Monday, November 25, 2019

...

'First Syariah' Inovasi CIMB Niaga Syariah dalam Industri Halal di Indonesia


Industri halal tengah menggeliat di Indonesia. Hampir semua produk berbondong-bondong mengeluarkan halal series, atau mendapatkan sertifikasi Halal dari MUI. Bahkan bukan hanya produk makanan atau obat-obatan, tapi juga pembersih dan kosmetik. Esensi halal seperti sudah mendarah daging di masyarakat.

Inilah yang kemudian dijadikan modal berbagai brand sebagai media mereka menggaet selera pasar. Yup, akupun menyadari dan agak takjub ketika berbagai iklan di televisi lebih mengedepankan logo halal produknya dibanding knowledge produk itu sendiri.

Hal senada juga diungkapkan oleh dr. Herbudi Setio Tama, saat aku menghadiri Media Syariah Training 2019 bersama CIMB Niaga Syariah. Bertempat di The Alana Hotel Bogor, aku bersama undangan lainnya diajak untuk lebih mencermati industri halal di Indonesia termasuk perihal perbankan syariah.

Lebih lanjut, dr. Herbudi mengatakan, bahwa menggeliatnya industri halal saat ini tak lepas dari apa yang pak Jokowi sampaikan yaitu Indonesia harus menjadi pusat industri syariah dunia. Tak bisa dipungkiri memang, penduduk muslim kita adalah yang terbanyak di dunia. Jadi, wajar jika poros industri halal berpusat di Indonesia.

Media Syariah Training 2019 – CIMB Niaga Syariah


Majunya industri halal di Indonesia nampaknya juga dilirik oleh CIMB Niaga. Unit Usaha Syariah PT. Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga Syariah) membidik potensi bisnis dari industri halal melalui penetrasi ke berbagai segmen nasabah berbasis komunitas. Mulai dari komunitas halal tour dan travel, sekolah islam, halal lifestyle, rumah sakit islam, hingga filantropi dan organisasi muslim.

Dalam acara kemarin, Direktur syariah banking CIMB Niaga, Panji P. Dajajanegara menuturkan saat ini CIMB Niaga Syariah telah menjalin kerjasama dengan sejumlah lembaga mitra dari berbagai komunitas tersebut. Ke depannya, kerjasama dengan mitra komunitas akan terus dilakukan untuk meningkatkan peran perbankan syariah dalam mendukung industri halal.

Kini, aku jadi tahu bahwa Prinsip Dasar Keuangan Syariah terbagi dalam 3 hal, yaitu Halal, Berkah dan Bernilai Tambah. Jadi, bisa dikatakan itulah yang menjadi dasar utama perbankan syariah di Indonesia. Makanya aku pribadi sebagai salah satu nasabah bank syariah tentunya merasa lebih nyaman dengan konsep ini.

Di acara kemarin, aku juga mendapat infomasi penting tentang Perbankan syariah dari salah satu ustad yang didapuk sebagai pembicara. FYI, Perbankan Syariah atau yang biasa disebut sebagai Perbankan Islam merupakan perbankan yang pelaksaannya berdasarkan hukum islam atau syariat. Karena berdasarkan hukum islam, maka perbankan syariah tidak mengenal adanya “bunga pinjaman” alias interest rate.

Kenapa demikian? Karena bunga pinjaman dianggap riba dan berdosa. Yang dikenal di perbankan syariah adalah “sistem bagi hasil” atau Nisbah yang prosesnya sama-sama diketahui dan disetujui oleh bank dan pihak nasabah.

First Syariah by CIMB Niaga Syariah


Menurut Yuswohady seorang pakar marketing, pasar muslim tengah berubah seiring dengan hadirnya revolusi industri 4.0 menjadi muslim 4.0. Hal ini ditandai dengan perubahan gaya hidup muslim menjadi semakin religious (hijrah), digital (connected), dan fun (leisure).

Trend ini yang kemudian diterapkan dalam rangka peningkatan kinerja CIMB Niaga Syariah. Penerapan strategi yang tepat berhasil meningkatkan kinerja CIMB Niaga Syariah. Per 30 September 2019, CIMB Niaga Syariah berhasil membukukan laba sebesar Rp. 848,85 Miliar atau naik 62,1% Year-on-Year (Y-o-Y). Peningkatan laba dikontribusi oleh penyaluran pembiayaan yang meningkat dan pendapatan dari bagi hasil.

Sepanjang 9 bulan pertama 2019, pembiayaan CIMB Niaga Syariah tumbuh sebesar 29,1% Y-o-Y menjadi Rp.31,1 Triliun. Pertumbuhan tersebut utamanya didukung oleh segmen business banking sebesar Rp. 18,38 Triliun dan Consumer Banking Rp. 12,76 Triliun. Adapun penghimpunan dana pihak ketiga meningkat 21,1% Y-o-Y menjadi Rp. 26,6 Triliun. Kinerja Positif tersebut juga meningkatkan aset CIMB Niaga Syariah menjadi Rp. 36,96 Triliun atau naik 18,5% Y-o-Y.

Peningkatan aset CIMB Niaga Syariah juga seiring sejalan dengan First Syariah yang mereka terapkan. Dimana yang pertama kali mereka tawarkan kepada seluruh nasabah baik itu muslim ataupun nonmuslim adalah unit usaha syariah yang mereka miliki. Semoga, inovasi mereka makin mendapat tempat di hati masyarakat ya!^_^

1 comment:

Megacon Beton said...

Inspiring post! Terimakasih ya mbak sudah berbagi pengalaman :)