunia 2019 yang diusung oleh International Diabetes Federation (IDF), Protect Your Family, dengan fokus utama deteksi diabetes, cegah diabetes tipe 2, dan penanganan diabetes anggota keluarga dengan diabetes.

Kampanye #LindungiKeluargadariDiabetes ini bertujuan untuk mengajak seluruh keluarga di Indonesia untuk mengetahui risiko diabetes dan meningkatkan kesadaran dari pengaruh diabetes terhadap pasien dan keluarga serta mendorong peran aktif keluarga dalam penanganan, pencegahan, dan edukasi mengenai diabetes.

Medical Affairs Director MSD Indonesia, dr Suria Nataatmadja, mengatakan, 

”Sebagai mitra global dari International Diabetes Federation (IDF), MSD berkomitmen untuk terus mendukung upaya peningkatan kesadaran terhadap diabetes. Dengan kampanye #LindungiKeluargadariDiabetes, kami berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya peran keluarga dalam hal deteksi, pencegahan, dan penanganan diabetes.”

Coba bayangin deh, saat ini data terbaru mengungkapkan bahwa sekitar 463 juta orang merupakan penyandang diabetes, namun 1 dari 2 penyandang diabetes tidak menyadari kondisinya itu. Dan yang lebih mengejutkan lagi, hampir 67% penyandang diabetes tersebut berada di usia produktif di bawah 60 tahun. Itu artinya, anak-anak muda rentan terserang diabetes kan.

Peran Keluarga Sangat Penting untuk Mencegah Diabetes


Dari acara kemarin, kini aku semakin menyadari betapa peran keluarga sangat penting dalam deteksi dini diabetes dan usaha-usaha pencegahan diabetes tipe 1, tipe 2 & tipe lain serta pengobatan anggota keluarga dengan diabetes. Dalam deteksi dini peran keluarga, kita bisa tahu tentang gejala diabetes & memastikan apakah sudah terkena diabetes atau prediabetes sehingga mempercepat penanganan dan mencegah komplikasi. Jadi, dapat segera ditangani jika terjadi sesuatu.

Terutama pada diabetes tipe 1 yang jika tidak dideteksi dapat menyebabkan perburukan dan menimbulkan kematian. Dalam pencegahan diabetes tipe 2 maka keluarga berperan melindungi jangan sampai keluarga yang lain terkena diabetes.


Berkaca dari keluarga, aku memang tidak ada riwayat diabetes, tapi bukan berarti cuek dan tidak memperdulikan hal ini ya. Gaya hidup saat ini yang rentan terpapar gula, seperti konsumsi booba, milk tea, membuat aku semakin sadar, bahwa diabetes juga dekat dengan anak muda.

Pelan-pelan, aku mulai mencoba untuk melakukan gaya hidup sehat. Setidaknya dengan membatasi konsumsi gula, perbanyak minum air putih, tak lupa makan buah dan sayur serta rutin berolahraga. Ya, walaupun tak semudah membalikkan telapak tangan, tapi aku percaya dengan perubahan kecil yang aku dan keluarga lakukan tentunya menjadi satu langkah nyata untuk melindungi keluarga dari bahaya diabetes.


No comments: