Tuesday, May 28, 2019

Emak-emak Masa Kini Harus Mengenal Koperasi

Menjelang lebaran pasti banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Untuk mudik, persiapan hari raya, masak opor, baju lebaran dan sebagainya. Semua itu pasti bikin emak-emak cukup pusing mengatur keuangan. Sehingga kadang tergoda untuk investasi yang tidak jelas juntrungannya.

Investasi untuk hari raya memang tidak salah. Yang salah adalah jika kita tidak teliti terhadap jenis investasi yang diikuti. Bukan hanya investasi, kadang emak-emak juga suka terjebak penipuan yang berkedok tabungan lebaran.

Seperti kejadian di daerah rumahku beberapa waktu lalu, karena tak ingin kerepotan mengatur kebutuhan lebaran, jadilah emak-emak ikut tabungan lebaran. Setiap harinya mereka menyetorkan uang pada koordinator. Jumlahnya memang tidak besar, hanya sekitar lima ribu sampai sepuluh ribu. Dan itu setiap hari rutin mereka lakukan sampai dua minggu sebelum hari raya.

Yang mereka dapatkan bermacam-macam, seperti daging, sirup, kue kaleng, kue kering, sembako dan lain-lain. Ada yang sukses dan selamat, menikmati hari raya dengan penuh bahagia. Namun, ada juga yang merana. Niat kebutuhan hari raya tersedia, justru malah berujung sia-sia dan tak mendapatkan apa-apa. Koordinator yang mereka percaya ternyata membawa kabur uangnya.

Itulah yang sedikit mengusik pikiranku. Jangan sampai ada lagi yang terjebak pada kasus seperti itu. Aku sama sekali tak menyalahkan bentuk tabungan lebarannya. Hanya saja kita perlu memastikan koordinatornya amanah dan dapat dipercaya. Karena memang ketika menjalankannya tidak ada ikatan atau hitam di atas putih yang dapat membantu kita jikalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Itulah salah satu alasanku kenapa tidak pernah ikutan tabungan lebaran seperti itu. Aku lebih percaya pada sistem koperasi, di mana semuanya telah jelas diatur. Dan setiap anggota mendapatkan hak yang sama yang telah disepakati bersama.

Emak-emak Masa Kini Harus Mengenal Koperasi


Beberapa waktu yang lalu, aku menghadiri acara Buka Bersama dengan Kementerian Koperasi dan UKM. Selain buka bersama, aku dan para undangan yang hadir diajak untuk lebih mengenal koperasi secara mendalam, dan akan kemana koperasi di masa mendatang.

Masyarakat termasuk di dalamnya milenials dan emak-emak harus paham lho akan koperasi. Eittss, tenang koperasi sekarang dikemas lebih menarik dan up to date. Seiring dengan perkembangan zaman koperasi juga berbenah diri. Mengikuti arus global dengan memanfaatkan internet sebagai media komunikasi dan pemasaran. Jadi, nggak ada cerita tuh koperasi jadul atau kuno. Justru kita yang nggak kenal koperasi yang nggak gaul *uppss.

Nah, di acara kemarin, para jajaran petinggi Kemenkop banyak sharing terkait akan seperti apa koperasi di era periode Bapak Jokowi yang kedua ini. Fokus utamanya tetap masyarakat.

Kemenkop merasa khawatir terhadap maraknya penipuan berkedok investasi atau tabungan. Hal itulah yang akhirnya mendorong Kemenkop untuk meningkatkan pelatihan bagi aparatur pembina dan pendamping koperasi. Pemahaman akan perkoperasian dari para apartur yag bertugas di lapangan diharapkan akan dapat mencegah praktik ilegal atau penipuan seperti itu.

Selain meningkatkan pelatihan aparatur pembina dan pendamping koperasi. Kemenkop akan terus menggaungkan koperasi melalui media sosial, seperti twitter, instagram, youtube agar semakin banyak masyarakat yang paham skema koperasi.

Kemenkop juga sangat terbuka kepada milenials yang ingin berpartisipasi memajukan koperasi. Dan membantu pelaku UMKM untuk mengembangakan usahanya. Aku sih yakin dengan support penuh dari pemerintah pelaku UMKM akan lebih cepat berkembang, bahkan tidak menutup kemungkingkan untuk Go Internasional.

Btw, di periode kedua pak Jokowi ini kamu ada harapan atau saran untuk Koperasi kedepannya nggak? Share di kolom komentar ya ^_^




No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah mampir. semoga bermanfaat ^_^
Jangan lupa tinggalkan komen yaaa ;D