Sunday, May 19, 2019

Pentingnya Berbisnis yang Out of The Box di Era Global


Pernah dengar Bimbel Brain Genius? Hmm Belum ya? Nggak apapa kok, karena memang Bimbelnya baru terkenal seantero Pondok Gede saja. Dan Alhamdulillah telah tutup hampir 3 tahun ini. Tutup kok bangga? Ya nggak apa-apa dong, yang penting pernah coba dari pada nggak sama sekali ya kan?

Pengalaman membangun bisnis menurutku adalah pengalaman yang sangat berharga di mana aku dituntut untuk mempunya sudut pandang yang berbeda dari orang kebanyakan. Bukan hanya itu, aku juga harus pandai membaca peluang juga multitasking.

Nggak ada tuh cerita, pengusaha lebih enak dari pekerja biasa. Justru seorang pengusaha itu lebih capek karena harus bekerja lebih keras dari karyawannya lho. Terlebih saat baru merintis usahanya. Aku pun demikian, saat awal membangun Bimbel Brain Genius, aku berperan sebagai owner sekaligus marketing, OB, sampai pengajar. Kalau ditanya capek, duhh capek banget, tapi aku bahagia hehe.

Alasan ditutupnya bimbelku adalah karena aku masih belum cukup ilmu untuk mengembangkannya. Cashflow usahaku berantakan karena aku kurang tegas memenej pemasukan dan pengeluaran, termasuk nggak tegas menagih pembayaran.

Padahal ya, bimbelku itu cukup berbeda lho dari bimbel lainnya. Aku mengedepankan kenyamanan murid saat belajar dan juga mengadakan tes psikologi sederhana di awal pertemuan, sehingga aku tahu karakter masing-masing murid dan dapat menyesuaikan metode pembelajaran untuk mereka.
Tapi, apa mau dikata, Allah menyuruhku untuk belajar lagi sebelum kembali melanjutkan bisnisku. Yup, aku memang punya rencana membangun kembali Brain Genius makanya saat ini aku lagi getol menimba ilmu perihal bisnis.


Dan beruntungnya aku, beberapa waktu lalu aku berkempatan hadir di acara BUMN. Bertajuk “Berbisnis Out of The Box di Era Global”, ada 3 pembicara yang dihadirkan dan semuanya hebat-hebat.

Bertempat di Halal Park Gelora Bung Karno, aku bersama undangan Kelas Kreatif BUMN bukan hanya belajar banyak soal bisnis, tapi juga dibuat terpukau dengan adanya Halal Park. FYI, Halal Park ini merupakan wadah aktivitas halal kekinian yang bisa dimanfaatkan oleh para pebisnis di bawah naungan Kementerian BUMN untuk mengembangkan usahanya bersama-sama.

Halal Park juga didesain sedemikian cantik, sehingga terlihat menawan dan mampu menggaet generasi milenial untuk membuka usaha di sana, atau bahkan sekedar hangout bersama teman-teman.


Acara dimulai sekitar pukul 16.00 dan di sesi pertama aku menimba ilmu dari owner MooNyusu, yaitu Pak Aldo. Pertama kali membangun MooNyusu ia mengalami kesulitan. Berbagai kendala ia hadapi sampai akhirnya MooNyusu sebesar sekarang.

Kuncinya adalah berani mengambil tantangan dan lakukan perubahan. Makanya jika dibandingkan dengan kompetitornya, MooNyusu pasti tampak sekali perbedaannya, terumata dari segi booth. Ia melengkapi Booth MooNyusu dengan smart LCD juga musik. Boothnya juga dibuat eye catching. Hal itu tentu mengundang rasa penasaran pelanggannya.

Ia juga memberi tips pada undangan yang hadir, kunci sukses berbisnis adalah SMART, yaitu S= Spesifik, M= Measurable (terukur), A= Achievable, R= Realistic, T= Time bone (jangka waktu). Nah, untuk menjadi pebisnis yang sukses itu, kita harus mempertimbangkan 5 hal tersebut.


Di sesi kedua ada materi tentang sosmed dan endorsement dari kak Selly. Perempuan berhijab ini kerap mengendorse beberapa influencer untuk produk hijabnya. Jadi menurut kak Selly, salah satu teknik marketing yang bisa digunakan adalah promosi lewat sosial media influencer.

Seperti kita tahu bersama, sekarang ini zamannya sosial media. Apapun yang diposting di sosial media tentunya berpotensi menjadi viral. Jadi, jika kita bisa melihat peluang itu, tentunya akan sangat baik untuk bisnis kita.

Dan yang nggak punya bisnis, juga bisa menjadikan sosmed kita sebagai ladang bisnis itu sendiri. Caranya gampang, mulai maintaince sosial media kita, dengan memosting sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain. Jangan lupa juga untuk perhatikan estetika bersosmed ya, jadi orang yang melihat tentunya suka dengan apa yang kita posting.


Dan di sesi ketiga, ada materi yang nggak kalah seru dari Pak Adi Hardiana Samsudin. Ia menjelaskan bahwa Indonesia saat ini berada di fase emas. Dimana usia produktif masyarakatnya paling dominan. Diharapkan kedepannya, Indonesia bisa sukses dalam Revolusi 4.0.

Aku sendiri sebagai anak muda, sadar banget akan hal itu. Makanya sebisa mungkin aku berusaha untuk setidaknya melakukan satu langkah kecil yang aku bisa untuk turut menyukseskan Revolusi 4.0 yang dicanangkan pemerintah.

Nah, gimana dears? Kira–kira kamu ada kepikiran untuk buka usaha nggak? Usaha apa sih yang menurut kamu out of the box di era global sekarang? Share di kolom komentar yaa ^_^

No comments:

Post a Comment

Terimakasih sudah mampir. semoga bermanfaat ^_^
Jangan lupa tinggalkan komen yaaa ;D