Sunday, May 26, 2019

Tebus Penyesalan dengan Berzakat

 

Hidup yang bahagia adalah hidup yang tanpa penyesalan. Di postingan sebelumnya sudah aku ceritakan betapa aku punya penyesalan terbesar dari hidup yang sampai sekarang masih menyisakan luka di hati.

Sebuah penyesalan yang mungkin susah sekali untuk ditebus. Aku belum bisa membahagiakan nenek hingga akhir hayatnya. Nenek yang sudah seperti orang tua kandungku telah berpulang beberapa tahun lalu, saat usiaku masih terbilang belia. Sehingga tidak ada daya dan upaya untukku membahagiakannya.

Sepeninggal beliau hatiku rasanya hancur. Seolah separuh jiwaku hilang bersama kenangan indah tentang almarhumah. Setiap solat tak alpa aku berdoa untuk beliau, seraya meminta maaf karena belum bisa membahagiakannya.


Hingga aku bertekad untuk membangunkan beliau sebuah masjid yang akan menjadi amal soleh beliau. Setiap hari mimpi membangun sebuah masjid untuk nenek terus kupelihara. Karena aku yakin, setidaknya itu adalah salah satu cara membahagiakan beliau di sana.

Namun, membangun sebuah masjid bukanlah perkara mudah. Entah butuh berapa tahun untukku bekerja keras mewujudkannya. Namun aku juga tak ingin harapan itu pupus hingga menyebabkan penyesalan yang baru.

Tebus Penyesalan dengan Berzakat

Sekarang untuk menebus penyesalanku, aku mencoba untuk tidak lupa menunaikan kewajibanku berzakat. Aku tahu membangun sebuah masjid mungkin butuh waktu lama dan uang yang tidak sedikit. Tapi ada satu hal yang bisa aku lakukan yang juga mengalirkan pahala untuk beliau.

Sejak aku kecil, neneklah yang selalu mengajarkan aku perihal agama. Solat, puasa sampai berzakat. Ia mengajariku dengan penuh sabar dan kasih sayang. Ingat betul, dulu saat aku kecil, susah sekali untuk bangun sahur.

Beliau dengan sabar membangunkanku, mengendongku ke kamar mandi, dan selalu memasakkan ayam balado kesukaanku saat sahur. Beliau juga mengajariku tentang zakat. Bahkan ia juga mengajakku ke masjid untuk mengantarkan zakat fitrah kami.

“Ndok, zakat itu bukan cuma zakat fitrah setiap bulan ramadhan aja. Nanti, kalau kamu sudah besar, sudah bisa cari uang, jangan lupa zakat untuk orang yang membutuhkan setiap bulan ya..”, ucapnya kala itu

Dan hanya bisa kubalas dengan anggukan kepala.

Pengalaman itu begitu berharga bahkan sangat membekas di ingatan. Kasih sayangnya, ilmunya, pesan-pesannya akan selalu aku laksanakan. Dan kini, aku tanamkan dalam hati untuk tidak boleh lupa berzakat.

Sebenarnya, saat aku kecil dulu, kami bukanlah keluarga berada. Keluarga kami sangat sederhana. Bahkan ada momen-momen di mana kami begitu kesulitan memenuhi kebutuhan. Tapi, yang luar biasa adalah beliau tak pernah lelah dan menyesali keadaan.

Bahkan dalam kondisi sulitpun, ia tetap mengajari kami untuk tak lupa berbagi. Tak alpa memberi juga tak takut untuk berzakat. Kata beliau, tak punya harta tidak apa-apa, yang penting kita masih punya hati.

Kini, sepuluh tahun telah berselang. Namun, entah kenapa kenangannya tak pernah pudar. Di momen Ramadhan ini, aku menjadikan kenangannya sebagai pengingat untuk tak lupa berzakat.


Alhamdulillah, aku tak kebingungan lagi kemana harus kusalurkan zakatku. Karena aku selalu rutin mengamanahkannya pada Dompet Dhuafa. Alasannya karena aku pernah menjadi bagian dari Dompet Dhuafa, jadi aku tahu betul betapa Dompet Dhuafa sangat menjunjung tinggi transparansi kepada para donatur dan muzakinya.

Berbagai kemudahan juga aku rasakan saat hendak berzakat di Dompet Dhuafa, salah satunya adalah adanya fitur kalkulator zakat yang disediakan di donasi.dompetdhuafa.org/zakat

Jadi kita nggak perlu bingung lagi perihal berapa nominal yang harus kita keluarkan untuk berzakat. Dompet Dhuafa juga siap membantu kita untuk konsultasi, menghitung serta mengelola dan menyalurkan zakat secara profesional.

FYI, Dompet Dhuafa sebagai lembaga filantropi Islam bukan hanya mengelola dana zakat, tapi juga infak, sedekah, wakaf dan dana halal lainnya. Jadi nggak terbatas hanya untuk berzakat aja ya dears.

Btw, kamu udah berzakat belum? Ada pengalaman seputar berzakat kah? Share di kolom komentar ya ^_^

No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah mampir. semoga bermanfaat ^_^
Jangan lupa tinggalkan komen yaaa ;D